Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maraknya Prostitusi di IKN: Cerminan Tantangan Sosial Pembangunan Besar-besaran.

Saturday, May 10, 2025 | Saturday, May 10, 2025 WIB Last Updated 2025-05-10T10:59:54Z
Maraknya Prostitusi di IKN: Cerminan Tantangan Sosial Pembangunan Besar-besaran.

Oleh: Rahmi Surainah, M.Pd, 

alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin


Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) otomatis akan membawa dampak, baik positif maupun negatif. Pembangunan  tidak hanya membawa kemajuan infrastruktur, tetapi juga memunculkan fenomena sosial yang mengkhawatirkan, yakni maraknya praktik prostitusi.

 

Laporan terbaru menunjukkan bahwa banyak pekerja seks komersial (PSK) dari luar daerah, bahkan luar Kalimantan, berdatangan ke wilayah ini untuk menawarkan layanan “open BO” (booking online), sebuah istilah yang merujuk pada prostitusi daring melalui aplikasi pesan seperti MiChat, WhatsApp, atau Telegram. Fenomena ini memicu keresahan sosial dan tantangan bagi penegakan hukum setempat.


Kehadiran ribuan pekerja proyek IKN yang sebagian besar adalah laki-laki dari berbagai daerah, menjadi salah satu pendorong utama maraknya prostitusi. Para pekerja ini sering tinggal jauh dari keluarga, menjadi target empuk bagi PSK yang menawarkan layanan melalui platform digital.


Pemerintah setempat, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), telah gencar melakukan razia berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Penajam Paser Utara. Pada Februari 2025, misalnya, dua pekerja seks ditangkap, mengaku melayani pekerja IKN sebagai klien utama. Namun, penegakan hukum menghadapi kendala karena sifat transaksi yang “suka sama suka” antara PSK dan klien, sehingga sulit menjerat pelaku secara hukum kecuali ada bukti eksploitasi atau perdagangan manusia. 


Selain itu, banyaknya oknum yang diduga terlibat atau melindungi praktik ini semakin mempersulit pemberantasan. Maraknya prostitusi di IKN adalah cerminan dari tantangan sosial yang menyertai pembangunan besar-besaran.


Prostitusi Dipelihara 


Dampak pembangunan ala kapitalisme sekulerisme meniscayakan merebaknya kemaksiatan salah satunya prostitusi. Pemindahan dan pembangunan IKN hanya memperhatikan fisik semata. Andai pernah disinggung terkait dampak sosial namun langkah antisipasi tidak ada, akhirnya ketika terjadi tak terbendung lagi.


Maraknya prostitusi online tidak bisa dilepaskan dari akar persoalannya, yaitu tertancapnya sistem kehidupan sekuler kapitalisme di tengah masyarakat. Pertama, sistem sekuler melahirkan manusia-manusia yang tidak paham agama. Mereka hidup hanya berbekal aturan berdasarkan akal manusia yang lemah sehingga syahwat menjadi pemimpin dalam perilakunya. Masyarakat sekuler menjadikan standar kebahagiaannya pada kepuasan jasadi sehingga permintaan terhadap PSK akan terus tinggi. 


Kedua, sistem sekuler kapitalisme menjadikan siapa pun berbisnis tanpa memperhatikan halal dan haram. Dengan mudahnya seseorang berbisnis komoditas haram. Dalam sistem ekonomi kapitalisme, yang diperhatikan hanyalah profit, tidak peduli bisnisnya mengundang mudarat atau tidak bagi kehidupan umat. Ketiga, sistem sanksi dalam negara sekuler tidak menjerakan.  


Selanjutnya sistem kerja saat ini memang minim perhatian terhadap tenaga kerja atau buruhnya. Jangankan kebutuhan biologis yang harus dipenuhi dan diperhatikan, pemberian upah saja bermasalah. Para kapital tidak akan ambil pusing dengan kebutuhan biologis karena standar mereka adalah materi bukan halal atau haram. Terserah pekerjanya mau memenuhi kebutuhan biologis dengan halal kepada isterinya atau haram. Apalagi ada jaminan kebebasan alias HAM dalam sistem demokrasi negeri ini.


