Oleh: Siti Aminah, S.Pd (Pegiat Opini Lainea Konawe Selatan)
Serangan terhadap Gaza tidak kunjung usai. Mereka terus dibombardir oleh Zionis tanpa henti. Sudah satu tahun lebih mereka merasakan kepedihan ini. Namun dunia tetap tutup mata atas kejadian ini terkhusus negeri-negeri muslim.
Sebagaimana yang dilansir oleh voaindonesia.com (5/1/2025), Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa serangan Israel di wilayah Palestina tersebut telah menewaskan sedikitnya 23 orang pada Minggu (5/1). Militer Israel mengatakan telah menargetkan lebih dari “100 target teror” dalam dua hari terakhir
Bahkan dari serangan Zionis akhir-akhir ini banyak korban berjatuhan dan mayoritas perempuan serta anak-anak. Namun dunia termasuk negeri muslim tetap sibuk dengan dialog sana-sini, juga upaya mediasi, namun tak ada hasil yang berarti.
Sebagaimana yang dilansir oleh Kumparan.news, Lebih dari 200 warga Palestina tewas dalam tiga hari terakhir akibat serangan Israel yang terus meningkat di Jalur Gaza. Mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak, menurut laporan dari para koresponden di lapangan (5/1/2025).
Namun dengan serangan ini tidak mampu membuka mata para penguasa negeri muslim, mereka hanya sekadar pencitraan ketika menyerukan pembelaan terhadap Palestina, apalagi solusi yang ditawarkan mengikuti usulan Barat. Dunia internasional pun termasuk lembaga dunia, hanya sekadar memberikan kecaman.
Semua menunjukkan bahwa hari ini dunia tak memiliki solusi jitu untuk menghentikan penjajahan. Solusi dua negara yang ditawarkan dunia bukanlah solusi hakiki, karena menyetujui perampasan tanah milik kaum muslim di Palestina.
Padahal sudah menjadi pengetahuan umum bahwa perampasan terhadap tanah suatu negeri merupakan kejahatan. Namun karena sandaran dunia hari ini tidak terlepas dari sistem kapitalisme, maka para pemilik kekuatan, kekuasaan, atau yang banyak modal lah yang menjadi negara adidaya dan slogan mereka adalah menjarah dan menjajah tujuan utamanya.
Hanya saja tidak mampu dilihat secara kasat mata. Kecuali dilihat dengan pemikiran yang jernih dan hati yang tulus bahwa tujuan Zionis menghancurkan negeri Palestina adalah untuk merampas tanah milik dari kaum muslimin.
Tentu jika kita mengharapkan solusi dunia hari ini, tidak akan pernah usai penjajahan di Palestina. Maka solusi yang harus diambil adalah tidak mengambil dan harus mencampakkan sistem para penjajah ini yaitu sistem kapitalisme sekularisme yang menjadi dalang atas semua ini.
Oleh karena itu, satu-satunya solusi tuntas adalah mewujudkan jihad melawan Zionis. Umat Islam harus menyeru para penguasa muslim untuk menggerakkan pasukannya berjihad melawan Zionis. Umat harus dibangun kesadarannya akan solusi tuntas penjajahan Palestina oleh Zionis.
Selain itu, agar mendapatkan perlindungan hakiki, maka tegaknya Khilafah adalah satu keniscayaan. Karena hanya Khilafahlah yang akan memberikan pembelaan dan perlindungan atas tanah dari kaum muslim di Palestina dan semua tempat di mana kaum muslim teraniaya. Hanya Khilafah yang mampu menghadapi musuh umat Islam ini.
Jadi untuk menyerukan jihad dan menegakkan Khilafah perlu ada upaya mendakwahkan pemahaman yang sahih atas solusi Palestina dan bagaimana upaya mewujudkannya. Oleh karena itu dibutuhkan adanya kelompok dakwah Islam ideologis yang melakukan upaya penyadaran terhadap umat akan solusi hakiki ini dan mengajak umat untuk berjuang bersama menegakkan Khilafah berdasarkan metode yang mengikuti manhaj dakwah Rasul SAW.
Wallahu A’lam
No comments:
Post a Comment