Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengaktivasi peran Gen Z dalam perjuangan menegakkan islam kaffah

Wednesday, October 30, 2024 | Wednesday, October 30, 2024 WIB

Oleh: Ustadzah Roslina sari

(Aktivis Muslimah Deli Serdang ).

Sungguh miris. Potret generasi muda hari ini makin mengkhawatirkan. Indonesia darurat kesehatan dan kerusakan mental remaja. Hal ini merupakan kondisi mendesak, dibutuhkan solusi tuntas dan totalitas agar masalah ini terpecahkan dengan sempurna.
Dilansir dari JAKARTA, KOMPAS — Identitas remaja yang diduga bunuh diri di area parkir Metropolitan Mall, Bekasi, Selasa (22/10/2024), hingga kini masih ditelusuri. Terlepas dari siapa sosoknya dan apa pun motifnya, insiden remaja bunuh diri ini memberikan gambaran adanya problem kerapuhan mental generasi muda.

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Di balik layar kehidupan sosial media yang tampak sempurna, tersimpan jeritan diam yang tak terdengar. Krisis kesehatan mental pada remaja Indonesia semakin mengkhawatirkan, menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa.
Data Badan Pusat Statistik mencatat populasi remaja dan dewasa muda yang signifikan: 22,12 juta jiwa berusia 15-19 tahun dan 22,28 juta jiwa berusia 20-24 tahun, angka yang menunjukkan besarnya potensi sekaligus tantangan yang dihadapi bangsa (BPS, 2024).

RADAR JOGJA – Angka pengangguran di kalangan Generasi Z (Gen Z) di Indonesia telah mencapai titik kritikal, yaitu sebanyak 9,9 juta orang (22/10/2024).
Ini berarti sekitar 22,25% dari total penduduk usia 15-24 tahun masih belum memiliki pekerjaan stabil.
Fenomena ini menimbulkan perdebatan apakah mereka adalah korban ekonomi atau beban bagi negara.

_Penerapan sistem demokrasi kapitalisme biang kerok kerusakan.

Ada banyak persoalan yang dihadapi Gen Z (UKT mahal, pengangguran, gangguan mental/illness, kekerasan seksual dan lain lain. Kasus bunuh diri remaja akibat depresi. Ini disebabkan karena beratnya beban dalam hidup, masyarakat dan juga negara yang jauh dari penerapan aqidah islam. Remaja yang rentan dengan kesehatan mental nya karena uang UKT kuliah yang mahal yang ini karena kebijakan negara. Sementara himpitan ekonomi terasa sulit dirasakan oleh rakyat nya. Ditambah lagi tingkat pengangguran yang tinggi. Dan ini semua dirasakan generasi Zilenial (gen Z). Apalagi gen Z semakin terjauhkan dari islam, iman mereka lemah. Mereka tidak punya sandaran yang kuat kepada Allah dan agama sehingga mencari jalan pintas untuk lari dari depresi atas kenyataan hidup dan masalah dengan hal-hal yang dilarang agama, misalnya penggunaan obat-obat terlarang dan bundir , yang mengancam jiwa dan nyawa mereka. Waiyadzubillah min dzalik.

Hal ini sebagai dampak dari sistem demokrasi kapitalisme yang banyak melahirkan aturan rusak. Aturan aturan yang berasal dari produk hukuman buatan manusia yang menjadi kan akal dan hawa nafsunya untuk membuat kebijakan dan aturan dalam hidup, dirinya, bermasyarakat dan bernegara. Sehingga tidak memikirkan nilai-nilai agama dan syari’ah islam dalam berfikir dan berbuat apalagi dalam membuat aturan. Halal -haram tidak menjadi standart dalam berbuat. Malah kepentingan, manfaat, dan materi yang dijadikan standart dalam perbuatan. Penguasa yang harus nya mereka mengurusi urusan rakyat nya apalagi generasi dengan aturan Allah sang Pencipta dan pengatur manusia yaitu Islam. Namun nyatanya mereka abai terhadap kesejahteraan rakyat . Mereka abai dengan pendidikan dan kesehatan mental generasi. Pemerintah telah abai dalam menguatkan keimanan dan agama generasi. Pemerintah dalam sistem demokrasi kapitalisme hanya berbuat untuk kepentingan Oligarki kapital/pemilik modal dari asing, aseng, dan swasta lokal. Sehingga pendidikan dibisniskan bagi rakyat nya. Dengan sistem ekonomi kapitalisme nya yang sumber nya pendapatannya adalah pajak, hutang luar negeri dan riba yang memiskinkan rakyat apalagi generasi zilenial. Negara kapitalisme inilah yang telah membebani rakyat dan generasi dengan aturan nya yang zolim. Penguasa demokrasi kapitalisme abai dalam memberikan pekerjaan kepada rakyat nya yang laki-laki apalagi gen Z. Sehingga 9,9 juta gen Z terancam pengangguran. Penguasa ini telah lalai memberikan skill /keahlian bagi generasi yang terhubung dengan Al-qur’an dan as-sunnah. Akibatnya tingkat depresi yang tinggi dialami gen Z. Pemerintah alih-alih mengelola sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah untuk kesejahteraan rakyat dan generasi. Malah menyerah kan semua asset kekayaan milik umat ini kepada para penjajah melalui instrumen hutang dan dilindungi dengan seperangkat kebijakan Undang-undang yang berpihak kepada negara kapitalis penjajah asing dan cina yang menguasai negeri ini. Sebut saja misalnya UU SDA, UU omnibus law cipta kerja, UU pendidikan, UU pelegalan kondom dan banyak lagi regulasi perundang-undangan, ini semua dibuat untuk berpihak kepada Oligarki. Telah tampak jelaslah bahwa penerapan sistem demokrasi kapitalisme yang merupakan biang kerok rusak nya kesehatan mental generasi muda saat ini. Penguasa dan negaralah yang sangat bertanggung jawab atas semua penderitaan ini atas sistem rusak yang mereka terapkan dalam mengurusi umat yaitu demokrasi kapitalisme.

