Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Program Makan Bergizi Gratis, Siapa yang Diuntungkan?

Wednesday, October 23, 2024 | Wednesday, October 23, 2024 WIB

Oleh Fina Fadilah Siregar

(Aktivis Muslimah)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan Prabowo dalam kampanye Pilpres 2024. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan bahwa program makanan bergizi bagi anak-anak sekolah direncanakan mulai berjalan pada tahun 2025. Program yang dulu disebut sebagai makan siang gratis ini akan menjangkau sekitar 83 juta siswa.

Menurutnya, Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto berencana menyediakan makanan bergizi secara gratis, sementara untuk memenuhi kebutuhan susu dan daging, Indonesia membuka peluang bagi sektor swasta untuk mengimpor sapi hidup. Dia mengatakan sudah ada 46 perusahaan dari dalam dan luar negeri yang berkomitmen untuk mendatangkan 1,3 juta ekor sapi.

“Pemerintah akan memberikan dukungan dalam hal perizinan dan menyiapkan lahan seluas 1 juta hektare untuk memelihara sapi. Kami juga berharap ada keterlibatan dari Jepang dalam program ini,” kata Sudaryono dalam keterangannya selama melakukan kunjungan kerja di Jepang, Kamis (17/10). (Merdeka, 17/10/2024).

Sementara itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini, menyarankan agar pemerintah mendesentralisasikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada usaha mikro, kecil dan menengah di daerah. Didik mengatakan perlunya keterlibatan pemerintah daerah agar dapat mengurangi potensi diintervensinya pelaksanaan program MBG oleh ‘bandit-bandit’ atau pihak yang hanya mengambil untung.

“Program ini sudah diincar oleh bandit-bandit. Nanti pasokan dagingnya dari suatu perusahaan, yang itu terkait dengan pimpinan DPR, atau ketua partai. Wah ini berat sekali. Menurut saya, makan siang gratis ini harus ada elemen ekonomi politiknya, antara diserahkan kepada daerah atau UMKM dengan didesentralisasikan,” ujarnya, dalam Diskusi Publik Indef: Efek Pengganda Program Makan Bergizi Gratis, secara daring di akun YouTube Indef, dikutip Jumat (18/10/2024). (Tirto).

Menurut Didik, Prabowo harus mengulang kembali pernyataannya tentang Program MBG ini sehingga keterlibatan UMKM bukan hanya janji manis saja.

“Sehingga ini tidak outsourcing yang sifatnya nasional dikuasai oleh beberapa orang, ini sudah berat kalau seperti itu, dan memang tradisi kita sudah seperti itu. Ini peluang kong kalikong. Peluangnya presiden terpilih, nanti elemen-elemen yang dekat dengan Presiden, menggosok-gosok kemudian nanti jadi terpusat. Nanti mengimpor daging, mengimpor sapi, setengah juta untuk pasokan, ini berat,” ujar Didik. (Tirto, 18/10/2024).

MBG seolah-olah merupakan program untuk rakyat dengan adanya klaim perbaikan gizi anak sekolah dan pembentukan generasi yang sehat. Tapi sejatinya yang mendapatkan keuntungan adalah perusahaan besar sebagai pemasok bahan baku. Upah tenaga kerja tentu saja mengikuti keumuman ketentuan upah dalam kapitalisme. Proyek berdana besar ini tentu juga berpotensi membuka celah korupsi.

Program MBG ini ibarat tambal sulam kapitalisme dalam menyelesaikan problem generasi, khususnya kesehatan dan kecukupan gizi. Pihak yang diuntungkan tetaplah korporasi. Harusnya negara bertanggung jawab untuk kesehatan dan kecukupan gizi seluruh rakyat, bukan hanya anak sekolah saja.

Program MBG ini juga dapat menjadi ladang impor bagi negara karena Indonesia sendiri belum bisa menjadi penyedia pangan yang mandiri. Lagi-lagi dalam hal ini yang diuntungkan adalah negara asing. Jadi bisa dikatakan MBG adalah program gagal yang hanya membodohi rakyat karena sebenarnya yang diuntungkan adalah korporasi dan negara asing. Sementara rakyat Indonesia sendiri tak kunjung hidup sejahtera.
Inilah gambaran sistem kapitalisme dimana pemerintah tak pernah serius untuk mengurusi rakyat. Pemerintah hanya mengucapkan janji-janji palsu tanpa ada realisasi hakiki yang dirasakan seluruh rakyat, tanpa terkecuali.

Berbeda halnya dengan sistem pemerintahan Islam (Khilafah). Negara Islam tidak perlu program khusus karena kebijakan negara memang harus menjamin kesejahteraan rakyat, tidak hanya anak sekolah saja. Hal ini karena negara bersifat rain dan junnah. Penerapan sistem ekonomi islam akan menjamin terwujudnya kesejahteraan melalui tercapainya ketahananan pangan dan kedaulatan pangan. Apalagi Negara memiliki sumber pemasukan berbagai macam yang akan menjadikan negara mampu menjamin kesejahteraan rakyat. Selain itu, pejabat yang amanah sebagai buah keimanan yang kuat, akan mencegah adanya korupsi dan penyalahgunaan wewenang lainnya termasuk memperkaya diri secara pribadi.

Jadi, jelas hanya Islamlah satu-satunya sistem yang mampu menjadi solusi atas berbagai macam persoalan dimuka bumi. Sistem Islam yang menerapkan syariah secara kaffah hanya dapat kita rasakan dalam satu naungan negara yang bernama Daulah Khilafah Islamiyyah.

Wallahu a’lam bishshowaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update