Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Solusi Hakiki untuk Palestina

Thursday, May 01, 2025 | Thursday, May 01, 2025 WIB
Solusi Hakiki untuk Palestina


Idul Fitri 1446 H sudah tiba setelah kita berpuasa Ramadhan. Idul Fitri ini adalah moment membahagiakan, bisa berkumpul bersama keluarga, saudara, maupun kerabat. Idul Fitri merupakan moment spesial bagi umat Islam. Tetapi... Jauh di sana, yaitu di Gaza Palestina, Idul Fitri tak ubahnya seperti hari-hari biasa tidak ada yang spesial. Mereka tetap hidup dalam keadaan yang tidak aman, kelaparan, perang dan pembantaian  oleh zionis Israel.


Hal ini di sampaikan oleh Ustadzah Arin dalam acara KAISHA (Kajian Ibu Sholihah) yang mengusung tema Syawal Kita Untuk Palestina, pada Ahad 20 April 2025 yang bertempat di Probolinggo. Beliau mengatakan bahwa kebahagiaan kita sebagai umat islam belum sempurna jika saudara muslim kita masih terjajah. Beliau mengutip tentang hadist nabi, 'Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya). ' (HR. Bukhari dan Muslim).


Ustdzah memaparkan mengenai total korban sejak Oktober 2023 sampai maret 2025 mencapai 51.000 dan 15.000 lebih adalah anak-anak, sekitar 116.000 korban luka-luka. Menurutnya kondisi ini sangat ironis, sebab semua  penguasa Arab hanya diam saja. Mereka malah memilih memberikan loyalitas pada negara Barat yang mendukung kekejaman Zionis Yahudi Israel. Mereka hanya memberikan  dukungan logistik dan retorika belaka, seperti solusi dua negara, memboikot produk Israel, sanksi dari PBB tidak bisa menghentikan genosida ini. Kabar terbaru dari media bahwa presiden Indonesia bersedia menampung 1000 penduduk Gaza. Ustadzah bertanya, Apakah hal tersebut adalah solusi yang terbaik? Ternyata bukan. Beliau menjawab bahwa solusi hakikinya adalah Jihad dan Khilafah. Tetapi bisakah di lakukan saat ini? Ternyata Tidak bisa juga. 


Beliau menyampaikan 2,04 milyar umat islam di seluruh dunia tidak sanggup mengusir negara kecil Israel dari bumi para nabi. Apa yang menjadikan hal tersebut adalah karena kaum muslim terpecah belah dan Nasionalisme adalah penyebab utama terjadinya Genosida di Palestina. Dengan adanya nasionalisme umat Islam tersekat-sekat oleh Nation-State yang mengakibatkan umat hanya memikirkan saudaranya yang sebangsa saja. Padahal dulu umat Islam ini berada dalam satu kesatuan yang dipimpin oleh satu orang Khalifah.


Ustdzah mengutip sejarah bahwa dulu Aceh yang pada saat itu mengalami penyerangan oleh Portugis, masyarakat Aceh meminta bantuan kepada Kekaisaran Ottoman atau Kesultanan Turki Utsmani, maka dikirimlah 15 kapal induk, 2 kapal perang, para ahli pembuat meriam, 7 penembak meriam, senapan dan peralatan perang. Ini bisa kita bandingkan dengan kondisi saat ini yang terjadi di Gaza bahwa tidak ada negara yang benar-benar membelanya dengan kekuatan militernya. Dari fakta ini harusnya sudah cukup memberikan pelajaran nyata bahwa tidak ada kemenangan kecuali dengan bersatunya kaum muslim di bawah kepemimpinan tunggal yaitu Khilafah. 


Diakhir penjelasannya ustadzah menyatakan bahwa solusi hakiki yang di butuhkan oleh Palestina adalah dengan menyatukan kaum Muslim serta melepaskan Nasionalisme. Sedangkan sikap kita sebagai umat Islam adalah memperjuangkan kembali institusi Khilafah dengan sistem pemerintahan yang diwariskan Rasulullah yang akan menerapkan islam secara kaffah. Beliau juga mengajak kepada kita semua yang hadir dalam majelis agar bersatu mendakwahkan tegak nya sistem islam sesuai dengan Manhaj Rasulullah. 

Reporter oleh Yuli

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update