Disisi lain hari ini Gen Z terjebak dalam gaya hidup rusak, mulai dari FOMO, konsumerisme, hedonism. Gen Z tidak mampu untuk membentengi dirinya dari sistem kehidupan sekuler yang sedang merusak mereka. Fenomena FOMO yang menimbulkan kerusakan mental, konsumerisme yang menjadi kan pemahaman remaja hanya sibuk menghabiskan uang dengan boros, berbelanja untuk memuaskan diri dan menyenangkan hati mereka bahkan dengan barang-barang yang tidak bermanfaat dan membuat mereka tidak memikirkan masa depan mereka . Ditambah dengan sikap hedonism yaitu sikap berhura-hura, bermewah-mewah bersenang-senang, menghabiskan waktu dan hidup untuk berfoya-foya. Pergaulan bebas, seks bebas itu menjadi lumrah dikalangan remaja saat ini. Semua ini adalah gaya hidup barat yang merusak , yang tidak mengindahkan nilai-nilai agama , sistem sekuler yang mendewakan hawa nafsu dan kebebasan bertingkah laku. Generasi tergerus dalam budaya barat yang menjijikkan. Sehingga membuat remaja dan gen Z tidak punya tujuan hidup didunia ini yang harus nya untuk beribadah kepada RabbNya dengan hal itu mereka tidak menyia-nyiakan masa muda mereka dengan hal yang sia-sia yang merusak.

Ditambah lagi penggunaan teknologi yang tidak terkendali.
Teknologi digital seharusnya menjadi alat yang mendukung perkembangan positif, bukan sumber gangguan psikologis. Namun, minimnya pendidikan literasi digital dan kesehatan mental membuat banyak remaja tidak mampu mengelola dampak negatif dari paparan teknologi ini. Misalnya, kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain (FOMO) di media sosial sering kali mengarah pada depresi dan kecemasan yang lebih tinggi, terutama ketika standar yang ditampilkan di sana tidak realistis atau manipulatif.

Semua kerusakan ini makin menjelaskan kepada umat bahwa sistem demokrasi kapitalisme dengan akidah sekularisme merusak generasi penerus umat.

Padahal Gen Z memiliki modal besar sebagai agen perubahan, termasuk membangun sistem kehidupan yang shahih. Potensi luar biasa dari gen Z sangat dibutuhkan untuk mengembalikan peradaban yang mulia yaitu peradaban islam yang mulia yang pernah memimpin dunia 13 abad lamanya. Apalagi Indonesia surplus pemuda. Demografi penduduk terbesar pemuda didunia adalah generasi muda di Indonesia. Hal ini merupakan modal menjadi kan para generasi sebagai agen of change perubahan dunia untuk tatanan dunia baru yaitu Khilafah.

Namun demokrasi telah menjauhkan Gen Z dari perubahan hakiki dengan Islam kaffah, padahal hanya dengan sistem Islam generasi dan umat manusia akan selamat. Demokrasi telah mematikan potensi pemuda di dunia muslim khusus nya generasi dinegeri ini. Penerapan sistem demokrasi dengan akidah sekuler nya telah merusak generasi. Demokrasi telah membajak potensi pemuda hanya sekedar untuk menopang sistem ekonomi kapitalisme, mengikuti arahan barat penjajah melalui dunia pendidikan yang berbasis kerja dan pengejar materi. Demokrasi telah menipu gen Z . Menjadikan gen Z sebagai agen penjaga demokrasi dengan melibatkan mereka sebagai pemilih pemimpin dalam pemilihan umum demokrasi . Akibatnya gen Z kehilangan kehilangan pemikiran kritis terhadap sistem rusak yang telah diterapkan atas mereka. Yang menimbulkan penderitaan dan semua persoalan manusia dan generasi. Gen Z tidak lagi peduli dengan kondisi negeri yang terpuruk dan terjajah akibat penerapan sistem demokrasi kapitalisme. Gen Z tidak peduli masalah agama dan akidahnya serta nasib kaum muslimin diseluruh negeri muslim yang sedang tertindas apalagi genosida yang dilakukan oleh penjajah Israel laknatullah dan sekutunya yaitu kaum kuffar berupa negara kapitalis penjajah terhadap saudara muslim Palestina, Gaza. Gen Z benar-benar terlelap tidur dengan tipuan palsu dunia yang menyenangkan. Pemuda dan generasi ini tidak faham akan perubahan hakiki yang akan menyelamatkan generasi dan umat manusia yaitu perubahan secara mendasar yaitu islam kaffah.
Padahal Allah SWT telah menjelaskan posisi pemuda itu sebagai kekuatan di antara dua kelemahan. Sebagaimana firman Nya dalam QS. Ar-Rum( 30 ) :54.
۞ اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَّشَيْبَةًۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۚ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْقَدِيْرُ ۝٥٤

