Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaza Dalam Genosida

Tuesday, May 13, 2025 | Tuesday, May 13, 2025 WIB Last Updated 2025-05-13T03:11:31Z
Gaza Dalam Genosida

Oleh : Anna Ummu Maryam 

Pegiat Literasi Peduli Negeri 



Koalisi Global Bela Al-Quds dan Palestina resmi membuka Konferensi Al-Ruwad ke-14 di Istanbul, Turki, pada Sabtu, (27/4/2025). Konferensi Dunia untuk Palestina yang mengangkat tema "Kemenangan untuk Gaza adalah Tanggung Jawab Umat” itu dihadiri oleh tokoh-tokoh dan pemimpin nasional, pemimpin media, budayawan, aktivis sosial, serikat pekerja, akademisi, pemuda, dan berbagai lembaga dari sekitar 60 negara di seluruh dunia. 


Turut hadir pula para tokoh pejuang, ulama, mantan tahanan, serta tokoh gerakan rakyat Palestina, di antaranya: Khaled Mashal, Abdul Nasser Isa, dan Usamah Hamdan(Sabili.id.28/04/2025).


Gelombang kepedulian atas derita terhadap perang pada rakyat Gaza telah menyita perhatian dunia. Hingga saat ini suara pembebasan terhadap kondisi Gaza terus memanas dan bergejolak. Gelombang dukungan pada Gaza berasal dari berbagai golongan, masyarakat umum hingga mahasiswa.


Berbagai bentuk kepedulian dan penolakan hingga kini kian memanas di jagat maya. Bentuk kepedulian tersebut  seperti aksi damai dijalan-jalan, pembagian brosur, bantuan dana hingga medis dan lain lain. Ada juga yang memboikot produk, hingga melakukan  sejumlah aksi lain guna menghentikan Perang Gaza .


Secara kemanusiaan apa yang terjadi pada rakyat Gaza tidak seorangpun membenarkannya justru masyarakat secara nasional dan internasional mengutuk segala bentuk pembantaian Zionis-Israel yang menjadikan rakyat sipil sebagai korban opini mereka. Pembantaian ini telah sampai pada tindakan genosida karena bukan hanya menyasar pada orang pemegang senjata tetapi pada seluruh rakyat Gaza.


Genjatan Senjata Hanya Kedok Zionis-Israel 


Parahnya kondisi perang di Gaza telah membuat banyak pihak untuk berusaha menghentikan perang tersebut. Brutalnya pembunuhan yang dilakukan zionis tentu disokong oleh negara besar. Amerika sebagai negara super power dengan jelas mengatakan bahwa mereka akan mendukung dan membantu terwujudnya negara bagi Zionis-Israel ditanah palestina.


Selain itu banyak tawaran yang diberikan  untuk segera menghentikan perang yang ada di jalur Gaza. Salah satunya adalah perjanjian damai dengan genjatan Senjata. Namun perlu kita ketahui bahwa itu hanyalah kedok zionis untuk memberikan ruang pada mereka untuk mengganti para militer sekaligus senjata yang mereka gunakan.


Artinya mereka dengan sengaja menciptakan kondisi tersebut untuk melakukan manuver terselubung tersebut. Maka jelaslah bahwa mereka menghentikan serangan untuk persiapan bukan kasihan terhadap warga Gaza. Sedangkan dipihak Gaza kian terluka bahkan tanpa ada perawatan yang memadai.


Tentu kita bertanya mengapa kondisi ini bisa terjadi.  Hal ini adalah buah dari penerapan sistem kapitalis yang telah melahirkan manusia-manusia haus darah demi memuaskan keinginan duniawi mereka. Rasa kemanusiaan dan sosial dalam sistem kapitalis hanya kedok busuk yang penuh racun mematikan.


Sistem ini telah menjadikan manusia memiliki prinsip rimba yaitu siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Bahkan jika bisa mereka hanya menyisakan penduduk bumi yang mengikuti aturan mereka dan memusnahkan manusia lainnya.


Sungguh sebuah peraturan yang gila. Namun anehnya masih saja hingga kini mempercayai Amerika sebagai negara superpower. Sejatinya sebuah negara yang tinggi adalah mampu menyelaraskan kehidupan dan kekayaan agar dinikmati oleh setiap manusia dibumi. Bukan justru sebaliknya yaitu manusia dibunuh dengan berbagai rekayasa.


Amerika sebagai polisi dunia sekaligus model penerapan sistem kapitalis telah gagal menjadi sebuah negarawan sejati. Karena telah menjadi negara yang haus darah dan harta yang telah melakukan berbagai kejahatan dengan agenda terselubung tentang penataan dunia ini.


Manusia pada hakekatnya memang tidak mampu mengaturnya kecuali sistem itu berasal dari luar diri manusia dan itu adalah Sang pencipta yang menciptakan manusia beserta isinya.


Gaza Bagi Islam


Islam adalah sebuah agama yang lahir dari pencipta manusia dan seisinya. Sehingga wajar kita memahami bahwa selain manusia diciptakan juga disediakan peraturan demi keberlangsungan hidupnya. Peraturan ini adalah sebuah kehidupan yang apabila manusia mencampakkan justru akan terjadi bencana yang amat besar.


Peraturan Islam telah membuktikan bahwa apabila Islam dipelajari dengan sempurna maka akan mendatangkan kemaslahatan bagi setiap manusia bukan hanya Islam saja. Penerapan Islam secara sempurna hanya dalam sistem khilafah semata. Karena hanya model pemerintahan inilah yang mampu mengatur secara menyeluruh keadaan manusia.


Islam mengharamkan pertumpahan darah dan penjajahan. Karena tujuan tertinggi manusia dibumi adalah hidup dalam aturan Allah SWT semata. Beriman kepadanya dan menjalankan perintahNya. Apa yang terjadi pada Gaza seharusnya menjadi pelajaran pada kita bahwa musuh musuh Allah SWT selalu mencari jalan untuk menjatuhkan Islam.


Berhentinya serangan Zionis-Israel hanya dengan hadirnya sebuah negara superpower yaitu khilafah. Karena berharap pada negara yang ada sama saja. Karenaereka adalah pembebek peradaban dan peraturan barat. Saatnya kita membangun kembali persatuan kaum muslimin dan hidup dalam sistem yang benar yaitu sistem yang menerapkan Alqur'an dan Sunnah Nabi.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update