Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendidikan Islam Melahirkan Generasi Berakhlak Mulia

Friday, March 28, 2025 | Friday, March 28, 2025 WIB Last Updated 2025-03-28T00:17:42Z

 


Oleh Widya Amidyas Senja

Pendidik Generasi

 

“Tanpa Pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia-sia” – Abu Bakar Ash-Shiddiq

Pendidikan adab dan ilmu sejatinya adalah dua hal penting dalam menumbuhkan karakter dan kepribadian serta kecerdasan sesuai dengan bakatnya. Dengan adab, ilmu menjadi lebih sempurna. Sehingga segala aktivitas dan tindakan akan berguna serta mendatangkan manfaat dan keberkahan.

Tindakan tanpa pengetahuan adalah akar dari malapetaka dan berakibat fatal. Ini bisa terjadi di ranah apa saja,  termasuk di lingkungan pendidikan. Menjadi malapetaka yang tak berkesudahan tindakan seorang oknum pendidik terhadap muridnya. Misalnya, Pelecehan seksual di lingkungan pendidikan di Indonesia menjadi permasalahan yang semakin mengkhawatirkan. Kasus-kasus yang terjadi tidak hanya mencoreng dunia pendidikan tetapi juga merusak masa depan korban, baik secara mental maupun akademis.

Terjadi di Kalideres, 40 siswi mengaku dilecehkan oleh oknum guru SMK. Para murid itu mengaku dilecehkan oleh oknum gurunya dengan cara memegang Pundak, salaman lama dan mengelus pinggul.

“kronologi pada pernyataan para siswi, itu kayak semacam memegang pundak, lalu kemudian kayak salaman, terus kadang-kadang, pinggulnya kayak dielus gitu. Memang itu perbuatannya tidak terpuji, saya pun juga tidak sepakat” ujar Dennis Wibowo, Kuasa hukum SMK Kalideres, saat dikonfirmasi Kompas.com pada Jumat (7/3/2025).

Kejadian yang lebih bejat, terjadi lingkungan sekolah dasar di Sikka, Nusa Tenggara Timur. Aksi bejat pencabulan dilakukan oleh seorang oknum guru PJOK terhadap 8 muridya. Dengan modus sekaligus ancaman akan dikurangi nilainya, oknum guru tersebut melancarkan aksinya sejak korban duduk di bangku kelas 1 SD, rentang usia 8-13 tahun.

“Pelaku KK yang adalah guru PJOK memanggil murid korban pada saat jam pelajaran PJOK. Pelaku kemudian memangku atau mendudukan korban dan kemudian melakukan tindakan pencabulan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Djafar Alkatiri, kepada Kontributor Tirto, Rabu (5/2/2025).

 Penyebab Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan

1.      Penyalahgunaan Kekuasaan

Banyak kasus pelecehan seksual terjadi karena adanya ketimpangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Guru, dosen, atau pihak yang memiliki otoritas di lembaga pendidikan seringkali memanfaatkan posisinya untuk menekan korban agar tidak melaporkan tindakan mereka.

2.      Kurangnya Pendidikan Seksual dan Kesadaran Hak

Minimnya pendidikan seksualitas yang sehat serta kurangnya pemahaman tentang hak-hak individu menjadikan banyak siswa atau mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi korban pelecehan seksual.

3.      Budaya Patriarki dan Stigma Sosial

Dalam masyarakat yang masih patriarkal, pelecehan seksual seringkali dianggap sebagai hal tabu untuk dibicarakan. Korban lebih sering disalahkan dibandingkan pelaku, yang membuat mereka enggan untuk melapor.

4.      Kurangnya Regulasi dan Penegakan Hukum yang Tegas

Meskipun sudah ada aturan terkait pelecehan seksual, implementasi hukum yang lemah sering kali membuat pelaku tidak mendapatkan hukuman setimpal, sehingga kasus serupa terus berulang.

 5.      Kurangnya Keimanan

Aspek keimanan merupakan hal yang paling penting ketika seseorang akan melakukan aktivitas atau tindakan. Seseorang yang beriman akan mempertimbangkan segala sesuatu atas dasar halal dan haram di hadapan Allah Swt. Sehingga ia akan mampu membentengi diri dari perbuatan maksiat, termasuk aksi pelecehan terhadap muridnya.

 Solusi dalam Pandangan Islam

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan kehormatan diri, serta melarang segala bentuk pelecehan seksual. Beberapa solusi yang bisa diterapkan dalam perspektif Islam antara lain:

1.      Menanamkan Pendidikan Akhlak dan Moral

Islam mengajarkan pentingnya menjaga pandangan, berpakaian dengan sopan, serta menghormati hak-hak sesama. Pendidikan akhlak yang kuat sejak dini dapat membentuk karakter individu yang menghormati orang lain.

2.      Meningkatkan Kesadaran dan Edukasi Seksual

Pendidikan seksual dalam Islam bukan hanya tentang hubungan biologis, tetapi juga mencakup adab dalam berinteraksi antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan ajaran syariat. Hal ini perlu diajarkan dalam kurikulum pendidikan agar siswa dan mahasiswa memahami batasan-batasan yang diperbolehkan dalam interaksi sosial.

3.      Mendorong Keberanian untuk Melapor

Islam mengajarkan untuk menegakkan kebenaran dan melawan kezaliman. Oleh karena itu, korban pelecehan seksual harus didorong untuk melapor tanpa takut stigma sosial, dengan adanya sistem perlindungan yang kuat.

4.      Membentuk Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Islami

Institusi pendidikan harus menjadi tempat yang aman bagi semua siswa dan tenaga pendidik. Penerapan prinsip-prinsip Islam dalam interaksi sosial, seperti adanya batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan serta pengawasan ketat terhadap praktik pendidikan, dapat membantu mengurangi risiko pelecehan seksual.

5.      Menegakkan Hukum yang Adil dan Tegas

Islam menekankan keadilan dalam hukum. Hukuman yang setimpal bagi pelaku pelecehan seksual, seperti yang disebutkan dalam hukum Islam terkait zina dan pelecehan, dapat menjadi efek jera bagi pelaku.

Penegakkan hukum yang adil dan tegas, serta menimbulkan efek jera bagi para pelakunya hanya dapat dilakukan oleh negara, sebagaimana pada zaman Rasulullah saw., beliau menegakkan hukum yang tegas dan adil, serta melindungi kaum wanita dan anak-anak tanpa pandang bulu.

Islam juga melahirkan para pendidik yang memiliki akhlak mulia, kepribadian cemerlang, kecerdasan yang luar biasa serta ketaatan kepada Allah Swt. Sehingga terhindar dari perbuatan maksiat. Terbukti dari banyaknya para ilmuwan dan perawi hadist pada masa kejayaan Islam. Karena Islam sangat mengutamakan kualitas dan kemuliaan pendidikan dan para pendidiknya.

 

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update