Oleh : Dian Nitami
Aktivis Muslimah/Penulis
Otoritas kesehatan di Gaza mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023 telah mencapai 60.430 jiwa, dengan 148.722 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak.
Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 98 warga Palestina dilaporkan tewas dan 1.079 lainnya terluka akibat serangan yang masih berlangsung di Jalur Gaza, menurut laporan sumber medis yang dikutip The Peninsula, (Metrotvnews.com ) Minggu, 3 Agustus 2025.
Sejak Israel melanjutkan kembali operasi militernya pada 18 Maret, setelah gencatan senjata selama dua bulan berakhir, jumlah korban jiwa bertambah menjadi 9.246 orang, sementara korban luka-luka mencapai 36.681.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah korban merupakan bayi yang baru lahir, bahkan ada yang meninggal hanya beberapa jam setelah dilahirkan akibat serangan udara atau ledakan bom.
Berdasarkan data rinci dari otoritas kesehatan Gaza yang dikutip Anadolu, Jumat, 1 Agustus 2025, terdapat: 9 bayi yang tewas tepat pada hari kelahirannya, 5 bayi meninggal di hari pertama, 5 di hari kedua, dan 8 lainnya pada hari ketiga kehidupannya, Selain itu, tercatat pula 88 anak berusia satu bulan, 90 anak berusia dua bulan, dan 78 anak berusia tiga bulan yang turut menjadi korban tewas akibat serangan militer Israel. Dan parahnya lagi justru Negara-negara Arab dan Muslim, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, pertama kalinya resmi mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kekuasaan atas Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina (PA) Seruan tersebut disampaikan dalam deklarasi bersama yang diumumkan dalam konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York,(Metrotvnews.com ) ,Selasa (29/7/2025).
Deklarasi ini ditandatangani oleh 22 negara anggota Liga Arab, seluruh Uni Eropa, serta 17 negara lainnya, dan menjadi sinyal perubahan signifikan dalam sikap dunia Arab terhadap kelompok militan yang telah menguasai Gaza sejak 2007.
"Dalam konteks mengakhiri perang di Gaza, Hamas harus mengakhiri kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan persenjataannya kepada Otoritas Palestina."
Deklarasi ini juga mengutuk serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, dan mengusulkan pembentukan misi stabilisasi internasional sementara di Gaza di bawah naungan PBB.Prancis, sebagai salah satu tuan rumah konferensi bersama Arab Saudi, menyebut pernyataan ini sebagai tonggak sejarah baru"Untuk pertama kalinya, Arab Saudi dan negara-negara Arab serta Muslim mengutuk aksi teror pada 7 Oktober, menyerukan pelucutan senjata Hamas, dan menyatakan harapan untuk normalisasi hubungan dengan Israel," ujar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot di hadapan forum PBB.
Dalam manuver politik yang memanaskan hubungan dengan Israel dan AS, Prancis menyatakan akan memberikan suara untuk mengakui negara Palestina pada September. Inggris menyusul dengan pernyataan serupa, kecuali jika Israel sepakat dengan gencatan senjata di Gaza. Kedua pernyataan itu ditentang keras oleh pemerintah Israel dan AS.
Meski tekanan internasional menguat, Hamas hingga kini belum menunjukkan niat jelas untuk menyerahkan kekuasaan. Beberapa pejabat kelompok tersebut bahkan memberikan pernyataan yang saling bertentangan terkait masa depan Gaza pasca perang.
Sementara itu, Mesir, sebagai mediator utama dalam negosiasi gencatan senjata bersama Qatar, sebelumnya telah merancang rencana pemerintahan pasca perang tanpa keterlibatan Hamas. sementara Arab Saudi juga terus mendorong kebangkitan solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik berkepanjangan ini.
Arogansi Zionis dan negeri negeri muslim makin menjadi jadi justru mereka mendukung dan terus mendorong kebangkitan dengan solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik yang terjadi di Palestina hari ini dan ini Merupakan Krisis kemanusian yang sangat berkepanjangan sehingga kelaparan makin masif dan pembunuhan semakin menjadi jadi tanpa henti dan parahnya lagi Justru Para penguasa muslim ibarat buta dan tuli atas realita di Gaza, seolah tak ada ikatan iman mereka dengan muslim Gaza.
Padahal Allah telah mengingatkan kita bahwa ikatan yang paling kuat adalah ikatan akidah atau ikatan ukhuwah Islamiyah yang merupakan landasan paling utama atas hubungan antar muslim dengan muslim yang lain tanpa ada Kepentingan dunia, jabatan dan kekuasaa tetapi fakta hari ini kekuasaan justru telah mematikan ukhuwah Islamiyah dan menjerumuskan mereka pada kelemahan di hadapan musuh Allah dan justru merekan menjual agama mereka dan bermuka manis terhadap orang kafir padahal itu dilarang dan mereka mendukung solusi yang berasal dari manusia yang sifatnya terbatas Sehingga mereka mencanpakan aturan yang di buat .Allah swt mereka lebih memilih aturan manusia yang pastinya ada kelemahan dan keuntungan.
Sementara jika kita mengharapkan solusi atas penjajahan Palestina tak mungkin berharap pada negeri-negeri muslim karena adanya kerja sama dan sekat nasionalisme sehingga persaudaran antar umat islam jadi rapuh dan sulit bersatu, sekat-sekat nasiolisme saat ini sudah menjadi penghambat bagi seluruh umat manusia untuk membantu Palestina dengan nyata oleh karena itu sudah saatnya momentum hari ini adalah kebangkitan umat karena banyak nya yang terjadi bukan hanya di palestina bahkan di megeri negeri lain pun juga krisis hari ini.
Oleh karena itu sudah saatnya Kemuliaan umat harus diperjuangkan Kembali dengan cara Umat harus dibangun kesadarannya akan janji Allah, dan didorong untuk mewujudlkannya Kembali dan ini membutuhkan Upaya Yang sangat besar dan pengerbonan yang luar biasa bahkan kita membutuhkan sebuah jamaah dakwah ideologis yang tulus mengajak umat Untuk taat kepada syariat tanpa tapi tanpa nanti dan dengan bersamanya kita dalam jamaah kita akan di kuat kan di bekali ilmu dalam menyampaikan kebenaran islam dan dengan rahmat Allah, jalan dakwah akan mendapatkan hasil yang luar biasa sepanjang menapaki thariqah Rasulullah, sebagaimana yang diemban oleh jamaah dakwah ideologis yang tulus menerapkan Islam kaffah.
Demikian juga perjuangan pembebasana Palestina akan terwujud ketika Khilafah tegak dan menyerukan jihad sebagai solusi tuntas. Umat harus memnafaatkan momentum ini –genosida Gaza- untuk membangkitkan Umat dan mewujudlkan kemuliaan Islam

No comments:
Post a Comment