Oleh Ruri R
Pegiat Dakwah
Beberapa waktu yang lalu, di negeri ini banyak perusahaan yang mengalami pailit hingga pada akhirnya harus menutup usahannya. Imbasnya para karyawannya banyak yang diberhentikan. Padahal saat ini dunia lapangan kerja sangat sulit didapatkan. Mereka harus berpikir keras untuk tetap bisa mencari pemasukan atau biaya hidup.
Tidak sedikit juga hal tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Menyikapi hal tersebut maka pemerintah setempat melakukan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bandung dalam menekan angka pengangguran salah satu caranya yaitu dengan mengadakan jobfair. Hal ini disampaikan oleh Rukmana, selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung, Bahwa dengan adanya jobfair tersebut bisa menjadi upaya dalam menyerap tenaga kerja.
Adapun jobfair tersebut dilaksanakan dari 24 April sampai dengan 26 April 2025 mendatang. Kegiatan tersebut dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Bandung yang ke-384 tahun.
Harapannya melalui jobfair ini bisa menyerap sekitar 8000 orang dalam penempatan kerjanya, dan saat ini sudah tercapai sekitar 1500 yang sudah ditempatkan bekerja di perusahaan. Sekarang ada sekitar 30 perusahaan, dengan menyediakan sebanyak 900 loker bagi warga Kabupaten Bandung, tambah Rukmana. (DetiJabar.com, Kamis 24/4/2025).
Sulitnya Lapangan Kerja di Sistem Kapitalisme Sekuler
Lapangan pekerjaan sulit sekali didapati pada saat ini. Di tambah banyaknya perusahaan yang gulung tikar menyebabkan angka pengangguran semakin meningkat. Maka itu pemerintah berupaya untuk menanggulangi hal tersebut.
Melalui jobfair yang diupayakan pemerintah, secara kasat mata bisa membantu para pencari kerja hingga pengangguran berkurang. Dari sekian perusahaan yang berkontribusi membantu upaya pemerintah akan saling berkesinambungan yaitu sama-sama mendapatkan keuntungan.
Satu sisi jobfair bisa jadi sangat membantu para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Namun yang nampak dari jobfair justru mencerminkan negeri ini banyak pengangguran, saking banyaknya orang yang ingin mencari kerja.
Terlebih jobfair ini kadang hanya ajang marketing perusahaan untuk brand awareness saja, sedangkan untuk penyerapan pekerjaannya tidak berbanding dengan jumlah pencari kerja.
Hal tersebut bisa terjadi karena akibat aturan yang dipakai saat ini, yaitu sistem kapitalisme sekuler. Dimana agama dijauhkan dari pengaturan hidup masyarakat sehingga muncul berbagai permasalahan.
Dalam sistem kapitalisme sekuler semua bisa berkuasa asal memiliki modal yang banyak, hingga dapat membuat berbagai kebijakan-kebijakan yang jelas menguntungkan mereka tapi tidak bagi rakyat.
Di sistem ini pula pihak swasta atau asing bisa mengambil alih pengelolaan SDA dan untungnya pun buat mereka. Seharusnya pemerintah lebih fokus dalam menyelesaikan semua permasalahan termasuk pengangguran.
Tidak mencukupkan hanya dengan jobfair saja yang dilakukan pemerintah, tetapi membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi rakyatnya, menyediakan pelatihan keterampilan kerja, terutama untuk laki-laki agar mereka mampu memberikan nafkah kepada keluarga.
Islam Solusi Setiap Permasalahan
Berbeda dengan Islam, semua permasalahan kehidupan umat diselesaikan dengan baik dan benar. Melalui penerapan aturan syariat secara menyeluruh oleh seorang pemimpin menempatkan dirinya sebagai pengurus dan penjaga, karena pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Rasulullah Saw. bersabda :
"Imam/khalifah adalah ra'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya. " (HR al-Bukhari)
Langkah pertama yang dilakukan negara dalam menanggulangi masalah pengangguran yaitu menyiapkan siatem pendidikan berbasis akidah Islam yang memadai, sehingga seluruh rakyat khususnya kaum laki-laki memiliki kepribadian yang baik dan juga memiliki skill yang mumpuni.
Kemudian negara menyediakan lapangan kerja dengan seluas-luasnya, membuka seluruh akses terutama terhadap sumber-sumber ekonomi yang halal, mencegah timbulnya penguasaan kekayaan milik umum oleh segelintir orang, apalagi asing, serta mencegah sektor-sektor nonriil yang membuat hancur perekonomian negara.
Selain itu, negara akan memberikan bantuan modal dan memberi keahlian kepada rakyat yang membutuhkan. Bagi rakyat yang tidak mampu bekerja karena memiliki kekurangan atau kelemahan seperti cacat fisik, maka akan diberi santunan oleh negara hingga mereka pun bisa tetap meraih kesejahteraan.
Negara juga akan mempermudah layanan publik secara gratis, sehingga apa pun pekerjaannya tidak menghalangi mereka untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar, bahkan hidup secara layak. Semua akan dibiayai dari dana kas negara (baitulmal) yang bersumber dari berbagai macam pos pemasukan seperti jizyah, kharaj, fa'i, ghanimah dan yang lainnya.
Demikianlah mekanisme Islam dalam menyelesaikan masalah pengangguran. Dengan diterapkannya aturan Islam secara menyeluruh maka kehidupan umat akan sejahtera, aman, tentram dan diberkahi, dan hanya Islam lah yang mampu mengatasi masalah pengangguran. Maka itu, bersegeralah kembali kepada jalan Islam agar tidak muncul berbagai permasalahan hidup.
Wallah'alam bisshawab.
No comments:
Post a Comment