Kebebasan berperilaku/ liberal dalam sistem kapitalisme sekuler barat menghancurkan tatanan sosial yang memuliakan manusia. Belum lagi sistem ekonominya kapitalis yang bersandar kepada kepentingan ekonomi tentu standarnya meraih keuntungan sebesar-besarnya. Segala hal yang mengurangi keuntungan akan ditekan. Sulit ditemukan regulasi bagi pekerja apalagi buruh kasar untuk membawa isteri atau ada izin cuti tengok isteri, karena akan menambah modal atau beban produksi perusahaan.


Islam Mencegah Prostitusi 


Pemenuhan kebutuhan biologis adalah manusiawi. Dalam Islam disebut “gharizah nawu’”, naluri berkasih sayang atau melestarikan keturunan. Pemenuhannya terjadi jika ada rangsangan dan jika tidak terpenuhi akan menyebabkan kegelisahan. Sejatinya harus dipenuhi dengan aturan syariat, mempertimbangkan halal dan haram.


Islam menjaga kemuliaan manusia dengan membuat aturan pemenuhan kebutuhan biologis sesuai syariat. Pernikahan adalah pintu kebolehan agar terpenuhinya kebutuhan biologis. Penguasa dalam Islam pun peduli terhadap mereka yakni para pemuda yang belum menikah akan dibantu dinikahkan. Bagi yang sudah menikah pun ketika jihad berpisah suami-isteri penguasanya peduli akan kebutuhan biologisnya.


Islam sebagai sebuah sistem kehidupan mampu menjawab berbagai persoalan, termasuk maraknya prostitusi online atau offline. Pertama, Allah Taala mewajibkan umatnya untuk menerapkan Islam secara menyeluruh. Kedua, sistem kehidupan Islam akan melahirkan manusia-manusia beriman dan bertakwa. Alhasil, apa pun yang mereka lakukan akan senantiasa terikat dengan aturan Allah Taala sebab tolok ukur perbuatan seorang muslim adalah halal dan haram. Begitu pun standar kebahagiaan seorang hamba, yakni rida-Nya.


Inilah yang menjadi jaminan seseorang untuk senantiasa taat pada Allah Taala. Secara otomatis, permintaan akan prostitusi akan hilang. Begitu pun para pebisnis akan takut untuk menjalankan bisnis haram karena hisabnya yang sangat berat bagi siapa saja yang menjadi wasilah adanya perzinaan. Para pebisnis yang mencari rida Allah Taala tentu akan melakukan muamalah yang membawa keberkahan sehingga bisnis yang berkembang dalam masyarakat Islam adalah bisnis yang membawa pelakunya pada ketakwaan yang tinggi.


Ketiga, sistem sanksi dalam Islam sangat menjerakan. Hukuman bagi PSK dan pengguna PSK telah jelas, yaitu jilid dan rajam. Bagi pezina mushan (sudah menikah), hukumannya berupa rajam dan bagi pezina ghairu muhsan (belum menikah), hukumannya berupa cambuk 100 kali dan diasingkan selama setahun. Bagi muncikari, hukuman bagi mereka berupa takzir yang ditentukan oleh pengadilan. Hukuman bagi muncikari ini bisa lebih berat lagi sebab di dalamnya terdapat unsur perdagangan manusia (human trafficking).


Keempat, sistem ekonomi Islam akan menjamin kehidupan masyarakat penuh dengan kesejahteraan. Hubungan penguasa dan rakyat laksana pelayan dan tuannya. Penguasa ada untuk melayani rakyatnya. Inilah yang menjadikan seluruh urusan kehidupan umat terjamin, termasuk lapangan kerja.


Terlebih para perempuannya, nafkah mereka akan dijamin oleh suami dan para wali mereka, bahkan negara. Kehormatan para wanita akan sangat dijaga dan dimuliakan sebab dari wanitalah akan lahir generasi yang siap membangun peradaban mulia.


Demikianlah jaminan kehidupan Islam yang jauh dari kemaksiatan dan penuh dengan kesejahteraan. Pembangunan dalam Islam pun akan memperhatikan strategis dan kualitas masyarakat sehingga kejayaan peradaban akan lahir darinya. Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update