Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Evakuasi Rakyat Gaza Ke Indonesia, Memuluskan Agenda Penjajah

Tuesday, April 15, 2025 | Tuesday, April 15, 2025 WIB Last Updated 2025-04-15T09:26:18Z
Evakuasi Rakyat Gaza Ke Indonesia, Memuluskan Agenda Penjajah


Oleh : Roslina Sari

 (Aktivis Muslimah Deli Serdang)

 

Rakyat Indonesia dan semua kalangan kembali memanas dengan adanya rencana evakuasi warga Gaza ke Indonesia. Ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang terhimpit dan ditengah kondisi Gaza yang makin memprihatinkan serta seruan jihad dari berbagai pihak untuk melawan Israel. 


Dilansir dari BBCNews Indonesia_Rencana Presiden Prabowo Subianto mengevakuasi 1.000 warga Palestina korban perang Israel-Hamas di Jalur Gaza memicu kontroversi. Pengamat menganggap wacana itu sebagai blunder yang bisa memicu protes dari dalam dan luar negeri.


Pengamat isu geopolitik Timur Tengah, Smith Alhadar, menyebut Prabowo harus mewaspadai protes dari dalam negeri. Alasannya, rencana kontroversial ini muncul ketika masyarakat Indonesia sedang resah dengan berbagai masalah ekonomi dan politik.


"Rencana ini justru mengancam pemerintahannya. Bisa terjadi demo besar-besaran. Dia bisa melakukan suatu blunder di tengah keresahan masyarakat," ucap Smith.


Lebih dari itu, rencana Prabowo dikhawatirkan memantik protes dari luar negeri. Merelokasi warga Gaza diyakini berpotensi memupus harapan kemerdekaan Palestina. Belum ada yang bisa menjamin warga Gaza yang direlokasi dapat kembali ke tanah airnya.


Menteri Luar Negeri Sugiono telah menyatakan bahwa rencana evakuasi ini bukan berarti relokasi permanen.


Pernyataan Prabowo bahwa Indonesia siap menerima 1000 warga Gaza, sesungguhnya justru akan memuluskan agenda pengusiran warga Gaza seperti yang diinginkan oleh penjajah. Beberapa waktu yang lalu Donald trump memang telah menyampaikan rencana evakuasi warga Gaza ke Indonesia didepan pertemuan dengan negara-negara muslim  ketika gencatan senjata antara Israel dan pejuang Palestina terjadi. Dengan alasan untuk merekonstruksi bangunan ulang daerah Gaza yang hancur menjadi tempat yang layak huni kembali dan sementara rakyat Gaza bisa diungsikan ke beberapa negeri tetangga, dan termasuk Indonesia. Dan semua elemen-elemen masyarakat, Ormas islam, bahkan DPR dan Kemenlu beberapa waktu lalu telah menolak evakuasi warga Gaza ke Indonesia. Bahkan siaran langsung dari media sosial dari warga Gaza sendiri yang tidak mau dievakuasi karena mereka mengatakan tetap akan menjaga ql Aqsa dan tanah para Nabi dan mereka rela syahid di tanah yang diberkahi daripada keluar dari Gaza. 


Namun belakangan telah terbongkar strategi licik trump hanyalah untuk beralih kepada pendudukan tanah  Palestina oleh Israel secara halus dari  genosida kepada istilah "evakuasi" sementara untuk membangun infrastruktur bangunan Gaza. Relokasi ini hanya kah taktik untuk menguasai penduduk Gaza. Dan ketika Israel menghianati perjanjian gencatan senjata dengan menyerang dan membom Gaza habis-habisan yang menyebabkan syahid nya ribuan anak-anak Gaza. Ditengah kondisi demikian tiba-tiba Prabowo kembali mengeluarkan pernyataan kesiapan untuk mengevakuasi 1000  warga Gaza ke Indonesia. 


