Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekularisme Akar dari Liberalisasi Pergaulan

Wednesday, January 15, 2025 | Wednesday, January 15, 2025 WIB

 

 

Oleh: Siti Aminah, S.Pd (Pegiat Literasi Konawe Selatan)

 

Pergaulan hari ini sungguh sangat ironis. Bagaimana tidak, mereka merasa semua apa yang diinginkan, baik itu melanggar moral atau tidak yang pasti memuaskan hawa nafsu mereka.

 

Bahkan tak jarang kita temui walaupun sudah berkeluarga, namun masih mencari kepuasan di luar rumahnya untuk memenuhi nafsu birahinya. Nauzubillah!!!

Semoga kita dijauhkan dengan hal-hal semacam ini.

 

Dilansir dari Kompas.com (10/1/2025), Sepasang suami istri (pasutri) berinisial IG (39) dan KS (39) ditangkap oleh pihak kepolisian terkait kasus pesta seks dan pertukaran pasangan (swinger).

 

Paling aneh dan kotornya lagi, ada seorang guru agama perempuan yang melakukan hal senonoh dengan siswanya yang masih SMP. Semakin ke sini semakin edan perilaku manusia saat ini. Astagfirullah.

 

Sebagaimana yang dilansir oleh Radar (9/1/2025), Bu Guru Agama di Grobogan ajak siswa SMP berbuat tak senonoh hingga 2 tahun dan siswa tersebut diancam akan diberikan nilai jelek jika tak mau menuruti keinginan gurunya.

 

Apa yang kita rasakan dan yang akan kita lakukan ketika melihat fenomena ini? Bagaimana jika hal ini terjadi pada keluarga kita. Astagfirullah. Karena tidak menutup kemungkinan jika aturan hari ini terus diterapkan dalam kehidupan, di mana tidak lagi perduli dengan nilai-nilai agama dan moral bisa saja akan kena juga keluarga kita.

 

Lalu masihkah kita berharap pada aturan hari ini yang telah nyata merusak moral manusia seperti binatang bahkan lebih buruk lagi dari binatang?

 

Marilah membuka mata hati kita bahwa sekularisme merupakan akar masalah kerusakan moral, sehingga pergaulan menjadi makin liberal sebagai akibat makin jauh dari tuntunan agama. Bahkan semua usia menjadi rusak karena pergaulan yang makin bebas tanpa aturan dan bebas memuaskan hawa nafsunya sehingga membuat kerusakan moral di tengah-tengah masyarakat.

 

Alih-alih negara mewujudkan generasi emas, negara dengan sistem kapitalisme sekuler justru melahirkan aturan yang melemahkan moral generasi. Negara hari ini justru memfasilitasi liberalisasi pergaulan, misalnya adanya aturan kontrasepsi untuk pelajar dan pendidikan kespro yang berasaskan peradaban Barat. Juga kebijakan kesetaraan gender dan semua turunannya yang berafiliasi pada barat, seperti hak reproduksi dan bodily autonomi.

 

Maka sudah saatnya kita kembali pada fitrah kita yang tidak menyukai kemaksiatan. Setiap manusia sejatinya pasti menginginkan hidup nyaman tanpa pergaulan bebas, keturunannya terjaga.

 

Oleh karena itu, kita harus mengambil Islam sebagai aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena Islam menjaga kemuliaan manusia dan memerintahkan negara menjaga nasab. Dengan berbagai mekanisme, seperti menerapkan sistem pergaulan Islam, sistem pendidikan berbasis akidah Islam, sistem sanksi yang tegas, dan menjerakan.

Negara juga akan menutup semua celah masuknya ide-ide liberal, media-media sekuler, dan memberi sanksi tegas terhadap tindak maksiat yang dapat merusak moral generasi.

Wallahu A’lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update