Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)
Rasulullah saw. bersabda, dari Ibnu Umar,
“Aku melihat Rasulullah saw. mengelilingi Ka’bah dan berkata, ‘Betapa harumnya dirimu dan betapa harumnya baumu! Betapa agungnya dirimu dan betapa agungnya kesucianmu! Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kesucian seorang mukmin lebih besar di sisi Allah daripada dirimu: hartanya, darahnya, dan bahwa kita hendaknya tidak menganggapnya, kecuali sebagai kebaikan.’.” (HR Ibnu Majah)
Gaza. Fakta pembantaian, fakta jenazah yang dikumpulkan dalam kantong mayat dan jenazah dihitung berdasarkan beratnya, yakni 70 kilogram untuk orang dewasa dan 18 kg untuk anak-anak, adalah darah yang tertumpah nyata.
Seratusribu ton bahan peledak yang dijatuhkan di Gaza sejak dimulainya perang pemusnahan di Jalur Gaza 19 bulan lalu, mengakibatkan lebih dari 62.000 orang menjadi martir atau hilang, dan lebih dari 12.000 pembantaian terjadi. Adalah darah Gaza yang menggenangi bumi.
Gaza sedang dibantai oleh tank dan pesawat. Kejahatan serta pembantaian brutal dilakukan terhadap mereka secara langsung di udara di hadapan seluruh dunia. Kelaparan membunuh mereka sebagaimana bom dan rudal membunuh mereka hingga puluhan dari mereka meninggal karena kelaparan. Garis kejam terus digores oleh kekejaman z*onis isr43l laknatullaah.
Waktu tunggu untuk bergerak mendukung Gaza sudah terlalu sempit. Tak bisa lagi menunggu sampai Gaza dimusnahkan. Tidak akan ada waktu untuk menyesal. Tak cukup kah nilai persaudaraan dalam agama dan iman untuk hengkang dari berdiam diri. Tak cukupkah seruan Ilahi mengingatkan diri.
Firman Allah Ta'ala,
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Oleh sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al hujurat: 10).
Tak cukupkah seruan Allah Ta'ala yang mewajibkan membantu yang tertindas terlepas dari kepedulian?
“Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan…” (QS..Al anfal:72).
Cukup sudah untuk berdiam. Para tentara yang tulus di antara pasukan muslim harus segera menyelamatan seluruh penduduk Gaza dan seluruh Tanah yang Diberkati. Firman Allah Ta'ala, ,”
“.......Dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (QS.Muhammad:38).
Tanah Palestina harus dibebaskan dari penjajahan dan penjarahan Zion*s Yahudi, dengan mengirim kekuatan pasukan dan persenjataan yang seimbang. Kaum muslim harus mengerahkan apa pun kekuatan yang bisa menggentarkan musuh.
Solusi strategis berupa jihad, yaitu berperang dalam kerangka meninggikan kalimat Allah di muka bumi harus dilakukan. Jihad akan menghilangkan penghalang fisik, berupa kekuatan negara dan militer, yang menghalangi manusia kenal dengan Allah sebagai Pencipta alam semesta beserta manusia dan kehidupannya, dan menghalangi manusia menerapkan aturan dari Allah Swt.. Zion*s Yahudi yang didukung oleh super power hari ini adalah kekuatan fisik yang menghalangi manusia mengenal Tuhannya dan tunduk patuh kepada Tuhannya.
Kekuatan politik yang hanya bersandar pada kekuatan akal manusia (sekuler) ini secara nyata sudah menimbulkan problem akut dunia, di berbagai tempat, dan di berbagai bidang kehidupan, sepanjang masa kekuasaan mereka. Jihad inilah yang akan mampu menghentikan kebiadaban, kebrutalan dan kesombongan kekuatan sekuler dan mewujudkan kehidupan yang manusiawi dengan tunduk patuh hanya kepada Al-Khalik, Allah Taala.
Jihad tidak bisa dilakukan secara individual maupun kelompok individu. Jihad yang efektif harus di bawah komando pemimpin negara super power baru, yaitu Khilafah Islamiah. Khilafah Islamiah merupakan kepemimpinan umum kaum muslim sedunia untuk menerapkan hukum Islam secara menyeluruh. Dengan hukum Islam inilah, khalifah sebagai pemimpin politik umat Islam, mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki oleh umat Islam, baik sumber daya alam (dari teritorial) maupun sumber daya manusia (dari sisi penduduk), sehingga menjadi kekuatan yang tidak tertandingi. Umat Islam akan menjadi “khairu ummah”, sebaik-baik umat yang memimpin dunia menuju rahmatan lil alamin.
Sungguh, Khalifahlah yang memiliki otoritas untuk mengomando pengiriman pasukan untuk menghentikan kebrutalan Zion*s Yahudi, dan bersungguh-sungguh mengelola anggaran secara syar’i untuk menangani korban perang dan membangun kembali Gaza dan Palestina. Umat Islam tidak mungkin berharap kepada Negara-negara Barat dan lembaga internasional hari ini untuk menyelesaikan masalah Gaza dan pembangunan kembali Gaza. Urgensi Khilafah menjadi sangat mendesak. Tak bisa lagi dengan tapi dan nanti.
Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:
Post a Comment