Oleh Rahma
Dari data Pihak Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), diketahui bahwa hutang masyarakat Indonesia melalui layanan Buy Now Pay Later ( BNPL ) pada bulan Februari 2025 mencapai angka yang cukup fantastis yakni sebesar Rp. 21.98 triliun ( Liputan6.com, 11-04-25).
Ribawi Menjamur dalam Sistem Sekuler Kapitalisme
Daya beli masyarakat di berbagai daerah di Indonesia belakangan ini menurun. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Di antaranya adalah maraknya PHK, naiknya harga-harga, beban utang meningkat dll. Selain itu juga pengaruh dari lesunya ekonomi secara global. Himpitan ekonomi inilah yang membuat masyarakat harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Salah satunya adalah dengan memakai sistem belanja online dengan fasilitas pembayaran menggunakan sistem paylater (pembayaran nanti).
Dalam sistem kapitalis, pemenuhan kebutuhan hidup yang mudah tanpa memperhatikan syarat tertentu dalam agama mengakibatkan besarnya arus budaya konsumerisme, dan kebahagiaan diukur dengan standar materi saja. Adanya paylater makin mendorong arus konsumerisme. GenZ dan kaum milenial juga banyak yang memilih sistem pembayaran ini karena prosesnya cepat dan mudah, hanya dengan menyertakan KTP saja.
Kemudahan pembayaran di belakang ini sebenarnya perangkap yang sangat berbahaya karena tanpa disadari mereka akan bertransaksi di luar kemampuan keuangan mereka. Apalagi saat digencarkan tawaran promo, maka belanja bisa tidak terkontrol tanpa peduli kondisi keuangan mereka saat itu. Tagihan BNPL akan berlipat dan membengkak karena memakasi sistem riba. Walhasil di belakang hari pengguna akan kesulitan dalam membayarnya.
Paylater yang semakin marak saat ini sesungguhnya berbasis ribawi, yang haram dalam pandangan Islam.
Sebagaimana firman Allah :
"Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba" ( QS. Al Baqarah : 275 ).
Alih-alih bisa menjadi solusi, paylater justru berpotensi menambah beban masalah masyarakat, dan menambah dosa, yang akan menjauhkan keberkahan.
Penerapan Islam Kaffah akan Menjamin Kesejahteraan Rakyat
Dalam sistem Islam akan ada cara untuk menutup celah budaya konsumerisme, karena ada pertanggungjawaban di hadapan Allah swt. Masyarakat akan terbentuk ketakwaannya sehingga standar bahagia pun bukan dari sisi materi tapi karena mendapatkan ridha Allah swt.
Sistem ekonomi Islam memiliki mekanisme untuk mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber pemasukan lainnya dalam Islam, akan bisa menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup per individu. Karena sesungguhnya negara tidak boleh lepas tangan dan membiarkan rakyat berjuang sendiri dalam menghadapi kesulitan hidupnya.
Dalam negara Islam segala praktik ribawi akan dihapuskan karena negara dalam sistem Islam akan menjaga agar rakyat jauh dari keharaman dan senantiasa dalam ketaatan kepada Allah SWT. Dan seorang Khalifah sebagai pemimpin akan menjadikan dirinya sebagai rain (pemelihara) dan junnah (perisai) bagi rakyatnya.
Sesungguhnya Islam adalah agama yang sempurna yang memiliki sistem sempurna juga dalam mensejahterakan rakyatnya. Dan menjaga umat senantiasa terikat dalam ketaatan kepada Allah swt.
Wallahu a'laam bisshawaab.

No comments:
Post a Comment