Oleh Yani Riyani
Status Ibu Rumah Tangga
Jakarta( ERAKINI); Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) mengatakan sedikitnya 100 anak telah terbunuh atau terluka setiap hari di Gaza sejak serangan dimulai kembali pada 18 maret 2025,bahkan saat Amerika Serikat menggarisbawahi dukungan berkelanjutan bagi israel.
Adapun badan- badan Palestina dan PBB memperingati Hari Anak Palestina dengan kisah- kisah yang mengerikan' tentang korban jiwa anak- anak akibat serangan israel di Gaza." Tidak ada yang membenarkan pembunuhan anak- anak" tulis Phillippe Lazzarini,kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di X pada hari sabtu 5 April 2025 ( di kutip darri Arab News).
Sementara itu UNICEF mengatakan sedikitnya 322 anak dilaporkan tewas sejak israel memperbarui serangannya pada 18 maret 2025,menghancurkan gencatan senjata 2 bulan yang mulai berlaku pada 19 januari 2025.
Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russal pada hari senin mengatakan gencatan senjata telah " memberikan jalur hidup yang sangat dibutuhkan bagi anak- anak Gaza dan harapan untuk jalan menuju pemulihan".
Namun anak-anak kembali terjerumus kedalam siklus kekerasan dan kekurangan yang mematikan,selanjutnya Hamnas memperingatkan bahwa impunitas israel mendorong ke eskalasi lebih lanjut atas kejahatan terhadap anak-anak Palestina.
Kisah di Palestina adalah kisah penuh kompleksitas dan tantangan yang melibatkan aspek sejarah,budaya,dan komflik politik yang panjang.Berada di tengah-tengah Timur Tengah Palestina telah menjadi pusat perhatian dan kontroversi selama bertahun-tahun.( Dikutip dari P_JAR.com.id)
Sejarah Palestina mencakup warisan kuno,termasuk kota-kota yang berusia ribuan tahun seperti Yerusalem,yang memiliki makna keagamaan dan budaya yang mendalam bagi 3 agama utama; Islam,kristen,yahudi.Namun pada abad ke 20 konflik antara penduduk asli Palestina dan pendatang yahudi membawa tantantangan baru.
Sidang Majelis Umum PBB telah menyetujui resolusi yang mendorong gencatan senjata kemanusiaan yang permanen dan berkelanjutan di Gaza.Keputusan ini diambil setelah rancangan resolusi diterima oleh 120 negara yang hadir dalam sidang darurat,sementara 14 negara termasuk Amerika menolak dan 45 negara memilih abstain.
Ketidakpedulian israel terhadap resolusi PBB sebenarnya bukan peristiwa baru dalam sejarah konflik di timur tengah.Telah terjadi sejumlah resolusi PBB yang dikeluarkan untuk mengakhiri tindakan kekejian yang dilakukan oleh penjajahan israel terhadap warga Palestina.Salah satu contohnya adalah Resolusi 3379,yang disahkan oleh PBB pada 10/11/1975 yang secara resmi mengetahui Zionisme sebagai pelaku kejahatan rasisme.
Penting untuk dicatat bahwa Amerika dan negara-negara Kapitalisme Sekulerisme Eropa adalah pihak-pihak yang lalu,mereka turut serta dalam melegalitimasi berdirinya entitas negara Zionis Israel melalui keputusan PBB.
Tampak jelas negara kapitalisme telah berhasil mencapai tujuannya yang pada masa lalu adalah pendukung serta melegatiminasi keberadaan negara untuk gerakan Zionisme Internasional.Sejak awal strategi mereka bertujuan untuk menanamkan "Duri dalam daging dipusat- pusat negeri muslim". Akibatnya penguasa negara- negara muslim terus menerus terlibat dalam permasalahan yang tidak pernah berakhir yang kemudian menyebabkan pecah belah dan pelemahan kekuatan kaum muslim.Situasi ini menciptakan kondisi dimana negara- negara muslim terus terjebak dalam pusaran konflik yang merugikan,sementara negara-negara adidaya terus mengamankan posisi dominan mereka.
Kondisi ini berbeda pada pola kontras ketika institusi Khilafah Islamiah masih ada.Wibawa umat islam terlihat secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan,termasuk dalam konteks politik internasional.Akidah Islam berfungsi sebagai perekat yang menyatukan seluruh bangsa,sementara hukum syariah menjadi pedoman standar berpikir dan bersikap bersama mencapai keridhoan Allah Swt menjadi tujuan utama bagi seluruh umat.Menciptakan solidaritas,kemandirian,wibawa.
Selama berlangsungnya Khilafah Islamiah,sikap terhadap Palestina tidak pernah mengalami perubahan.Ketika perjanjian Umariyah ditandatangani dan kunci gerbang Al-Quds diserahkan oleh Uskup Patrick Safronius kepada Khalifah Umar bin Khathab,kaum muslim menjungjun tinggi amanah tersebut sepenuhnya.
Akan tetapi melalui konspirasi Inggris dan kelompok yahudi donmeh,umat islam kehilangan perisai penjagaannya.Tanah mereka dianggap sebagai rampasan perang,dipisahkan menjadi 50 negara bangsa,termasuk tanah Palestina.Dengan demikian tanah wakaf umat muslim akhirnya jatuh kedalam cengkraman musuh islam.Palestina menjadi benar-benar sebuah tanah yang diwariskan untuk jihad.
Realitas inilah yang perlu dipahami oleh umat pada era sekarang.Akar permasalahan Palestina adalah penjajahan oleh zionis atas tanah yang seharusnya dimiliki umat muslim dan ini didukung oleh negara-negara kapitalus sekuler,oleh karena itu selama entitas ini masih berada disana dan penguasa muslim masih tunduk pada kekuasaan negara- negara adidaya termasuk ketergantungan pada lembaga- lembaga Internasional dan regulasinya,krisis Palestina akan tetap seperti saat ini.Palestina adalah kita,kita butuh tegaknya kembali Daulah Islamiah yang dipimpin oleh sorang Khalifah yang akan menerapkan sistem Islam Kaffah sebagai perisai seluruh umat didunia.
Allah Berfirman:
"Berkatalah dua orang laki-laki diantara mereka yang bertakwa yang telah diberi nikmat oleh Allah" Serbulah mereka melalui pintu gerbang( negeri) itu jika kamu memasukinya,niscaya kamu akan menang.Dan bertakwalah kamu hanya kapada Allah,jika kamu orang beriman"( TQS Al- Maidah (5) ayat 23).
Walahu'allam bhishoab.

No comments:
Post a Comment