Oleh Maya Herlinawati
Muslimah Peduli Umat
Dikutip dari Bandung (BR.NET)-Bupati Bandung Dadang Supriatna punya cara unik dan menarik dalam menyiarkan Ramadan, sekaligus memperingati Nuzulul Qur'an pada 17 Ramadan 1446 H. Acara dikemas dalam bentuk Lomba Cerdas Cermat Pemahaman Al-Qur'an. Berlangsung di Gedung Dewi Sartika, dan dihadiri oleh ormas Pemuda Pancasila, GMBI, BBC, dan FKPPI. Dalam sambutannya bupati diwakili Sekda DR.H. Cakra Amiyana. Peringatan Nuzulul Qur'an juga diadakan dalam rangka ikhtiar membangun semangat kebersamaan, persatuan dan persaudaraan di antara sesama ormas. Kang DS yakin bahwa Al-Qur'an lah yang telah mempersatukan mereka dengan akidah Islam.
Ramadan adalah Bulan yang memiliki banyak keistimewaan, antara lain Ramadan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan yang batil, terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 185. Pada bulan ini pula ada satu malam kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan yaitu Lailatul Qadar, terdapat dalam Surat Al Qadar ayat 1 - 3.
Bulan Ramadhan dijuluki sayyid asy-syuhur (pimpinan seluruh bulan) dibanding bulan-bulan lain karena memiliki berlimpah keistimewaan.
Al-Qur'an sebagai pedoman hidup manusia mengatur seluruh aspek kehidupan. Baik yang berkaitan dengan ibadah mahdhah seperti salat, puasa, zakat, dan amalan yang lain. Syariat Islam memiliki aturan yang berkaitan dengan diri sendiri yaitu makanan, minuman, dan akhlak. Aturan muamalah seperti ekonomi, sosial kemasyarakatan, pendidikan, pergaulan, politik, dll, diatur terperinci dalam Al-Qur'an. Umat Islam wajib terikat pada hukum Islam karena akan membawa keberkahan hidup.
Umat muslim semestinya menjadikan Bulan Ramadan sebagai momentum untuk lebih meningkatkan ibadah dengan cara membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkan serta mendakwahkan isi kandungan Al-Qur’an sebagaimana Rasul saw. contohkan agar umat dapat menjalani hidup sesuai dengan apa yang Allah Swt. kehendaki, yaitu jalan yang lurus, selamat dunia dan akherat. Jika umat berpaling dari aturan Al-Qur'an, maka umat akan ditimpa kehidupan yang sempit di dunia dan di akhirat. Bagaimana kita bisa menjadikannya Al-Qur'an sebagai petunjuk dan pedoman hidup?
Sistem demokrasi kapitalisme menjadikan akal manusia sebagai sumber aturan, padahal manusia adalah makhluk yang lemah, sehingga berpotensi adanya pertentangan dan berkonsekuensi lahirnya berbagai permasalahan.
Berpegang teguh pada Al-Qur’an sejatinya konsekuensi keimanan dan seharusnya terwujud pada diri seorang muslim. Al-Qur’an menjadi landasan hidup setiap individu, masyarakat dan negara. Namun, hari ini justru individu yang berpegang pada Al-Qur’an dan menyuarakan untuk kembali pada Al-Qur’an dianggap radikal dan monsterisasi ajaran islam seperti khilafah mengakibatkan umat takut dan menjauh dari agamanya sendiri. Dalam hal ini sistem kedaulatan di tangan rakyat menjadikan manusia sebagai penentu hukum berdasarkan hawa nafsu dan kepentingannya.
Sistem sekularisme yang diemban oleh banyak negara termasuk di Indonedia, semakin menjauhkan rakyatnya dari aturan Al Qur'an. Dampaknya nyata, banyak kerusakan, kemungkaran, kemaksiatan dan ketidakadilan. Kekayaan alam yang berlimpah di negeri ini banyak dimiliki oleh segelintir orang dan oligarki. Hilangnya rasa empati terhadap saudara sesama muslim di belahan bumi sana yang terjajah seperti di Palestina.
Peringatan turunnya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an) yang setiap tahun diadakan juga tidak menghasilkan ketakwaan yang hakiki dan menyeluruh dalam diri kita, berarti bagi umat. Seharusnya umat Islam menyadari kewajiban berpegang pada syariat Al-Qur’an secara keseluruhan dan memperjuangkan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam semua aspek kehidupan.
Oleh karena itu, dibutuhkan dakwah kepada umat yang dilakukan oleh jemaah ideologis untuk membangun kesadaran umat akan kewajiban menerapkan hukum-hukum Al-Qur’an secara kafah dalam kehidupan secara nyata bagi setiap individu masyarakat dan negara.
Penerapannya hanya dapat terwujud dalam Daulah Islam Khilafah A'la Minhaj Nubuwah.
Wallahualam bissawab.

No comments:
Post a Comment