Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kebakaran Terjadi Lagi, Perlu Tata Kelola Hulu Ke Hilir

Thursday, November 07, 2024 | Thursday, November 07, 2024 WIB

Oleh: Astriani Lydia, S S

Kebakaran hebat melanda PT Priscolin dan PT. Jati Perkasa Nusantara, yang berada di Jalan Kaliabang Bungur, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (1/11/2024) pagi. Saat ledakan pertama, disusul ledakan berikutnya sebanyak 3 kali dan api menjalar ke area sekitarnya yang terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar. Sehingga mengakibatkan beberapa korban jiwa, dan beberapa orang luka-luka. Data sementara menyatakan ada 23 orang korban dalam musibah tersebut.

Untuk memadamkan kebakaran, sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, baik dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmag) Kota Bekasi maupun bantuan dari Damkar Jakarta.

PT Priscolin merupakan pabrik minyak goreng yang berafiliasi dengan Divisi Perkebunan KPN CORP. Perusahaan tersebut secara resmi bernama PT Primus Sanus Cooking Oil Industrial.

Priscolin telah beroperasi sejak tahun 1978 yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Jalan Raya Pondok Ungu, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Adapun fokus usahanya yaitu pengolahan minyak kelapa sawit. Setiap hari perusahaan ini memproduksi minyak goreng sebagai produk utamanya.

Selama lebih dari 46 tahun, perusahaan ini menghasilkan minyak goreng curah yang didistribusikan baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Pada pasar ekspor, minyak goreng tersebut dikemas dalam bentuk jerigen dan dijual dengan beberapa merek dagang.

Berdasarkan data tahun 2019, pabrik ini mampu memproduksi hingga 54.656 jerigen minyak goreng per tahun sesuai dengan permintaan pasar. (Bekasi Cakrawala.Co, 1/11/2024)

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Namar Naris, mengungkapkan jika sumber awal api berasal dari ledakan yang terjadi pada salah satu alat produksi di pabrik. Menurut Naris, ledakan ini mengeluarkan percikan api yang langsung menyambar bahan-bahan mudah terbakar di sekitar lokasi produksi.

Sebelumnya PT Priscolin sudah pernah mengalami kejadian serupa.

Dua kasus kebakaran yang melanda PT Priscolin ini diduga terjadi akibat korsleting listrik.

Berulangnya bencana yang memakan banyak korban menunjukkan bahwa kita butuh upaya mitigasi komprehensif agar bisa optimal mencegah bencana dan menyelamatkan masyarakat.

Kebakaran yang terjadi bisa karena pengaruh human error, tetapi tidak bisa dilepaskan dari sistem kapitalis yang diterapkan di Indonesia. Dimana terkait pengadaan, pemeliharaan, perbaikan, dan lain-lain, di pabrik menjadi tidak sesuai standar keamanan.

Negara tidak boleh hanya mementingkan pendapatan negara dari pajak yang disetor para pengusaha, tetapi menutup mata terhadap pengelolaan dan sistem keamanan pabriknya terutama perlindungan keselamatan pekerja.

Dalam Islam, negara akan menerapkan sistem keamanan yang tinggi sehingga kebakaran bisa dicegah dan jika terjadi insiden akan bisa diselesaikan dengan cepat sehingga tidak sampai ada korban jiwa. Orang-orang yang cerdas, terampil, dan saleh akan ditempatkan sebagai petugasnya.
Firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS Al-Qashash [28]: 26).

Negara juga akan menerapkan sanksi bagi siapa saja yang melanggar. Dengan adanya tata kelola dari hulu (penyebab bencana) ke hilir yaitu penyelesaian setelah bencana terjadi, semoga bisa terwujud solusi preventif yang efektif.
Wallahu a’lam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update