Oleh Siti Saadah
Aktivis Muslimah
Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja, pasalnya dengan tingginya nilai rupiah terhadap dolar Amerika. Sehingga kondisi tersebut akan memengaruhi inflasi terhadap dunia industri, bahkan bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi PHK besar-besaran.
Anggota Komisi IX DPR RI asal Kabupaten Bandung, Romy Romaya, memperingatkan pemerintah akan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). "Beberapa bulan ini telah terjadi PHK terhadap belasan ribu pekerja, dan yang terbaru di Jawa Tengah" tutur Romy saat halal bihalal DPC PKB Kabupaten Bandung, Minggu 13 April 2025.
Kabupaten Bandung pun turut rentan terhadap PHK termasuk ratusan orang yang kontrak kerjanya dihentikan di kawasan industri Majalaya. Jika kekhawatiran tersebut terjadi, ekonomi masyarakat ditakutkan akan semakin terpuruk dan pengangguran merajalela ditengah kondisi ekonomi yang labil. Berharap Presiden memiliki solusi juga rencana-rencana yang bagus untuk mengimbangi masalah ini, dimulai dengan menekan supaya dolar bisa kembali stabil. Di lansir dari media online BALEENDAH,AYOBANDUNG.COM
Melemahnya rupiah terhadap nilai tukar dolar AS adalah bentuk konfirmasi bahwa dunia saat ini sedang dalam genggaman imperialisme AS. Meski ada faktor lainnya yang menyebabkan rupiah melemah.
Yang paling berpengaruh ialah dominasi mata uang dolar AS sebagai mata uang Internasional yang mengontrol nilai tukar mata uang negara selainnya. Tidak hanya rupiah yang melemah, jika bank sentral Amerika menaikkan suku bunganya, pasti berimbas pula ke mata uang negara lainnya. Dalam hal ini, AS adalah pengendali mata uang Internasional.
Saat ini, dolar AS mendominasi transaksi global, kekuatan dolar AS memiliki dampak ekonomi, yakni menjadikan AS mampu memberi sanksi secara ekonomi dan finansial kepada negara yang disasar. Eksistensi AS sebagai pengemban ideologi kapitalisme dan dominasi dolarnya sangat mempengaruhi kondisi ekonomi global.
Ketika nilai tukar rupiah melemah, jelas berdampak besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Tersebab mata uang kertas menjadi alat pembayaran yang sah di Indonesia, mau tidak mau pasti terkena imbasnya.
Islam menetapkan sistem mata uang berbasis emas. Sistem ini lebih stabil dan adil sehingga aspek ekonomi akan aman dan jauh dari krisis. Emas dan perak sudah lama dipakai sebagai sistem mata uang sejak masa Rasulullah saw. Emas dan perak adalah mata uang paling stabil yang pernah ada. Sejak masa awal Islam hingga hari ini nilai mata uang Islam dwilogam itu tetap stabil dalam hubungannya dengan barang-barang konsuntif.
Dalam sistem Islam segala sesuatu yang akan digunakan sebagai mata uang, harus memenuhi tiga syarat.
Pertama, mata uang tersebut harus dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai suatu barang dan jasa, yaitu sebagai penentu harga dan upah.
Kedua, dikeluarkan oleh otoritas yang bertanggung jawab menerbitkan mata uang tersebut dan ini bukan badan yang tidak diketahui keberadaannya.
Ketiga, mata uang tersebut harus tersebar luas dan mudah di akses oleh masyarakat luas dan tidak ekslusif hanya untuk sekelompok orang tertentu saja.
Jika emas digunakan sebagai mata uang resmi oleh negara, maka ketiga syarat tersebut akan terpenuhi dan bukan sekedar menjadi komoditas biasa. Dan negara akan memiliki kekuatan ekonomi.
Dengan penggunaan sistem mata uang emas yang diterapkan oleh negara maka ekonomi rakyat akan berjalan stabil. Kehidupan masyarakat juga akan tenang tanpa merasa was-was dengan krisis ekonomi, resesi, atau pelemahan nilai tukar mata uang.
Wallahualam bissawab

No comments:
Post a Comment