Pernyataan ini justru kontra produktif dengan seruan jihad yang disuarakan oleh banyak pihak hari ini – yang menyadari bahwa tidak ada solusi hakiki selain jihad, melihat berbagai upaya yang dilakukan nyatanya tidak menghentikan penjajahan dan genosida. Bantuan makanan, donasi, maupun semua logistik, pemboikotan, perundingan, kecaman-kecaman, bahkan gencatan senjata tidak membuat Israel laknatullah menggenosida penduduk Gaza bahkan Zionis semakin beringas dan biadab membantai saudara gaza dan menghancurkan Gaza.


Seruan ulama internasional dan seluruh lapisan masyarakat dunia yang meminta jihad untuk melawan Israel sejatinya seharusnya direspon dengan pengiriman tentara perang dan peralatan perang untuk melawan Israel demi membebaskan Palestina. Karena senjata dan semua kekuatan untuk memobilisasi itu ada ditangan penguasa di negeri negeri muslim saat ini. 


Evakuasi rakyat Gaza jelas makin menjauhkan dari solusi hakiki, karena sejatinya Zionis lah yang melakukan pendudukan bahkan perampasan wilayah.  Sudah seharusnya Zionis yang diusir dari tanah Palestina dan bukannya warga Gaza yang dievakuasi. Tanah Palestina adalah milik umat Islam, dan penduduk Gaza adalah pemiliknya. Sedangkan Israel adalah penjajah yang merampas tanah Palestina, sehingga jika warga Gaza harus keluar dengan alasan demi mengobati anak-anak dan wanita yang terluka, serta menyelamatkan mereka dari pembantaian. Sementara penjajah Israel tetap dibiarkan menduduki tanah Palestina. Sungguh ini sama saja, menyetujui penjajah untuk merampas dan menduduki tanah Palestina sedangkan pemiliknya yaitu penduduk Gaza harus keluar terusir dari tanah milik nya sendiri. 


Jika evakuasi dilakukan hal ini akan memicu protes dunia karena pupusnya harapan kemerdekaan Palestina karena mengingat juga Indonesia dan Israel tidak punya hubungan diplomatik Israel yang bisa membuat/meneken surat perjanjian hitam diatas putih terhadap Israel jika setelah warga gaza direlokasi sementara ke Indonesia maka tidak ada jaminan bahwa warga Gaza dapat dipulangkan kembali ke Palestina. 


Apakah ini yang dikatakan memberikan pertolongan terhadap Palestina? 


Seperti ada perampok yang merampok sebuah rumah dan membunuh penghuninya, lalu ditawarkan untuk penghuni rumah yang masih hidup dan luka-luka, untuk keluar pada saat yang sama perampok nya tetap dibiarkan menguasai rumah itu. Seharusnya tindakan yang tepat adalah mengusir perampok itu dari rumah tersebut, serta memerangi perampok dan pembunuh itu.  Dengan demikian rumah itu dapat kembali kepada pemiliknya, sembari mengobati pemilik yang luka-luka dirumah nya. 

Tentu dengan evakuasi warga Gaza ke Indonesia hal ini bukan malah menolong tapi malah memuluskan dan membantu penjajahan Israel atas Palestina. Israel lah yang harus hengkang dari tanah Palestina dan diusir serta diperangi sehingga tidak sedikitpun ada lagi tempat mereka di Palestina dan Israel dihukum atas kebiadaban pembantaian mereka kepada penduduk Palestina-gaza . 


Di sisi lain, evakuasi tersebut bisa jadi merupakan bentuk tekanan AS terhadap Indonesia atas kebijakan baru AS menaikkan tarif impor.  Pada saat yang bersamaan Amerika memang mengalami masalah perekonomian di dalam negaranya sendiri, sehingga membuat kebijakan naiknya tarif impor didalam negeri nya terhadap negara-negara yang melakukan hubungan bilateral kepada Amerika dalam semua bidang termasuk hubungan perdagangan. Dan Indonesia adalah negara yang sangat tergantung dengan Amerika. Impor barang barang dari Amerika sudah lama dilakukan pemerintah Indonesia. 


