Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kecurangan Sistemik Buah Sistem Kapitalis Sekuler

Tuesday, May 13, 2025 | Tuesday, May 13, 2025 WIB Last Updated 2025-05-13T07:19:02Z

 


D Budiarti Saputri

Tenaga Kesehatan

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025 barus saja terlaksana. Sayangnya banyak dugaan kecurangan dalam prosesnya. Hal ini sampai viral di sosial media.

Panitia SNPMB menyayangkan dan mengutuk kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025. Pasalnya, hal ini dianggap mencederai prinsip keadilan, integritas dan kejujuran yang menjadi dasar seleksi nasional. Terkait adanya dugaan soal yang bocor di berbagai platform media sosial (medsos), panitia menegaskan bahwa itu bukan bocoran soal, melainkan kecurangan oknum peserta yang merekam soal di sesi pertama UTBK. Panitia menekankan bahwa terdapat perbedaan soal dalam setiap sesi yang diselenggarakan, meskipun dilaksanakan pada hari yang bersamaan. Lebih lanjut, panitia juga menyoroti adanya modus kecurangan baru oleh sejumlah peserta UTBK SNBT 2025, yakni memasang kamera yang tidak terdeteksi metal detector di behel gigi, kuku, ikat pinggang dan kancing baju. Dikutip dari beritasatu.com (25/4/25).

Pemanfaatan Teknologi untuk mengakali test UTBK menggambarkan buruknya akhlak calon mahasiswa.  Hal ini juga mengukuhkan gagalnya sistem pendidikan dalam mewujudkan generasi berkepribadian Islam dan memiliki keterampilan. Hal ini dikuatkan oleh survey KPK, yang menyebutkan banyak siswa SMA dan mahasiswa yang menyontek.

Kecurangan sistematis ini akan selalu terjadi dalam sistem kapitalis sekuler. Hal ini berdampak pada lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang culas, bermental lemah, enggan bekerja keras, serta tidak kapabel. Selain itu hanya menjadikan generasi yang berorientasi pada hasil serta mengabaikan halal haram. Hal ini adalah buah dari sistem hidup saat ini yang berlandaskan kapitalisme. Sistem kapitalis menjadikan ukuran kebahagiaan berorientasi pada hasil/ materi.

Kurikulum pendidikan yang sekuler memberi porsi amat sedikit pada materi pendidikan agama Islam. Pada madrasah memang porsinya lebih banyak, meski tidak sebanyak pelajaran umum, tetapi konten materinya makin sekuler seiring dengan arus moderasi pendidikan.

Materi Islam disampaikan hanya sebagai hafalan demi mendapatkan nilai bagus, bukan untuk diamalkan sebagai karakter muslim bertakwa. Akibatnya, materi agama Islam tidak membekas pada perilaku siswa, termasuk ketika mengerjakan ujian. Ditambah lagi para guru disibukkan dengan mengejar jumlah jam mengajar demi memperoleh tunjangan dan kewajiban administrasi yang banyak dan rumit sehingga kurang memperhatikan aspek kepribadian siswa.

Islam menjadikan ukuran kebahagiaan adalah keridaan Allah. Negara Islam akan menjaga agar setiap individu senantiasa terikat dengan aturan Allah. Sistem Pendidikan Islam berasas akidah Islam akan mencetak generasi unggul berkepribadian Islam, terikat pada syariat Allah, memiliki ketrampilan yang handal, dan menjadi agen perubahan. Dengan kuatnya kepribadian Islam, kemajuan teknologi pun akan dimanfaatkan sesuai dengan tuntunan Allah, dan untuk meninggikan kalimat Allah Swt. Wallahualam bissawab

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update