Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waktunya Kaum Muslimin Upgrade Menjadi Hamba Allah Seutuhnya

Tuesday, May 20, 2025 | Tuesday, May 20, 2025 WIB Last Updated 2025-05-20T07:13:19Z

 




Oleh Pujiati

Guru dan Penggiat Literasi


Sebelas duabelas pernyataan Netanyahu dengan Donal Trump terhadap tindakan genosida ke Palestina. Sebelum Los Angeles terbakar, Donal Trump pernah menyatakan akan membuat Palestina terbakar seperti api neraka kemudian bencana beruntun setelahnya yakni badai tornado lalu  kebakaran di New Jersey. Sekarang dengan angkuhnya Perdana Mentri Israel, Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan mengalahkan Palestina meskipun Tuhan bersama Palestina. Tidak butuh waktu lama Israel ditimpa berbagai bencana mulai dari kebakaran hutan, badai pasir, angin kencang dan di susul banjir, hujan es, tornado serta badai api di bagian kota lainnya.

Kondisi babak belur dengan bencana bertubi-tubi, pukulan senjata dari Houti, dan melemahnya Amerika penyokong utama genosida, tekad Israel tak terhentikan oleh apapun sampai keberhasilan melenyapkan Palestina. Motivasi mereka adalah lima hal demi menjadikan Messiah Al Masih Dajjal turun ke bumi, diantaranya: 

Pertama, Berkumpulnya seluruh Yahudi di Palestina (sudah sejak 1946).

Kedua, bantai Bagdad (Irak) karena tiga ribu tahun lalu Nebukhat Nezar menghantam Israel. 

Ketiga, Menghijaukan tanah Palestina dengan menanam pohon gharqad. 

Keempat, darah bayi-bayi harus membasahi tanah Palestina. 

Kelima, menurut mereka dibawah Masjid Al Aqsa terdapat temple of king Solomon (kerajaan Sulaiman). Inilah mitos yang menjadi dasar Yahudi Israel membangun negaranya. Pada tahun 1996 mitos ini diungkap oleh seorang penulis berkewarganegaraan Prancis bernama Roger Jaraudi hingga pada akhirnya ia masuk Islam dan di penjara.

Fakta ini semakin menguatkan iman kita kepada Rasulullah, Nabi Muhammad saw. Bahwa yang beliau sampaikan sejak 1400 tahun silam telah terbukti. Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan dari Rasulullah saw bersabda: “ Hari kiamat belum akan terjadi sampai kaum Muslimin memerangi bangsa Yahudi. Mereka diserang oleh kaum Muslimin hingga bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu maupun tumbuhan itu berkata, “Wahai Muslim, wahai hamba Allah di belakang ku ada orang Yahudi. Kemari dan bunuhkan dia!”, kecuali pohon gharqad, sebab pohon gharqad adalah pohon orang Yahudi.” (HR Muslim)

Dan Allah SWT menunjukkan seperti apa permusuhan mereka terhadap kaum muslimin, dalam firman-Nya Q.S Al Maidah ayat 82 yang artinya,“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik ….” 

Allah SWT memberikan petunjuk bagaimana menyikapi perbuatan mereka seperti dalam Q.S Al Baqarah ayat 193 yang artinya, “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang zalim.”

Namun, keimanan kita tidak sebanding dengan saudara kita di Palestina, keyakinan tanpa ragu sedikitpun  kepada Rasulullah saw dan janji Allah SWT. Wajar jika mereka melakukan perlawanan dan mempertahankannya  meski harus mengorbankan harta, keluarga, darah sekalipun nyawa mereka. Karena tanah Palestina adalah tanah kharajiyah atau tanah milik kaum muslimin yang diperjuangkan dengan proses jihad dan penaklukan. Justru kaum muslimin berhutang budi atas perjuangan mereka mempertahankannya.

Segala upaya yang dilakukan negeri-negeri muslim tidak akan sia-sia dihadapan Allah SWT mulai dari pemboikotan produk, aksi-aksi massa, pengumpulan donasi dan bantuan medis. Akan tetapi semua upaya tersebut hanyalah bersifat pragmatis dan berefek sementara. Karena kenyataannya sampai sekarang Palestina masih dalam penjajahan zionis Israel, mereka yang tersisa baik bayi-bayi, anak-anak, perempuan hamil dan laki-laki. Saat ini mereka  dalam keadaan krisis karena pemblokadean perbatasan Gaza oleh Israel.

