Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hidup Setelah Hari Raya Lebaran, Mau Ngapain ?

Monday, April 14, 2025 | Monday, April 14, 2025 WIB Last Updated 2025-04-14T09:53:37Z
Hidup Setelah Hari Raya Lebaran, Mau Ngapain ?

Oleh : Reni Renia Devi. S.Kp., M.Kep

 

​Hiruk pikuk perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H telah berlalu. Sanak saudara yang selama beberapa hari bersama akhirnya harus kembali ke tempat asal, untuk kembali mengisi hari-hari dengan aktivitas dan pekerjaannya. Saling memaafkan dan kebersamaan yang sempat tercipta, kembali menguatkan rasa kasih sayang diantara keluarga yang telah terpisah hampir setahun lamanya. Dan memunculkan kembali niat untuk kembali bertemu setahun mendatang di Bulan Ramadhan yang akan datang.

​Apa yang kita lakukan setelah perayaan hari raya ini? Sebagai kaum muslim kita memiliki pandangan bahwa setelah sebulan kita melaksanakan ibadah shaum, maka di hari raya kita semua akan mendapatkan kemenangan dan kembali fitrah. Berbagai lapisan masyarakat juga melaksanakan acara Halal bi Halal, sebagai ajang untuk saling silaturahmi dan saling memaafkan. Seperti yang dilakukan oleh sebagian ibu-ibu warga kota Banjar dari wilayah Pataruman dan Binangun yang berkumpul pada pagi hari tadi sampai menjelang siang, untuk melaksanakan Liqo Syawal 1446 H, dengan mengambil tema Kembali ke Fitrah, Kembali ke Islam Kaffah.

​Acara ini diisi oleh tausyiah dari Ustadzah Ummu Nailah yang menyampaikan bahwa setelah Ramadhan, di bulan Syawal ini kita harus semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Bahkan dengan aktivitas permainan yang dilakukan di sela-sela acara juga memberikan ibrah atau pelajaran bagi ibu-ibu yang hadir mengikutinya. Permainan memindahkan bola plastik dengan bantuan gelas plastik dari peserta yang satu ke peserta yang lain yang berbaris berbanjar, seperti yang disampaikan Ustadzah Ummu Nailah bahwa anggaplah bola plastik itu sebagai Islam yang bulat sempurna. Apabila kita memegang kesempurnaan Islam dengan bulat maka sudah selayaknya kita berbahagia, dan dengan kebahagiaan ini maka kita segera ingin menyampaikannya kembali ke saudara kita, sahabat kita dan masyarakat pada umumnya. Walau terdapat kesulitan saat memindahkan bola, tapi kita tetap semangat untuk memindahkan bola dan mengambil kembali bola-bola baru sampai terkumpul dalam jumlah banyak. Demikian juga seharusnya saat kita menyampaikan Islam, walaup terdapat banyak kesulitan tapi kesulitan tersebut tidak membuat kita menyerah untuk tidak melakukannya.

​Ustadzah Ummu Nailah juga menyampaikan, bahwa Lebaran kali ini kaum muslim masih merasakan dengan berbagai kondisi yang berbeda. Bahkan gelombang badai PHK menghantam masyarakat pekerja, sehingga setelah perayaan hari raya ini, banyak masyarakat yang kebingungan untuk kembali mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Belum lagi saudara-saudara kita di Palestina, yang masih dalam kondisi tertindas karena peperangan yang tiada kunjung usai. Sudah selayaknya setelah melewati masa bulan Ramadhan, kita harus meneguhkan diri kita dengan semakin memperbanyak bekal keIslaman kita, sehingga kita akan mampu memberikan pemahaman Islam Kaffah kepada saudara kita, sahabat kita, teman-teman kita dan warga masyarakat lainnya.

​Dengan bekal yang lengkap, maka kita akan bisa memperkenalkan Islam Kaffah dan menarik kaum muslimin untuk sama-sama mau mengamalkan syariah Islam yang sempurna. Islam Kaffah meliputi hubungan diri kita dengan Allah SWT (Habluminallah) yang terefleksikan dengan ibadah mahdhah, hubungan kita dengan diri kita sendiri (Hablum bi nafsi) tentang makanan, minuman, pakaian dan akhlak dan hubungan kita dengan manusia yang lain atau masyarakat (Habluminannas) tentang pendidikan, kesehatan, politik dan pemerintahan, pergaulan, keamanan dan perekonomian. Jadi jangan dikira kita sudah melaksanakan ibadah kepada Allah (Habluminallah) dan sebagian Hablum bi Nafsi maka kita sudah melaksanakan Islam secara keseluruhan/kaffah. Masih ada ibadah yang berurusan dengan sesama manusia yang sampai saat ini kita belum melaksanakannya sesuai dengan syariat Islam.

​Ibu-ibu peserta Liqo Syawal dengan antusias mengikuti acara demi acara sampai di akhir acara yang ditutup dengan do’a meminta keberkahan acara yang telah dilaksanakan. Mudah-mudahan selesai mengikuti acara ini, telah tertanam semangat baru dalam jiwa dan raga yang telah kembali fitrah untuk semakin meyakini bahwa hanya Syariat Islamlah sebagai satu-satunya aturan yang sempurna yang diciptakan Allah untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia di dunia. Dan semakin dimudahkan bagi kita semua untuk menyampaikan kesempurnaan Islam kepada semua orang-orang yang berada di sekitar kita. Sehingga akan segera terwujud persatuan yang kokoh yang diikat dengan ikatan akidah Islamiyah.

 

Wallahu ‘alam bi shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update