Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nestapa Palestina, Tanggung Jawab Seluruh Kaum Muslim

Saturday, May 03, 2025 | Saturday, May 03, 2025 WIB Last Updated 2025-05-03T12:27:24Z

 


Oleh Aisya


Masyarakat dunia sejenak bernafas lega ketika perang dihentikan sementara waktu. Dengan memberlakukan gencatan senjata oleh kedua belah pihak. Perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang berlaku di Gaza sejak 19 Januari. Perang Israel yang telah menyebabkan kehancuran luas dan meninggalkan palestina dalam reruntuhan. 


Akan tetapi, terlepas dari gencatan senjata otoritas lokal Gaza melaporkan hampir setiap hari pelanggaran dilakukan oleh tentara Israel. Sejak 2 April, Israel juga memborbardir total bantuan kemanusiaan. Termaksuk pasokan makanan dan obat-obatan masuk ke Gaza. 


Kejahatan perang terbaru yang dilakukan Israel untuk memaksa Hamas. Untuk menyanggupi perpanjangan gencatan senjata tahap pertama. Sehingga semua sandera bebas, tanpa mewajibkan Israel menarik pasukan dari Gaza. Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan sejak November tahun lalu. Untuk Perdana Mentri Israel Benjamin Netahayu dan mantan Mentri Pertahanannya. Atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ). Karena Perangnya di daerah tersebut ( Tempo, 17/03/2025).


Meski saat ini pihak Hamas intens melakukan negoisasi ulang dengan pihak Zionis di bawah kawalan Mesir, Qatar dan AS. Tampak bahwa perang ini sangat tidak simbang. Terlebih keterlibatan para pihak dalam negoisasi ini dibungkus kepentingan nasional dan kepentingan pragmatis masing-masing. Terutama jika mengingat posisi mereka adalah sekutu utama non-NATO bagi AS di Timur Tengah. 


Sebagaimana diketahui, Qatar adalah rumah bagi pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah. Begitupun dengan Mesir. Mesir, selain dikenal sebagai sekutu utama non-NATO bagi AS di Timur Tengah. Juga menjadi penerima bantuan militer AS non-NATO terbesar kedua. Setelah negara ilegal buatan Zionis. 


Wajar jika saat genosida di Gaza terjadi. Tidak ada yang dilakukan para penguasa negeri ini. Alih-alih fokus menghilangkan akar permasalahan Palestina. Dengan membantu rakyat Palestina mengusir penjajah. Mengirimkan pasukan militernya. Sekedar membuka pintu perbatasan untuk memperlancar pengiriman bantuan kemanusiaan. Tidak mampu dilakukan dengan dalih untuk menjaga kepentingan nasional.


Begitu pun saat terjadi pelanggaran perjanjian gencatan fase pertama oleh pihak Zionis. Tidak ada yang dilakukan kedua negara mediator. Selain meminta warga Gaza dan Hamas bersabar dalam menerima keputusan lawan. Mesir bahkan berinisiasi menyusun proposal rekontruksi Gaza. Sebagai alternatif pengganti ide Trump yang kemudian disetujui Liga Arab.


Padahal, isinya sama sekali tidak menyinggung soal mewujudkan independesi Gaza dan Palestina. Tetapi, justru memperkuat ketergantungan pada bantuan komunitas. Serta lembaga-lembaga internasional. Terutama PBB yang terbukti menjadi perpanjangan kepentingan AS. 


Realitas ini menegaskan bahwa masa depan Gaza dan Palestina sejatinya mustahil diserahkan kepada negara yang penguasanya tidak berhidmat kepada Islam. Meskipun mengaku sebagai negeri Islam. Terlebih kepada komunitas internasional yang hanya hanya diam. Ditengah kebiadaban kaum muslim di Gaza oleh Israel.


Berbagai Solusi Ditawarkan


Agresi Militer Yahudi yang semakin brutal terhadap warga Palestina. Dengan korban yang banyak tidak hanya kaum laki-laki yang menjadi korban. Tetapi, kaum ibu bahkan anak-anak.Karena itu, banyak pihak yang menawarkan berbagai solusi. Untuk menyelesaikan permasalahan ini.


Pertama, solusi two nation state atau dikenal dengan solusi dua negara. Dengan mengakui kemerdekaan Palestina. Serta hidup berdampingan dengan Zionis Yahudi.


Kedua, solusi memboikot produk-produk Zionis Yahudi. Ketiga, meminta PBB untuk memberikan sanksi. Sejatinya masalah substansional Palestina adalah perampasan tanah Palestina oleh Zionis Yahudi. Dengan didukung oleh Inggris, AS dan PBB. Keempat, solusi memindahkan anak-anak Palestina ke tempat yang aman.


Jihad dan Khilafah, Solusi Hakiki Masalah Palestina 


Satu-satunya cara menolong Gaza adalah dengan mengerahkan seluruh potensi umat. Untuk jihad fi Sabilillah. Hanya saja kita tidak mungkin berharap aktivitas yang sangat agung dan mulia ini akan diinisiasi oleh para penguasa muslim yang sedang berkuasa. 


Adapun yang siap dan layak memimpin jihad hanya seorang Khalifah yang dibaiat oleh umat. Untuk menjalankan seluruh syariat Islam. Dalam seluruh aspek kehidupan. 


Keberadaan seorang Khalifah menjadi tanggung jawab bagi seluruh umat Islam. Sejak khilafah terakhir runtuh akibat kontribusi barat. Lebih dari 100 tahun, duam miliar umat masih hidup tanpa pengurus dan penjaga. 


Padahal syariat Islam menetapkan batas maksimal. Umat boleh hidup tanpa baiat kepada Khalifah hanyalah tiga hari tiga malam.


Wajar jika sepanjang masa itu, kehidupan umat Islam dipenuhi dengan berbagai kesempitan. Berbagai krisis, mulai dari politik, ekonomi, moral, sosial, hukum dan hankam. Selalu menggelayuti kehidupan umat Islam. 


Oleh karena itu, sudah saatnya umat berjuang menegakkan khilafah. Dalam sejarah telah berhasil bersatu menjadi kekuatan adidaya. Dengan menggencarkan dakwah membangun kesadaran. Agar umat menyadari bahwa Islam bukan sekedar agama ritual. Melainkan sebagai sebuah ideologi sebagai solusi atas semua problem kehidupan. 


Wallahu A'lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update