Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Guru dan Murid Adu Jotos, Ciri Pendidikan yang Jauh dari Nilai Islam

Friday, January 30, 2026 | Friday, January 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T02:03:04Z

 




Penulis : Rani HS

Aktivis Muslimah



Guru kencing berdiri..

Murid kencing berlari... 

Itulah peribahasa yang menggambarkan keadaan dunia pendidikan saat ini yang penuh dengan problematika kehidupan. Banyaknya berita kriminal dan kekerasan yang beredar di medsos, membuat kita sebagai umat islam yang notabene penduduk muslimnya terbesar di dunia tapi tidak mencerminkan perilaku sebagai seorang muslim yang taat.


Viralnya seorang guru SMK yang dikeroyok muridnya di Jambi, menjadi tanda tanya besar. Ada apakah gerangan yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini. Kronologi kejadiannya berawal dari, peneguran siswa di kelas saat belajar ada guru. "Dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar", kata Agus,.) dilansir dari detik Sumbagsel  (Rabu, 14/1/2026)


Sedangkan menurut siswa, guru tersebut sering ngomong kasar, menghina siswa dan orang tua, bilang bodoh dan miskin," ujar UMF. Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji mengatakan peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hak asasi anak untuk mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang aman, bebas dari rasa takut dan kekerasan, sebagaimana dijamin dalam konstitusi dan UU Perlindungan Anak.


Kasus guru dikeroyok murid bukan sekedar konflik personal atau emosi sesaat, ini adalah problem serius dari dunia pendidikan yang sedang tidak baik-baik saja. Relasi guru - murid yang semestinya dibangun diatas penghormatan dan keteladanan justru berubah menjadi relasi penuh ketegangan, bahkan kekerasan.


Disatu sisi, murid bertindak tidak sopan, kasar, dan kehilangan batas adab. Disisi lain, tak dapat dimungkiri ada pula guru yang kerap menghina, merendahkan, atau melabeli murid dengan kata-kata yang melukai psikologis. Kedua pihak akhirnya terjebak dalam lingkaran konflik yang berujung pada kekerasan.


Inilah buah pendidikan sistem sekuler Kapitalis yang menjauhkan agama dari kehidupan. Agama hanya dianggap sebagai kegiatan ritual saja, tanpa menerapkan syari’at islam dalam kehidupan sehari-hari. Seolah-olah agama hanya ada di ruang mesjid, ruang diskusi keagamaan, ruang kajian tanpa harus menerapkan aturan syari'at secara keseluruhan ( islam kaffah).


Bagi orang awam, menjalankan syari'at islam cukup dengan mengerjakan ibadah mahdoh saja. Padahal pada kenyataannya berdasarkan ilmu, bahwa ibadah itu mencakup dalam 3 aspek, yaitu :

a. Habblum MinnaAlloh (حَبْلُ مِنْ اللهَ). Hubungan dengan Allah, seperti : sholat, zakat, puasa, haji, sedekah.

b. Habblum Minna Naas (حَبْلُ من النَّاسِ). Hubungan dengan sesama manusia, seperti : hubungan guru dengan murid, majikan dengan bawahan, hubungan orang tua dengan anaknya dan lain-lain yang sifatnya hubungan relasi.

c. Habblum Binaf'sihii (ِحَبْلُ بِنَفْسِه). Hubungan dengan dirinya, seperti : makan, tidur, berpakaian, berbicara dll.


Islam memandang pendidikan bukan sekedar mencetak orang pintar, tetapi membentuk manusia beradab. Rasululloh saw bersabda bahwa tujuan utama diutusnya beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak. Dalam sistem pendidikan Islam : Adab didahulukan sebelum ilmu.


Murid dididik untuk memuliakan guru (ta'dzim), sementara guru diwajibkan mendidik dengan kasih sayang, bukan hinaan. Guru adalah figur teladan, bukan sekadar pengajar yang hanya mentransfer ilmu saja tapi sekaligus sebagai rool model bagi anak didiknya. Negara memastikan kurikulum berlandaskan akidah Islam, setiap mata pelajaran diarahkan untuk membentuk kepribadian Islam, bukan sekedar kompetensi pasar yang hanya mengejar keuntungan dunia semata.


Untuk itu, peran negara sangat penting dalam menentukan arah pendidikan mana yang mau diterapkan. Apakah pendidikan yang berbasis sekuler Kapitalis yang membawa pada jurang kehancuran, ataukah pendidikan Islam Kaffah yang membawa pada kesuksesan dan keberkahan dunia dan akhirat?...


Wallahu a'lam Bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update