Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pentingnya Menjaga Akidah Umat

Wednesday, January 15, 2025 | Wednesday, January 15, 2025 WIB

 

Oleh Risye Kristina Dewi
Komunitas Rindu Surga

 

Seperti biasa di penghujung tahun Masehi terdapat dua hari raya yaitu Natal dan Tahun Baru, yang tentu saja itu bukan hari raya bagi umat Muslim. Akan tetapi masih banyak umat Muslim yang ikut merayakan hari besar tersebut mulai dari instansi pemerintah, swasta, para pejabat hingga tokoh masyarakat. Selain sudah menjadi sebuah tradisi, momen ini bisa juga dikatakan sebagai wahana kebhinekaan dan kerukunan umat beragama.

Hari raya Natal adalah bentuk ibadah bagi umat Nasrani, mereka meyakini bahwa hari tersebut adalah hari lahirnya Tuhan mereka Yesus Kristus bukan kelahiran Isa-al-Masih sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Sebaliknya, umat muslim wajib mengimani bahwa Isa-al-Masih adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Oleh karena itu, ucapan selamat pada Hari Raya Natal jelas bertentangan dengan akidah Islam, di mana Allah tidak mempunyai anak dan juga tidak dilahirkan. Allah Swt. juga telah mengajarkan kepada Nabi saw. dan umat Muslim bahwa sekali-kali jangan mengikuti peribadatan agama mereka.

Begitupun dengan perayaan tahun baru Masehi. Perayaan ini adalah sebuah tradisi bangsa Romawi di mana mereka menyiapkan berbagai persembahan untuk dewa-dewa mereka. Pemimpin gereja Kristen mengikuti perayaan tahun baru setiap tanggal 1 Januari pada Abad pertengahan di Eropa. Namun, sangat disayangkan hari ini justru banyak Muslim dari berbagai penjuru dunia termasuk di negeri kita sendiri ikut merayakan tahun baru Masehi, baik disebabkan karena ketidak tahuan ataupun sengaja tidak peduli dan mengabaikan hukum-hukum Allah Swt..

Padahal Rasullullah saw. telah mengingatkan kepada umatnya agar tidak menyerupai orang kafir. Rasulullah saw. bersabda yang artinya: “Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, dia termasuk golongan mereka. (HR.Ahmad)

Lebih parahnya lagi, dalam perayaan tahun baru biasanya identik dengan hura-hura, campur baur antara pria wanita dan pesta minuman keras yang tidak sedikit akhirnya memicu pada tindak kejahatan.

Selain itu, sudah menjadi sebuah tradisi bahwa disetiap penghujung tahun perayaan Natal dan Tahun Baru kerap dijadikan ajang promosi paham pluralisme di mana umat diajak untuk menerima bahwa semua agama itu adalah benar. Dan bagi mereka momen itu adalah sebagai cara menciptakan kerukunan dan toleransi antar umat beragama. Padahal hakikat daripada pluralisme yaitu mencampuradukkan iman dan kekufuran, haq dan batil. MUI pun sudah menyatakan bahwa pluralisme sangat bertentangan dengan ajaran Islam, dan seharusnya umat Muslim menyadari bahwa tidak ada agama yang benar kecuali Islam. Allah Swt. dalam Firman-Nya: “Sungguh agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (TQS Ali Imran {3}:19)

Demikianlah kondisi akidah umat hari ini, rapuh dan mudah dihancurkan oleh opini dan tradisi serta paham-paham yang bertentangan dengan Islam. Karenanya, menjadi keharusan dan hal yang penting untuk menjaga akidah umat dan meningkatkan keimanan jangan sampai terbawa arus opini yang menyesatkan seperti pluralisme maupun toleransi yang kebablasan dengan ikut serta terlibat perayaan ibadah agama lain.

Wallaahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update