Oleh : Akhmad Gifari
(Mahasiswa FDIK UIN Antasari Banjarmasin)
Menurut halodoc, anak tantrum merupakan sebuah kondisi dimana seorang anak memperlihatkan ledakan amarah dan frustasi yang parah. Tantrum berupa ragam bentuk perilakunya, seperti anak beteriak histeris, memukul-mukul, berguling-guling di lantai, menangis yang tak henti, melukai diri sendiri bahkan merusak barang-barang yang ada disekitarnya. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak umur 1-3 tahun yang berada dalam tahap awal perkembangan sosial, emosional dan bahasa. Hal ini terjadi karena anak belum memahami dengan baik cara mengkomunikasikan perasaannya kepada orang lain, makanya sering anak umur 1-3 tahun ketika keinginannnya tidak terpenuhi akan mengalami frustasi yang berujung pada perilaku tantrum. (https://www.halodoc.com/)
Melansir dari kanal Youtube podcast Nikita Willy Official, dr. Aisah Dahlan, CMHt., CM. NLP, praktisi neuroparenting yang menjadi bintang tamu atau narasumber, mengatakan bahwa anak yang mengalami tantrum dapat diredam dan dicegah dengan mengisi perasaan anak dengan baterai kasih sayang atau love languange yang diberikan oleh orang tua. beliau mengatakan terdapat lima baterai kasih sayang pada setiap anak, maka dari itu orang tua perlu memenuhi baterai kasih sayang tersebut, namun tidak harus 24 jam dipenuhi. Beliau menambahkan fokus penjelasannya pada anak umur dibawah lima tahun.
1.Baterai Pujian
Orang tua memberikan apresiasi secara verbal kepada anak, seperti ucapan terima kasih, bangga atas pencapaian anak, respon yang positif. Anak yang teriak-teriak tanpa henti ketika tantrum merupakan sinyal si anak memerlukan baterai pujian.
2.Baterai Pelukan atau Sentuhan
Adanya kontak fisik antara orang tua dengan anak, seperti memeluk, menyentuh tangan atau wajah, dan mengusap kepalanya. Ciri-ciri anak memerlukan baterai ini adalah ketika anak memukul-mukul atau mencubit-cubit orang tuanya dan membenturkan kepala atau melukai dirinya.
3.Baterai Pelayanan
Tindakan melayani yang diberikan orang tua dapat berupa menyuapi makan, memandikan, menyisir, memakaikan pakaian, menyiapkan bekal dan pakaian sekolah, mengantar dan menjemput anak. Anak-anak yang sering berkata-kata kasar atau dengan nada yang tinggi memberikan tanda bahwa anak kekurangan baterai pelayanannya.
4.Baterai Waktu
Orang tua menyediakan diri untuk hadir di sisi anak, seperti menemani makan, menemani bermain, menemani ketika mau tidur, menemani saat belajar. Tidak ekspresif dalam menyampaikan perasaannya ataupun merespon sesuatu dapat dikatakan anak mengalami kekurangan pada baterai waktunya.
5.Baterai Hadiah
Hadiah yang diberikan tidak harus yang dibelikan barang-barang yang mahal, hadiah yang dimaksud adalah dapat berupa hadiah yang sederhana, seperti ibu membuat susu untuk anaknya, membelikan mainan atau yang diinginkannya yang sesuai kemampuan orang tuanya. Anak-anak yang sulit sekali meminjamkan barangnya atau berbagi atau pelit berarti si anak kekurangan baterai hadiahnya.
Beliau menambkan pula, orang tua harus memperhatikan dan memenuhi baterai kasih sayang kepada si anak, karena perilaku menyimpang atau tantrum merupakan akibat dari orang tua tidak memenuhi segera kelima baterai kasih sayang ini. Minimal pemenuhan ini dilakukan mulai dari anak usia 0-5 tahun.
Maka perhatikanlah anak-anak anda, mereka adalah anugerah dan amanah yang diberikan tuhan, jaga dan rawat sebaik-baiknya. Berikan ruang bertumbuh dan berkembang yang baik, penuhi apa yang dibutuhkan si anak agar di masa depan nanti menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat.

No comments:
Post a Comment