Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Palestina Membutuhkan Tegaknya Kepemimpinan Islam

Wednesday, March 26, 2025 | Wednesday, March 26, 2025 WIB


Palestina Membutuhkan Tegaknya Kepemimpinan Islam

Oleh: Eka Susanti 

(Aktivis dan Jurnalis Islam)


Srangan terhadap Palestina di tidak pernah selesai, bahkan semakin brutal. Di tengah bulan suci Ramadhan ini justru perhatian masyarakat seperti semakin berkurang, karena di tutup dengan berbagai persoalan-persoalan dalam negeri yang juga kian tidak masuk akal. Permasalahan umat dan manusia kini semakin kompleks dan tidak pernah menemukan solusi tuntas. 


Dari laman SerambiNews.com (13/03/2025) Ketegangan di Yerusalem semakin meningkat di bulan Ramadhan. Pasukan Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha. Dalam penyerbuan tersebut, dua toa atau pengeras suara masjid yang ada di ruang Salat Qibli dicopot oleh pasukan Angkatan Bersenjata Israel. Padahal toa tersebut digunakan untuk mengumandangkan azan selama bulan Ramadhan. Kemudian dari laman Beritasatu.com (20/03/2025) Israel menyerang Gaza melalui jalur darat setelah mengeluarkan ancaman kepada penduduknya. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menegaskan bahwa pemerintah Israel akan segera mengeluarkan perintah evakuasi di zona konflik. "Bagi warga Gaza, ini adalah peringatan terakhir. Ikuti saran Presiden AS, kembalikan para sandera, dan hancurkan Hamas. Dari sana, pilihan lain akan terbuka bagi semua orang. Mereka yang ingin pindah ke belahan dunia lain dapat pergi". Dari laman CNBCIndonesia.com (19/03/2025) Otoritas kesehatan Palestina melaporkan 404 korban jiwa akibat serangan tersebut. Namun angka yang diperbarui menyatakan korban tewas mencapai 413 orang. Sementara itu, lebih dari 600 orang lainnya mengalami luka-luka. Namun pejabat militer Israel mengeklaim bahwa serangan tersebut menargetkan komandan militer Hamas serta pejabat politik kelompok tersebut. 


Di tengah menyambut hari besar umat yakni perayaan Idul Fitri saat ini, baik Indonesia maupun negeri-negeri muslim lainnya pada hakikatnya sedang sama-sama terjajah oleh narasi Barat dalam mencari solusi tuntas atas Palestina. Perdamaian dunia sebagai jargonnya, namun pada faktanya melihat kondisi baik dalam maupun luar negeri kita saat ini sama bobroknya. 


Harus berapa banyak lagi korban jiwa umat Muslim Palestina yang di bunuh? Kita dibuat sibuk dengan keadaan negara dengan pemimpin-pemimpin yang rusak hingga kabar saudara kita di sana juga luput untuk kita sorot. Sudah saatnya kita perlu berpikir untuk mempersatukan persepsi dalam akidah yang sama. Seperti yang Rasulullah Saw dan para sahabat dahulu lakukan untuk mempersatukan umat dan menyelamatkan mereka dari kekejian dan kebiadaban kaum kafir.


Sudah selayaknya tindakan nyata untuk Palestina diiringi dengan kesadaran politis ideologis para petinggi kaum muslimin. Tanpa pengiriman pasukan, pembelaan hanyalah sekadar retorika. Apalagi mendukung solusi dua negara yang berarti menyetujui tanah Palestina dirampok oleh entitas Yahudi. Karena dengan mendukung solusi dua negara, Palestina tetap tidak akan pernah merdeka sepenuhnya. Faktanya yang dilakukan oleh Israel dan Amerika, justru kebiadaban mereka semakin menjadi, dan kita juga disibukkan dengan pemahaman sesat mereka untuk memecah belah umat muslim.