Dan kebijakan apapun yang dilakukan Amerika pasti nya sangat signifikan berpengaruh terhadap kondisi Indonesia. Sehingga apapun kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia pasti harus atas restu Amerika. Jika tarif impor dari Amerika naik pasti berdampak pada perdagangan dan perekonomian Indonesia. Sehidup pemerintah Indonesia berusaha melakukan negosiasi dengan Amerika mengenai tarif impor ini. 

Keberhasilan upaya Indonesia dalam melakukan negosiasi atas kebijakan tersebut bisa jadi akan digunakan alat untuk menekan Indonesia agar melakukan evakuasi warga Gaza.


Inilah buah simalakama bagi negeri yang tergantung pada negara lain. Sehingga negeri yang tergantung pada negara lain ini tidak bisa menentukan nasibnya dan kebijakan nya sendiri. Semua kebijakan nya akhirnya di dikte oleh tuannya yaitu Amerika. Jika tidak akan mendapatkan sanksi dari tuannya. Bisa jadi inilah yang sedang terjadi dengan Indonesia sehingga mau tidak mau menuruti kemauan Amerika sebagai negara penguasa dunia dengan sistem kapitalismenya. Evakuasi warga Gaza pun akan dituruti. 


Pemimpin negeri muslim seharusnya menyambut seruan jihad.  Namun hari ini, nasionalisme dan prinsip tak boleh ikut campur urusan negara menjadi penghalang menyambut seruan jihad.  Sikap ini menunjukkan pengkhianatan pemimpin negeri muslim.


Nasionalisme telah membuat penguasa bungkam dan diam melihat saudara muslim mereka dibantai didepan mata mereka sendiri. Padahal umat islam itu seperti satu tubuh. Jika tubuh yang satu tersakiti maka tubuh yang lain akan merasa sakit dan tidur bisa tidur.


Bahkan para penguasa negeri-negeri muslim itu membuatmu benteng tinggi dan berlapis-lapis terhadap perbatasan negeri mereka dan Palestina atas nama nasionalisme.


Demikian juga para tentara di negeri- negeri itu harus rela melihat saudara nya dibantai dibalik benteng perbatasan yang dijaga oleh mereka atas perintah penguasa mereka agar jangan ada satupun penduduk Gaza memasuki wilayah perbatasan negeri mereka. Para penguasa itupun melarang para tentara untuk berperang melawan Israel. Padahal kalau mereka mau pasukan Israel pengecut yang jumlahnya tak lebih banyak dari tentara di negeri negeri muslim akan bisa dikalahkan dengan mudah dan segera diusir dari tanah Palestina. Dan Palestina pun akan dibebaskan. Tapi begitu lah nasionalisme itu sangat kejam. 


Perasaan ashobiyyah tanah air yang berhasil ditanamkan penjajah kebenak kaum muslimin membuat bahwa urusan Palestina bukan urusan negeri yang lain. Urusan itu adalah urusan dalam negeri Palestina sendiri. Sangat menyedihkan. Padahal Rasulullah SAW bersabda: 


عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)

 

Dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: 'Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim No 4685)


Negeri Muslim seharusnya menjadi negara adidaya yang memimpin dunia. Jika negeri-negeri muslim tersebut mau bersatu dan menghancurkan sekat-sekat nation state. Bersatu dibawah naungan negara global yang independen yang tidak tergantung pada negara negara penjajah barat.


Negeri-negeri muslim itu akan menjadi negara adidaya yang ditakuti oleh musuh-musuhnya dan menggetarkan kaum kuffar penjajah. Semua ini akan terwujud jika tegaknya Khilafah yaitu sistem pemerintahan Islam yang merupakan kepemimpinan islam yang menerapkan islam kaffah yang mengemban dakwah keseluruh dunia , melakukan futuhat dan jihad dalam rangka membebaskan umat manusia dari penghalang dakwah yaitu berupa  negara dan para pemimpin kuffar yang menghalangi cahaya islam  dari penduduk nya. 