Apalagi sangat disayangkan dari sebagian kalangan muslim dan tokohnya menyampaikan bahwa tidak usah mengurusi urusan Palestina karena sudah diurus oleh para pemimpin negeri-negeri muslim dan biarkan Allah yang akan membalas musuh-musuh-Nya. Bencana yang terjadi di Amerika dan Israel saat ini seolah-olah menjadi pembenaran atas pernyataan tersebut.  Sedangkan kondisi yang terjadi di Palestina ini butuh solusi bukan ajang uji pembenaran atas bentuk keputusasaan akan takdir. 

Meskipun ada campur tangan Allah SWT dalam bencana tersebut bukan berarti kita sebagai umat Islam tidak perlu melakukan apapun untuk Palestina. Justru intropeksi dan muhasabah diri ketika tidak ada satupun negeri muslim yang mengirimkan tentaranya untuk membantu membebaskan Palestina, Allah SWT ingin menunjukkan bahwa serendah-rendahnya pasir yang letaknya di bawah kaki manusia, air dan api ketika tunduk pada perintah-Nya mampu memporak porandakan Israel dan Amerika apalagi kita kaum muslimin yang memiliki akal mengapa tak sanggup melakukan sesuatu yang lebih solutif bagi saudara kita di Palestina.

Catatan sejarah membuktikan pembebasan Palestina (Baitul Maqdis) pertama dilakukan oleh sahabat Rasulullah saw yaitu Umar bin Khatab pada tahun 16 H atau 637 Masehi dari cengkraman  kerajaan Romawi. Kedua dibebaskan oleh Shalahuddin Al Ayubi pada tahun 583 H atau 1187 Masehi dari kekuasaan pasukan salib (perang salib III).  Seruan jihad ini atas perintah Daulah Khilafah, pada masa itu dipimpin oleh Khalifah Al–Nasir Li Dinillah dari Dinasty Abbasiah.

Daulah Khilafah pernah menguasai dunia 1400 tahun lamanya dan runtuh pada 3 Maret 1924 oleh Mustofa Kemal Attarturk yang dijuluki bapak sekuler Turki. Dan hanya orang-orang yang buta sejarah jika mengagumi Attarturk sampai saat ini.

Khilafah menjadi perbincangan global sekaligus ancaman bagi Israel dan negara-negara Barat seperti Amerika, Rusia, dan Inggris yakni para pengusung kapitalisme.  Seperti yang disampaikan Netanyahu 23 April 2025  mengatakan, “kami tahu siapa yang kami hadapi. Kami tidak akan membiarkan berdirinya kekhilafahan beberapa kilometer jauhnya di Pesisir Mediterania." Melalui wawancara CNN tahun 2011 lalu ia juga menyampaikan beberapa kali ketakukan utama Israel dan imperalisme Barat adalah jika kembalinya persatuan umat Islam dalam Daulah. 

Akhirnya mereka membuat narasi-narasi bagi pejuang jihad dan khilafah sebagai ekstremis sunni, Islam radikal, menyimpang, menghancurkan semua perbedaan pendapat, membenarkan pembunuhan, menolak toleransi, teroris, mendirikan utopia politik penuh kekerasan, mengusung ideologi kebencian, ideologi jahat dan bertentangan dengan nilai-nilai liberal.  Dengan tujuan agar umat Islam fobia dengan agamanya sendiri dan menjegal pejuang syariat melalui tangan sesama muslim.

Pejuang syariat semakin yakin ketika batu mampu bicara dan memanggil “hai muslim”,“hai Abdullah”. Pembebas Palestina bukan mereka yang menjadi hamba duit, hamba wanita, hamba jabatan, hamba Amerika melainkan mereka yang sepenuhnya dan seutuhnya menjadi hamba Allah. Tidak cukup menjadi seorang muslim saja tapi muslim yang mau menerima dan tunduk pada syariat-Nya secara kaffah itulah yang disebut hamba Allah. Syariat Islam secara kaffah hanya mampu dilakukan oleh Daulah Khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Maka satu-satunya solusi Palestina hanyalah jihad dan khilafah.

Waallahualam bisaawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update