Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jalan Rusak, Berlubang Buah Dari Salah Kelola Hanya Islam Solusi Tuntas Masalah Infrastruktur

Wednesday, February 12, 2025 | Wednesday, February 12, 2025 WIB
Jalan Rusak, Berlubang Buah Dari Salah Kelola Hanya Islam Solusi Tuntas Masalah Infrastruktur

Oleh: Yani Riyani

Status: Ibu Rumah Tangga


Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku akan memperbaiki jalan- jalan yang ada di Kabupaten Bandung selama 5 tahun kedepan.


Tak tanggung- tanggung Dadang menyebut telah menganggarkan 500 milyar rupiah untuk perbaikan jalan.Menurut dia,perbaikan jalan sudah sesuai dengan keinginan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi,yang fokus pada pembangunan infrastruktur jalan selama 5 tahun kedepan.Maka saya optimisme 5 tahun kedepan jalan di Kabupaten Bandung tidak ada lagi jalan berlubang katanya di temui di Hotel Sutanraja Soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat ( dikutip KOMPAS.COM.Rabu 05-02-2025).


Jalan raya merupakan akses bertransportasinya manusia dalam melakukan kegiatan seperti tempat jalannya menyalurkan barang dari satu tempat ketempat lain,jalan raya yang mulus dan baik menjadi kelancaran dan kemudahan dalam berkendara.Namun jika jalan penuh lubang,rusak atau becek hal ini merupakan hambatan dan salah satu penyebab kecelakaan dalam berlalu lintas.


Ironi memang,jalan yang merupakan akses utama rakyat dalam melakukan aktivitas harus dilewati dengan berlika liku dan penuh kehati-hatian disebabkan karena rusak dan berlubang juga berlumpur.


Diera kejayaan Bani Umayyah,jalan raya dan rumah sakit merupakan infrastruktur yang urgent untuk dibangun dan diperhatikan.Perbaikan dan pembangunan jalan raya terjadi di era pemerintahan Al Walid bin Abdul Malik.


Seorang Khalifah sangat memperhatikan rute menuju Baitul Haram.Sampai ia mengirim Gubenur Madinah Umar bin Abdul Aziz agar mempermudah dan memperlancar pelayanan,penggalian sumur,dan membuat kran yang airnya bisa diberikan pada pekerja,jamaah,serta masyarakat umum.


Sungguh sangat berbeda dengan sistem yang sekarang,rakyat ditekankan penguasa untuk membayar pajak dengan alasan untuk membangun infrastruktur negara,dengan iming-iming untuk memudahkan aktivitas.

Padahal Islam sangat memberikan perhatian khusus dalam kemajuan suatu negara terutama dibidang infrastruktur,dan sangat memperhatikan soal sumber biaya yang digunakan dan mengutamakan yang lebih dulu untuk ditangani.Beda dengan Kapitalis membangun dimana saja dengan tidak mempertimbangkan segala sesuatu berdasarkan kebutuhan dan pembiayaan yang digunakan bergantung pada pendapatan pajak semata.


Namun saat rakyat rela menyisihkan hartanya untuk membayar pajak berharap mendapatkan fasilitas yang sesuai,tapi kekecewaan menghampiri,jalan madih terlihat rusak,infrastruktur yang seharusnya bisa dinikmati oleh semua kalangan rakyat hanya bisa dirasakan kalangan elit saja.


Padahal,dalam UU N0 22 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah tercantum bahwa Otonomi Daerah adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat.Pun dalam Islam,pemimpin berkewajiban untuk meri'ayah ummat.

Pemimpin memiliki tanggung jawab terhadap kebutuhan ummatnya,seperti mendapatkan akses jalan yang baik dan nyaman untuk dilalui.

Rasulullah Saw bersabda: " Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka( HR Ibnu Majah dan Abu Nuaim)


Hingga pernah dalam kisah Umar bin Khattab ra,tentang jalan berlubang di irak.Amirul mukminin,Umar bin Khattab yang terkenal tegas dan tegar dalam memimpin kaum muslimin tiba-tiba menangis dan terlihat sangat terpukul.Mendengar laporan salah satu orang kepercaayaannya tentang peristiwa di tanah irak ada seekor keledai tergelincir kakinya dan jatuh kejurang akibat jalan yang dilewatinya rusak dan berlubang.


Melihat kesedihan Umar bin Khattab sang ajudan berkata" Wahai Amirul Mukminin,bukankah yang mati hanya seekor keledai? "Dengan nada serius dan wajah menahan marah Amirul Mukminin berkata:"Apakah engkau sanggup menjawab dihadapan Allah ketika ditanya tentang apa yang engkau lakukan ketika memimpin rakyatmu?"( HARIAN_JURNAL 21-5-2024)


Lalu bagaimana dengan sekarang,korban nyawa manusia sudah banyak gara-gara jalan rusak dan berlubang.

Jika Umar bin Khattab saja peduli dengan keledai yang jatuh gara-gara terperosok jalan yang rusak.Lantas bagaimana tanggung jawab penguasa yang tidak peduli dengan nyawa manusia akibat jalan rusak dan berlubang yang lambat diperbaiki atau pernah diperbaiki tetapi dana atau uangnya dikorupsi sehingga kualitas perbaikan jalan tidak memadai sesuai harapan ummat.


Para penguasa seperti ini hendaknya merenungi sabda Rasulullah Saw: "Jabatan (kedudukan) itu pada permulaannya penyesalan,pertengahannya kesengsaraan,dan akhirnya adalah azab pada hari kiamat (HR Ath-Thabrani)


Wallahu'Alam Bhishoab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update