Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prespektif Islam Dalam Menanggulangi Musibah Banjir Tahunan.

Saturday, December 20, 2025 | Saturday, December 20, 2025 WIB Last Updated 2025-12-19T23:43:15Z

 



Oleh: Emy (Aktivis muslimah).



Bandung, CNN Indonesia - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Kamis(4/12) sekitar pui18.15 WIB memicu banjir di sejumlah kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat banjir melanda Lima desa/kelurahan, yaitu Cingcin di kecamatan Soreang, Bojongsoang di kecamatan Bojongsoang, Kamasan dan Margahurip di kecamatan Banjaran, serta Cangkuang Wetan di kecamatan Dayeuhkolot.

Wilayah terparah berada di Bojongsoang dengan 615 unit rumah terendam. Genangan juga terjadi di Kamasan sebanyak 80 unit, Cangkuang Wetan 47 unit, dan Cingcin 6 unit rumah. Sementara di Margahurip, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang akibat kuatnya arus banjir. Total warga terdampak mencapai ratusan kepala keluarga (KK), Rinciannya, 615 KK di Bojongsoang, 80 KK di Kamasan, 47 KK di Cangkuang Wetan, 6 KK di Cingcin, serta 1 KK di Margahurip. Di Cangkuang Wetan, seluruh 47 KK terpaksa mengungsi demi keselamatan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.


Bencana banjir yang terjadi di kabupaten Bandung bukanlah suatu hal yang aneh, namun seolah sudah menjadi fenomena yang biasa terjadi setahun sekali. Banjir yang melanda pemukiman masyarakat diakibatkan karena, debit air sungai Citarum yang tinggi dan meluap. Tidak sedikit masyarakat yang terdampak banjir di kabupaten Bandung. Sehingga, mengakibatkan aktivitas warga lumpuh total. Bencana banjir yang melanda kabupaten Bandung, seakan sudah menjadi langganan disaat akhir tahun dan curah hujan terus menerus. Daerah yang sering terdampak adalah Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Baleendah. Masyarakat menilai hingga saat ini, pemerintah tidak berupaya menyelesaikan masalah banjir ini dengan sungguh-sungguh. Solusi yang adapun tidak menjadikan solusi yang tuntas. Sebagai realita yang terjadi, pemerintah mengatasi banjir di kabupaten Bandung dengan membangun kolam retensi. Tetapi dengan dibangun kolam tersebut dinilai tidak efektif, dan tidak dianggap sebagai solusi, karena tidak dapat merubah keadaan, dan banjir terus terjadi bahkan semakin melebar. Dengan membangun retensi, hanya memberikan manfaat dan peluang bagi segelintir orang saja, yaitu kapitalisme yang memegang proyek-proyek besar yang dapat memberikan keuntungan bagi mereka.


Sistem Sekulerisme melahirkan dan membentuk manusia yang serakah dan tamak, tidak memikirkan dampak yang dapat merugikan orang lain atas perbuatannya, seakan tidak takut dengan azab Allah Swt yang akan menimpanya. Pada saat ini, peralihan fungsi lahan semakin tidak terkontrol, bahkan pengelolaan tata ruang diabaikan. Lahan hijau semakin sempit, lahan pertanian semakin berkurang dan disulap menjadi perumahan yang mewah. Oleh karena itu, masyarakat sekitar yang terkena imbas akibat keserakahan investor para kapitalisme. Daerah yang tadinya tidak pernah terdampak banjir, kini harus merasakan juga luapan air yang tertahan oleh tembok yang kokoh, yang tidak dapat menyerap luapan air sehingga mengakibatkan banjir. Dalam hal ini, Negara lemah dalam mengatur urusan rakyatnya. Tidak mampu memberikan solusi yang tengah menjadi permasalahan rakyatnya. 


Beda sekali dengan sistem Islam, dalam hal ini Islam adalah agama yang tidak hanya mengaatur ibadah mabdoh saja, namun Islam mengatur segala aspek kehidupan. Islam akan mengatur bagaimana manusia mengelola dunia ini sebaik-baiknya, sebagai salah satu amanah yang harus dijaga yang diberikan oleh sang Khaliq. Pemerintah dalam Islam menerapkan kebijakan tata ruang berdasarkan syariat Islam. Peralihan fungsi lahan tidak dibiarkan terjadi, termasuk penebangan pohon secara liar. Pemerintahan dalam Islam, akan memberikan sangsi yang tegas kepada orang yang melanggar aturan yang mengakibatkan banjir terjadi. Bahkan tidak akan memberikan ruang bagi invenstor asing untuk menguasai lahan yang ada. Pemerintah Islam, akan mengelola Sumber daya alam sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyatnya.


Maka dengan ini, bencana banjir yang terjadi diakibatkan oleh tangan manusia itu sendiri. Seperti yang tercantum dalam Al Qur'an Surat Ar-Rum Ayat 41: Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut karena perbuatan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian akibat perbuatannya supaya mereka kembali kejalan yang benar. 

Oleh sebab itu, sudah saatnya kita kembali kepada aturan yang shahih yaitu, menerapkan Islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan, yang akan memberikan solusi hakiki atas segala permasalahan umat. Segala aturannya datang dari Allah SWT, yang akan membawa umat manusia sejahtera hidup di dunia dan selamat diakhirat kelak.


Wallahu alam Bis'showab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update