Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengaktivasi Peran Gen Z Dalam Perjuangan Menegakkan Islam Kaffah

Tuesday, November 12, 2024 | November 12, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:34:58Z

 

 

Oleh: Firda Yulianti

(Pegiat Literasi)

 

Dilansir dari times indonesia, Data Badan Pusat Statistik mencatat populasi remaja dan dewasa muda yang signifikan: 22,12 juta jiwa berusia 15-19 tahun dan 22,28 juta jiwa berusia 20-24 tahun, angka yang menunjukkan besarnya potensi sekaligus tantangan yang dihadapi bangsa (BPS, 2024).

 

Realitas mengejutkan terungkap melalui Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), survei kesehatan mental nasional pertama untuk remaja 10-17 tahun di Indonesia. Hasil survei menunjukkan satu dari tiga remaja Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental, setara dengan 15,5 juta remaja.

 

Survei Kesehatan Indonesia (2023), mengungkapkan depresi sebagai penyebab utama disabilitas pada remaja, dengan generasi Z (15-24 tahun) tercatat paling rendah dalam mengakses pengobatan. Kondisi ini dapat memicu peningkatan masalah sosial seperti bunuh diri dan penyalahgunaan zat terlarang. (Kemenkes, 2023).

 

Gen Z adalah generasi yang paling stres untuk saat ini. Situasi yang dihadapi Gen Z menyebabkan kebanyakan mereka tumbuh menjadi pribadi labil akibat informasi tanpa filter, cepat berubah, dan serba tidak pasti. Situasi yang dimaksud bisa dipastikan buah dari sistem sekularisme yang membiarkan Gen Z mendapatkan serangan pemikiran kufur.

 

Mereka juga menjadi generasi yang mudah menyerah dalam menghadapi gelombang kehidupan. Akhirnya, sikap putus asa, hopeless, stres, hingga depresi, menjadi penyakit mental yang mudah menyebar dalam kehidupan mereka. Mereka berpikir dengan bunuh diri, semua beban masalah dan mental mereka akan terlepas dan berakhir. Sekitar 74% tenaga kerja Indonesia adalah mereka yang berpendidikan rendah, yakni SD dan SMP. Pada akhirnya, jutaan Gen Z menganggur.

 

Terlebih lagi, saat ini terjadi problem di tengah masyarakat terkait uang kuliah tunggal (UKT) yang makin melangit hingga anak bangsa sulit mengakses pendidikan tinggi. Harapan dan mimpi anak bangsa harus terhenti karena UKT. Kampus yang semestinya menjadi tempat terbuka bagi setiap warga negara mendapatkan pendidikan, kini hanya bisa diperoleh yang berduit banyak saja.

 

Ada banyak persoalan yang dihadapi Gen Z (UKT mahal, pengangguran, Gangguan mental dll). sebagai dampak dari sistem demokrasi kapitalisme yang banyak melahirkan aturan rusak. Di sisi lain hari ini Gen Z terjebak dalam gaya hidup rusak, mulai dari FOMO, konsumerisme, hedonisme.

 

Gen Z memiliki modal besar sebagai agen perubahan, termasuk membangun sistem kehidupan yang shahih. Demokrasi menjauhkan Gen Z dari perubahan hakiki dengan Islam kaffah, padahal hanya dengan sistem Islam generasi dan umat manusia akan selamat, untuk itu, gen Z membutuhkan adanya partai yang akan membina Gen Z secara shahih yang mendorong terbentuknya gen Z berkepribadian Islam, yang akan membela Islam dan membangun peradaban islam.

 

Generasi muda adalah kunci kebangkitan. Potensi ini harus diaktivasi agar tidak sia-sia. Perjalanan panjang menuju tegaknya Khilafah tidak bisa diisi oleh generasi rapuh, melainkan harus generasi tangguh. Untuk itu, Islam akan memberikan mereka arah dan tujuan yang jelas. Dengan Islam, generasi muda akan ditempa melalui proses pembinaan mengenai akidah Islam, aktivitas dakwah menuju tegaknya Khilafah, serta gerakan dakwah yang memperjuangkan cita-cita untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam dengan meneladan metode dakwah Rasulullah saw.

 

Hal ini sangat penting bagi produktivitas generasi sebagaimana Rasulullah saw. membina para sahabat di Makkah untuk mempersiapkan mereka menjadi bibit-bibit unggul menuju tegaknya Daulah Islam yang pertama di Madinah sebagai institusi yang menerapkan syariat Islam kafah.

 

Pada awal dakwahnya, Nabi saw. mengajak orang-orang yang telah siap menerima dakwahnya tanpa melihat usia, kedudukan, jenis kelamin, dan asal usulnya. Beliau mengajak semua umat manusia dan menuntut kesiapan mereka untuk menerima Islam. Rasulullah saw. membina mereka, kemudian mengumpulkan mereka dalam sebuah kelompok dan bersama-sama mengemban dakwah. Kelompok ini terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan yang kebanyakan mereka dari kalangan pemuda. Mereka mengimani Rasulullah saw., menaatinya, dan menekuni dakwah bersama beliau.

 

Saat proses hijrah ke Madinah, para tokoh-tokoh muda Madinah juga mengambil posisi terdepan menyambut dakwah Rasulullah saw. hingga mereka siap menyerahkan kekuasaan kepada beliau untuk tegaknya Daulah Islam di sana. Hijrah adalah momentum yang telah menandai peralihan tahapan dakwah dari tahap pembinaan dan interaksi ke tahap penerapan hukum-hukum Islam di tengah masyarakat.

 

Dari seluruh rangkaian aktivitas dakwah Rasulullah saw. tersebut, penting bagi generasi muda untuk memahami tujuan dan visi misi hidup hakiki yang berlandaskan akidah Islam serta menapaki jalan kebangkitan dan perubahan pemikiran, termasuk konsekuensi amar makruf nahi mungkar sebagai sebuah kewajiban (fardu ain). Selanjutnya, mereka harus bergabung dengan sebuah jamaah dakwah yang meneladani metode dakwah Rasulullah saw. serta mencita-citakan tegaknya kembali kehidupan Islam melalui tegaknya Khilafah.

 

Jamaah dakwah itulah yang berperan untuk mengaktivasi peran para Gen Z melalui pembinaan dengan tsaqafah Islam ideologis. Proses pembinaan ini berjalan intensif sehingga benar-benar akan menghasilkan para pengemban dakwah yang siap menghadapi segala duri yang menghalangi dakwah. Kematangan tsaqafah serta perpaduan pola pikir dan pola sikap yang mereka peroleh selama pembinaan menjadi bekal untuk menjadi pengemban dakwah yang tangguh.

 

Pemuda Islam harus siap tampil di mana saja ketika tenaga dan kekuatannya dibutuhkan untuk berkorban pada Rabb-nya. Jika peradaban tidak memiliki pemuda, niscaya peradaban itu akan mati. Jika pemudanya lurus, peradaban pun akan lurus.

 

Wallahualam.

×
Berita Terbaru Update