Perlu kita renungi, jika kita telusuri setiap jengkal sejarah Islam dengan benar, negeri-negeri muslim dahulu sejatinya adalah satu kesatuan wilayah dalam naungan Khilafah Islamiah. Penjajah kafir yang sangat berhasrat untuk meruntuhkan peradaban Islam saat itu berupaya untuk melemahkan kaum muslim secara internal. Mereka menghembuskan ide nasionalisme, melakukan politik belah bambu di antara umat Islam melalui isu Pan-Islamisme dan Pan-Arabisme, hingga umat lupa dengan persatuan akidah. Hingga pada akhirnya, setelah negeri-negeri muslim mengadopsi ide nasionalisme ini dalam kerangka “kemerdekaan yang semu” dari penjajah, pada saat yang sama Khilafah diruntuhkan oleh antek-antek Yahudi. Selanjutnya, kaum muslim pun hidup dalam perasaan emosional geografis mereka masing-masing. Momen inilah yang memberi ruang bagi entitas Yahudi untuk merangsek masuk menguasai Palestina, bahkan bebas melakukan genosida pada rakyat Palestina hingga hari ini.


Perlu kita pahami makna jihad dan persatuan umat muslim ini, apakah hal tersebut benar merupakan definisi negatif yang kita telan mentah-mentah maknanya sesuai dnegan paham Barat berikan. Atau saat ini, hal tersebut justru yang sangat urgent untuk kita bicarakan dan menjadi solusi untuk saudara kita di Palestina? 


Satu hal yang seringkali luput untuk umat Islam bahas saat ini, bahwa perjuangan Rasulullah saw dalam mendirikan Negara Islam di Madinah dahulu selayaknya menjadi teladan bagi umat Islam. Beliau berusaha untuk menyebarkan pemikiran yang benar dengan membersihkan akidah masyarakat Arab jahiliyah dan menantang semua bentuk hukum yang tidak sesuai dengan syariat. Beliau menciptakan perubahan pemikiran secara mendasar (akidah). Beliau aktif berkomunikasi dengan para pemimpin kabilah agar mereka mau menjadikan wilayahnya sebagai pusat penyebaran dakwah, serta mengajak para pemimpin kabilah untuk memeluk Islam. Saat Rasulullah Saw melakukan hijrah dan mendirikan Negara Islam pertama di Madinah, beliau mulai melakukan berbagai manuver sebagai bentuk menunjukkan kekuatan dan mengintimidasi musuh. Saat itu, musuh-musuh umat Islam pun merasa gentar dan mulai memperhitungkan kekuataan Islam di bawah kepemimpinan Rasulullah Saw.


Maka begitu pula dengan saat ini, yang perlu dilakukan dan diupayakan oleh umat Islam sekarang tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah individu masing-masing, sedangkan di luar sana saudara kita tersiksa, terbunuh, terjajah, dan tidak mendapatkan ketenangan dan keadilannya. Perlunya umat untuk bersuara dan membangun kesadaran kepada para pemimpin negeri-negeri muslim saat ini untuk dapat bersatu dalam kekuatan akidah Islam dan membangun peradaban Islam seperti yang Rasulullah Saw lakukan dahulu untuk menyelamatkan dan membebaskan Palestina dari cengkraman Yahudi-Israel. Dan hari ketika Islam dan umat Islam kembali menggantikan peradaban kelam yang sangat hegemonik hari ini, keberkahan Islam akan hadir. Islam dan syariatnya akan menjadi rahmat yang hakiki bagi seluruh alam. Pada saat itu, bukan hanya negeri muslim seperti Palestina dan Suriah yang terbebaskan, tetapi juga seluruh dunia yang hari ini hidup tertindas dalam cengkeraman kapitalisme global.


Allah Swt berfirman dalam QS. An-Nashr (110): 1-3: “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima taubat.”


Maka, saat ini yang dibutuhkan Palestina tidak hanya sekedar bantuan makanan dan doa kita saja, namun perlunya kesadaran politis untuk menyuarakan Negara Muslim agar bisa bersatu dalam bingkai Islam yakni Khilafah. Karena hanya dengan begitu baik Palestina dan seluruh umat Islam di dunia bisa terselamatkan dari berbagai gempuran hegemoni penjajahan kaum Kafir. 


Wallahua’lam Bissawab…

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update