Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Dihantui Pengangguran Massa, Islam Beri Solusi Tuntas

Saturday, May 10, 2025 | Saturday, May 10, 2025 WIB Last Updated 2025-05-10T10:57:00Z
Generasi Dihantui Pengangguran Massa, Islam Beri Solusi Tuntas

Oleh: Iria Trisna 

(Aktivis Muslimah Deli Serdang) 


Dilansir dari CNBC Indonesia- Gelar Sarjana dulu dipuja, dianggap sebagai pintu menuju masa depan cerah. Namun kenyataannya dilapangan berkata lain. Makin banyak lulusan universitas diIndonesia justru masuk dalam lingkaran pengangguran, menunggu tanpa kepastian, ditengah pasar kerja yang kian selektif dan jenuh. 


Data dari badan pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren yang mencemaskan, pada tahun 2014, jumlah pengangguran bergelar sarjana tercatat, 495.143 orang. Angka ini melonjak drastis menjadi 981.203 orang pada 2020 dan meski sempat turun menjadi 842.378 orang di 2024, jumlah tersebut tetap tergolong tinggi. 


Indonesia mempunyai sumberdaya Alam yang sangat melimpah. Namun karena kesalahan dalam pengelolahan dan dalam pengambilan kebijakan, akibatnya hasilnya tidak dapat dinikmati oleh seluruh rakyat. Padahal, jika pengelolaan sumberdaya alam ini sesuai dengan Islam, maka seharusnya tidak akan ada rakyat yang menganggur, miskin, dan juga meminta-minta. 


Pengangguran atau tuna karya merupakan istilah yang diberikan kepada orang-orang yang tidak bekerja sama sekali atau orang yang sedang mencari  pekerjaan. Pengangguran juga dapat diartikan sebagai sebuah situasi ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan. Pengangguran merupakan golongan angkatan kerja yang belum melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan uang. Pengangguran ini tidak terbatas pada orang yang belum bekerja, tetapi dapat termasuk pula orang-orang yang sedang mencari pekerjaan serta orang yang memiliki pekerjaan namun tidak produktif, sehingga dapat dikategorikan sebagai pengangguran. 


Menurut Sukirno/2004, pengertian pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. 


Menurut Syekh Yusuf Al qardhawi, pengangguran dibagi  menjadi dua jenis, yaitu pengangguran jabariyah, yaitu seseorang yang menganggur karena tidak punya pilihan lain ia terpaksa menganggur karena tidak ada ilmu serta keterampilan sehingga terpaksa menjadikannya pengangguran. Kemudian kedua pengangguran khiyariyah yaitu orang-orang yang lebih memilih untuk menganggur dan menggantungkan kebutuhannya kepada orang lain, padahal dirinya memiliki kemampuan untuk bekerja. 




Islam mensolusi Tuntas



Dalam Islam ada beberapa yang dilakukan oleh seorang khalifah (pemimpin dalam Islam) untuk mengatasi pengangguran, karena pemimpin/khalifah merupakan penanggungjawab atas kepengurusan rakyatnya, sebagaimana dalam sebuah hadis yang menyatakan bahwa


Imam khalifah adalah raa'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggungjawab atas kepengurusan rakyatnya ( HR. al-Bukhari). 


Selain itu juga rakyat juga diberikan akses demi memenuhi kebutuhan sekunder, dan jaminan ketersediaan  kebutuhan pokok bagi kalangan  yang kurang mampu. Khilafah (Negara dengan sistem Islam) akan menjalanlan mekanisme praktis dalam upaya pemerataan ekonomi dan kesejahteraan hingga menumpas pengangguran, yakni dengan penerapan sistem ekonomi islam. 


Sistem ekonomi islam tegak diatas prinsip kepemilikan yang khas, yang membagi antara kepemilikan negara, kepemilikan umum, dan kepemilikan individu. Sumberdaya alam yang melimpah dan tidak dan tidak terbatas jumlahnya ditetapkan sebagai kepemilikan umum 

(milik rakyat). Karena itu diharamkan untuk dikuasai individu bahkan oleh negara. Sebagaimana yang terjadi pada sistem kapitalisme hari ini. Sumberdaya Alam  yang melimpah. Sebab Allah SWT sebagai pemegang kedaulatan tertinggi yaitu sumber hukum memang telah menetapkannya sebagai milik umum. Adapun negara diperintah syari'at untuk 

mengelolahnya dan menggunakan hasinya sebagai modal menyejahterakan rakyat, khususnya melalui jaminan pemenuhan hal kolektif rakyat, yaitu kesehatan, pendidikan, keamanan, layanan infrastruktur dan fasilitas umum sehingga tercipta kehidupan yang layak, kondusif untuk rakyat. 


Dari sini saja betapa negara dalam sistem Islam akan punya sumber pemasukan keuangan yang luar biasa besarnya. Terlebih Allah telah menganugerahkan seluruh wilayah negeri Muslim memiliki sumber kekayaan yang melimpah yang dibutuhkan oleh penduduknya. Ditambah lagi sumber daya Alam yang melimpah yaitu berupa padang dan perairan yang potensi pengembangannya juga sangat luar biasa. 


Khilafah juga akan meningkatkan etos kerja dan produktivitas kerja masyarakatnya yang mampu bekerja. Dalam hal ini khilafah menjamin setiap kaum ayah ataupun para wali mendapatkan pekerjaan yang layak yang memungkinkan bagi mereka memperoleh harta untuk menafkahi keluarga yang ditanggungnya. 


Selain itu juga, lapangan pekerjaan juga disediakan seluas-luasnya oleh Negara (khilafah). Pengelolahan sumber daya alam secara mandiri oleh negara otomatis akan membuka lapangan kerja diberbagai sektor. Mulai tenaga ahli hingga tenaga terampil, maka hal tersebut akan menghapuskan pengangguran. 


Semoga umat semakin tersadarkan dengan sistem islam ini, yang akan membawa keberkahan bagi seluruh umat. Maka jika negara saat ini yaitu Indonesia tercinta khususnya, masih dengan sistem Kapitalisme maka hal tersebut tidak akan terwujud, oleh karena itu tugas kita dan seluruh kaum Muslimin untuk senantiasa menyebarkan bahwa sistem Islam adalah satu-satunya sistem shohih (benar) dan yang layak diterapkan di tengah umat bukan sistem sekuler kapitalisme dengan segala kezoliman dan keburukannya. 


Wallahu a'lam bi shawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update