Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berjuang itu Harus Pasti

Saturday, May 10, 2025 | Saturday, May 10, 2025 WIB Last Updated 2025-05-10T06:31:44Z

Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, 

Kemudian akan ada mulkan jabriyyatan (pemerintahan yang otoriter), dan segala sesuatu akan terjadi sebagaimana yang Allah inginkan. Kemudian Allah akan mengakhirinya ketika Dia menghendaki. Dan kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.” Kemudian beliau ﷺ terdiam.

Sungguh, butuh yakin untuk menjadikan nash ini bukan sekadar tulisan dalil. Di tengah perang penyesatan yang digongkan oleh negara-negara kafir saat ini untuk menghalangi manusia dari jalan Allah. Berbagai pengaburan deskripsi tentang Islam di kalangan kaum Muslim bahkan pada para aktivis kaum muslim, di antaranya dalam bentuk berbagai tulisan yang diulang-ulang oleh orang-orang yang berpengaruh.

Penyesatan dan pengaburan itu tampak sangat menonjol selama terjadinya peristiwa 11 September 2001. Pada saat itu, AS mulai melakukan mobilisasi secara luas untuk menentang Islam dan kaum muslim di seluruh penjuru bumi dan di dalam negeri AS sendiri. AS malah telah melancarkan peperangan yang direkayasa di Afganistan dan Irak dengan alasan dusta itu.

Amerika dan negara-negara kafir merekayasa berbagai peristiwa, melekatkannya kepada kaum muslim, selanjutnya mempropagandakan bahwa Islam adalah agama teror. Kaum muslim digambarkan sebagai teroris yang bertujuan akan menghancurkan kota-kota, membunuh umat manusia, dan mengembalikan manusia ke masa-masa kegelapan pada abad pertengahan Eropa.

AS terus saja membuat kerusakan, kehancuran, dan perusakan di Afganistan dan Irak, di negeri mana pun sesuka hati. Amerika juga terus saja merampok kekayaannya dan menguasainya di bawah slogan dusta, yaitu war on terror (perang melawan terorisme). Dan ini bukanlah hal baru di dalam sejarah Islam. 

Kaum kafir selalu bersemangat mengaburkan gambaran Islam di mata manusia. Memberikan gambaran menyesatkan dari hakikatnya. Mereka terus berupaya memalingkan manusia dari jalan Allah. Mereka menciptakan berbagai kebohongan dan stigma yang dilekatkan kepada Islam dan kaum muslim. Semua itu terus dilakukan untuk menggagalkan upaya-upaya dakwah, baik sebelum Daulah berdiri maupun sesudahnya. 

Kaum kafir membuat berbagai kedustaan dan kebohongan untuk memobilisasi militer dalam rangka memerangi Islam dan kaum muslim. Mereka mendominasi negeri-negeri kaum muslim, baik secara politik maupun ekonomi.

Demikianlah Barat terus saja bersungguh-sungguh mewujudkan tujuan-tujuan busuk mereka untuk memalingkan manusia dari jalan Allah. Juga untuk meruntuhkan berbagai capaian yang berhasil direalisasikan kaum muslim dalam kehidupan nyata.

Pertanyaannya, cukupkah kita hanya melawan upaya tersebut hanya dengan do'a? Sedangkan berbagai kekuatan jahat terus merangsek menghancurkan pemikiran dan kehidupan Islam dan kaum Muslim. Tentunya tidak.

Barat pastilah tidak rela Islam tegak kembali dalam sebuah kekuatan, kekuasaan yang nyata. Mereka akan terus menyusun beragam makar agar ketika Islam tegak dalam naungan riil sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw. (Khilafah) tegak, mereka mampu menghancurkannya kembali. Barat terus menerus menyusun serangkaian agenda strategis untuk menghancurkan kekuatan Islam yang diprediksi dan terdeteksi oleh mereka akan terwujud kembali.

Sungguh benih-benih perjuangan penegakan Islam (Khilafah) terus bermunculan di berbagai penjuru dunia sebagai wujud kepedulian dan komitmen kaum muslim atas keberadaan Khilafah, yang tidak lain adalah sistem induk dan payung dari segala bentuk penegakan hukum syariat Islam.

Kehidupan dalam naungan Khilafah adalah kerinduan mendalam setiap individu muslim. Namun tegaknya Khilafah bukan hal yang mudah. Berbagai tantangan muncul saat awal. Dengan kondisi ini, sudah semestinya para pengemban dakwah dan pejuang Khilafah menjadi sosok-sosok terdepan menjaga umat, mempertahankan tegaknya Khilafah.

Tegaknya Khilafah merupakan goresan tinta emas yang mustahil terhapus. 13 abad lebih, Khilafah menjadi institusi kepemimpinan umum bagi umat Islam di seluruh dunia yang menerapkan aturan Islam secara kafah. Khilafah menjadi cita-cita besar bagi visi dakwah Islam ideologis, khususnya setelah keruntuhannya (1924).

Saat Khilafah kedua tegak mungkin tidak seindah yang kita diharap. Sebagaimana perjuangan dakwah, penegakannya pun sarat ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dan rintangan yang datang dari berbagai pihak, terlebih lagi Dari negara-negara Barat yang sebelumnya memegang tampuk adidaya dunia.

Para pengemban dakwah Khilafah harus berperan besar dalam menguatkan keimanan sekaligus terus mencerdaskan umat sehingga umat tidak termakan propaganda Barat. Pucuk pimpinan Khilafah pun tidak akan mudah diajak berkompromi oleh Barat yang dampak buruknya adalah mereka harus tertipu sebagaimana para penguasa boneka yang sebelumnya memimpin negeri-negeri muslim.

Sungguh, Allah Taala tidak akan pernah menyalahi janji-Nya atas perjuangan kaum muslim. Allah akan memenuhi janji-Nya kepada mereka persis seperti Allah telah memenuhi janji-Nya kepada Rasulullah saw..

Dengan menolong dan memberikan kemenangan kepada beliau, Allah akan membalas kaum kafir dan antek-anteknya yang mereka itu telah bersama-sama membuat makar sehingga mengkhianati umat dan agamanya. Allah Ta'ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (QS Ghafir [40]: 51).

Tegaknya Khilafah adalah kepastian. Janji Allah. Namun umat bisa memperjuangkannya untuk menuju pintu Khilafah. Meraih hasil dari perjuangan dakwah yang penuh dengan rintangan sekaligus merajut langkah perjuangan selanjutnya dalam mengisi konstruksi bangunan Khilafah terus tanpa henti kecuali saat Allah Ta'ala panggil pulang. Semua harus pasti tanpa tapi 

Wallaahu a'laam bisshawaab.




No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update