Khilafah sebagai negara adidaya akan menerapkan syariat Islam sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam dan membela setiap muslim. Sayangnya hari ini Khilafah belum tegak, nasib umat islam pun makin sengsara.


Inilah yang terjadi penjajahan terhadap negeri-negeri muslim, penindasan, kezoliman dan pembantaian terhadap kaum muslimin. Umat menderita dan sengsara tanpa Khilafah. Tiada lagi yang menjadi pelindung dan perisai bagi umat. Sehingga musu-musuh nya leluasa memangsa mereka. Maka hanya dengan tegaknya kembali Khilafah yang mampu dan mau membebaskan Palestina. 


Maka dengan demikian umat harus terus didorong untuk menolak evakuasi warga Palestina, karena tindakan itu malah memuluskan penjajahan Israel terhadap Palestina. Juga umat harus terus didorong agar tetap menyeru penguasa untuk mengirimkan tentara demi membela saudaranya muslim Palestina.  Walaupun Khilafah belum tegak, jihad tetap akan wajib diberlakukan sampai hari kiamat.


 Apalagi wajib bagi kaum muslimin untuk menolong saudaranya jika saudaranya meminta pertolongan dalam urusan agama. Dan para penguasa muslim itu, para tentara itu adalah muslim. Maka wajib mereka menolong Palestina. Dan akan berdosa jika para penguasa dan tentara itu melalaikan seruan jihad ini dalam rangka menolong saudaranya yang dizolimi oleh para penjajah. Cukuplah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang membuat mereka harus sadar. 


وَاِنِ اسْتَنْصَرُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ اِلَّا عَلٰى قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ۝٧٢


...(Akan tetapi,) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama (Islam), wajib atas kamu memberikan pertolongan, kecuali dalam menghadapi kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan(QS al anfal:72). 


Pada saat yang sama, Umat juga harus disadarkan untuk makin kuat  berjuang untuk menegakkah Khilafah. Karena hanya jihad dan tegaknya Khilafah solusi hakiki membebaskan Palestina dari cengkeraman penjajah. Sehingga dengan tegaknya Khilafah kemustahilan penguasa negeri-negeri muslim akan mau mengerahkan tentara nya karena penerapan sistem demokrasi yang merupakan sistem politik barat penjajah dan nasionalismenya yang menghalangi untuk membebaskan Palestina. Akan mampu hadir menjadi solusi hakiki kemerdekaan Palestina. Khilafah dengan dipimipin Kholifah kaum muslimin akan memobilisasi tentara Islam memerangi Zionis Israel serta mengusir mereka dari Palestina. 


Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ’anhu. bahwa Nabi Muhammad –sallallahu alaihi wasallam– bersabda,


إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ


”Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Muttafaqun ’Alayh dll.)


Gerakan umat ini membutuhkan kepemimpinan partai islam ideologis agar tetap berada di jalur perjuangan yang benar sehingga memberikan pengaruh besar dalam mendorong penguasa negeri muslim untuk mengirimkan tentara untuk berjihad dan tegaknya Khilafah. Hizbut Tahrir selalu berada dalam garda terdepan membela Palestina dan menuntut pembebasan Palestina dari Israel dan para penjajah. Dengan metode dakwah nya yang membangkitkan umat dengan pemikiran dan aqidah islam, bergerak dengan dakwah kepada islam kaffah sebagaimana metode dakwah Rasulullah Sallalahu alaihi wasallam dalam tahapan dakwah dan perjuangan nya.


 Hizbut Tahrir menyeru umat untuk bersatu dengan ikatan aqidah islam dengan meruntuhkan ikatan nasionalisme sehingga umat islam mendapatkan pertolongan Allah. Umat yang sadar dengan pemikiran islam akan datang pada penguasa mereka agar penguasa itu segera mengerahkan tentara mereka untuk membebaskan Palestina dan menolong dan warga nya dengan berperang melawan Israel penjajah dan sekutunya. 

Allah SWT berfirman dalam QS as-Shaff:4. 

 

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ ۝٤


Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kukuh.


Wallahu a'lam bishhawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update