Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Derita Palestina Berakhir dengan Islam

Tuesday, May 13, 2025 | Tuesday, May 13, 2025 WIB Last Updated 2025-05-13T00:38:35Z

 



Oleh. Putri Ayu Wulandari (Aktivis Muslimah Sultra) 


Program Pangan Dunia (World Food Program/WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (25/4) mengatakan bahwa pihaknya telah kehabisan stok makanan di Jalur Gaza karena perlintasan perbatasan masih ditutup.


Hari ini, WFP mengirimkan stok makanan terakhir yang tersisa ke dapur umum di Jalur Gaza,” ujar pernyataan WFP, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (25/4/2025).


Menurut organisasi tersebut, dapur umum telah menjadi satu-satunya sumber bantuan makanan yang konsisten bagi orang-orang di Gaza selama berpekan-pekan. Meskipun hanya menjangkau separuh populasi dengan hanya 25 persen dari kebutuhan makanan sehari-hari, mereka telah memberikan harapan hidup yang sangat penting.


Kondisi di Gaza memang menjadi mimpi buruk bagi warga Gaza. Mimpi buruk itu pun seolah tak pernah usai dari benak warga mereka. Setelah kehilangan keluarganya, mulai dari orang tua, sanak-saudara, serta harta bendanya, kini mereka juga harus menahan lapar dan dahaga entah sampai kapan. Dapur umum yang menjadi harapan satu-satunya sumber makanan mereka kini terancam tidak bisa beroperasi lagi sebab stok bahan makanan, seperti tepung mulai menipis. 


Kondisi ini disebabkan adanya blokade yang dilakukan oleh Zionis Israel pada delapan pekan terakhir. Zionis Israel secara terang-terangan memblokir bantuan makanan yang masuk ke jalur Gaza, truk-truk pengangkut bahan makanan, kebutuhan medis, dan bahan pokok lainnya tidak dapat memasuki wilayah tersebut sehingga semakin memperparah bencana kemanusiaan di Gaza, Palestina. 


Hal ini sudah seharusnya menjadi perhatian kita semua, sebab derita umat muslim di Gaza adalah derita kita bersama. Kaum muslimin di manapun berada bagaikan satu tubuh, jika satu anggota tubuh merasa sakit, seluruh tubuh akan ikut merasakan sakitnya. Seruan jihad yang di gembar-gemborkan oleh pemimpin-pemimpin negara muslim hingga kini belum juga terlaksana, padahal Allah SWT telah memerintahkan hal tersebut. Firman Allah, "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Q.S. Al-baqarah 190).


Bukan tanpa alasan mengapa seruan jihad ini tidak kunjung dilaksanakan, padahal pasukan tentara militer, bahkan persenjataan cukup memadai. Banyaknya pengkhianatan yang dilakukan oleh para pemimpin negari-negari muslim itu sendiri tidak lain akibat penerapan sistem kapitalisme yang rusak. Kekuasaan, jabatan, dan harta menjadi alasan utama pengkhianatan ini, sebab sistem yang rusak mengarahkan manusia untuk mencapai kesenangan duniawi. Alhasil, ketika mereka mendapatkan kekuasaan dan harta yang diinginkan, maka mereka rela menjual saudaranya sendiri. 


Di sisi lain, adanya sekat nasionalisme yang mengungkung negeri-negeri muslim tidak mampu membuat penguasa negeri muslim berbuat apa-apa. Mereka hanya fokus pada negarinya sendiri, dengan dalih mencari aman. Bahkan akibat sekat nasionalisme mereka berjabat tangan dengan para pendukung Zionis Israel, yaitu Amerika Serikat. Kaum muslimin pun justru berharap kepada AS untuk menyelesaikan masalah Palestina. Sungguh hal tersebut tidak mungkin terjadi sebab AS merupakan dalang dari penjajahan Israel. 


Sejatinya, segala bentuk kezaliman terhadap kaum muslim ini akan bisa dihentikan manakala umat bersatu dan membentuk sebuah negara Islam yang dipimpin oleh seorang khilafah yang adil dan mampu menggerakkan seluruh umat untuk menerapkan hukum syara. Sebab hanya dengan penerapan hukum Islam lah yang mampu mengadili para penghianat umat bahkan menghentikan segala bentuk kezaliman yang ada, termasuk kezaliman yang dilakukan Zionis kepada sodara kita di Gaza, Palestina. 


Di bawah kepemimpinan Islam maka Khalifah akan menggerakkan pasukan militernya untuk melakukan jihad melawan Zionis, serta memerangi siapapun yang berusaha menghalangi aksi tersebut. Untuk mewujudkan negara Islam yang demikian maka harus ada dukungan dari umat dan kelompok-kelompok dakwah yang senantiasa istiqomah dalam menyerukan kebenaran atas tegaknya Islam. 


Para pejuang Islam inilah yang akan menyerukan jihad kepada pemimpin negara Islam atas kebebasan kaum muslim dari belenggu penderitaan yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Dengan demikian maka akan tercapailah perdamaian didunia dan tidak akan ada lagi penindasan atas kaum muslim seperti yang saat ini terjadi di Gaza Palestina, sebab umat berada dalam pengawasan pemimpin yang menerapkan aturan yang adil dan menjadi rahmat bagi seluruh alam yakni aturan Islam. Wallahu alam Bisshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update