Allah adalah Zat yang menciptakanmu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan(-mu) kuat setelah keadaan lemah. Lalu, Dia menjadikan(-mu) lemah (kembali) setelah keadaan kuat dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.

Maka untuk itu, gen Z membutuhkan adanya partai yang akan membina Gen Z secara shahih yang mendorong terbentuknya gen Z berkepribadian Islam, yang akan membela Islam dan membangun peradaban islam.
Adanya partai ini suatu keharusan di tengah-tengah umat dan untuk menyelamatkan generasi zilenial ini. Dan hizbut Tahrir ada di tengah umat siap untuk membina generasi Z ini. Aktivitas hizbut tahrir adalah menjalankan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana dalam QS. Ali-imran (3) :104.

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١٠٤

Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Pembinaan ini sebagaimana apa yang dicontohkan baginda Rasulullah SAW dalam membina para sahabat dirumah pemuda arqam bin Abi arqam. Pada fase dakwah Makkah Rasulullah telah membentuk hizbun rasul /partai rasul bersama sahabat yang telah lebih dahulu masuk ke dalam islam menerima dakwah Rasulullah. Pada waktu itu yang menerima dakwah Rasulullah adalah kebanyakan para pemuda. Seperti Ali bin Abi Thalib, ibnu Abbas, Mush’aib bin umair dan banyak pemuda lain lebih kurang berjumlah 40 pemuda. Mereka dibina selama 3 tahun untuk menjadi orang orang yang berkepribadian islam. Rasulullah memahamkan aqidah islam kepada mereka sehingga pola pikir dan pola nafsiyyah sahabat menjadi islam. Sehingga mereka menjadi para pemuda yang mempunyai iman dan pemikiran yang kuat dan tangguh, rela berkorban apapun dijalan dakwah, harta. waktu, tenaga, bahkan nyawa. Mereka telah menggadaikan dunia mereka untuk surga. Mereka yang siap menjadi pembela Allah, rasulNya dan dakwah. Mereka menjadi pemuda yang sangat mencintai Allah dan rasulNya yang siap untuk diterjunkan ditengah masyarakat untuk mendakwahkan islam yang kaffah dan dari mereka lahir lah generasi awal penjadi tonggak peradaban islam. Mereka berjuang bersama Rosulullah saw. Hingga tegaklah islam di Madinah dalam sebuah negara. Mereka menjadi tonggak perubahan hakiki dari sebuah peradaban yang rusak menuju peradaban mulia yang akhirnya menyebar luas sampai 2/3 dunia. Para pemuda itu kelaklah yang menjadi para Kholifah yang lembut, adil , faqih dan mujahid, sebagaimana Abu Bakar Ash-Shiddiq dan umar bin Khattab, Usman bin Affan serta Ali bin Abi Thalib. Dari pembinaan yang dicontohkan oleh Rasulullah ini juga diteruskan dengan generasi berikutnya. Muncullah para pemuda-pemuda yang tangguh seperti Tariq bin Ziyad yang menaklukkan Andalusia. Shalahuddin al ayyubi yang membebaskan al quds dari pasukan salib. Lahir juga pemuda mujahid Muhammad bin qasim yang menaklukkan india. Muhammad al fatih berumur 21 tahun yang menjadi sebaik-sebaik pemimpin yang memimpin sebaik-baik tentara yang telah menaklukkan Konstantinopel Romawi Timur dari pasukan Romawi , Konstatinopel yang kelak menjadi ibukota Khilafah Utsmaniyah yaitu Turki.

Dengan demikianlah generasi seperti sahabat dan generasi sesudahnya akan kembali lagi, para pemuda dan generasi Z saat ini dengan cara yang shohih ini akan bisa terselamatkan kembali dari kerusakan dan kelemahan mereka. Generasi Z akan bisa bangkit dari tidur lelap nya agar mereka akan aktif kembali dengan mengemban dakwah islam kaffah yang membela islam dan kaum muslimin. Membangun kembali peradaban yang mulia itu dengan segala potensi yang mereka miliki. Yang akan menumbangkan sistem demokrasi kapitalisme yang kufur dan penguasa penipu. Akan lahir generasi yang akan membebaskan al quds, Palestina, Gaza dan seterusnya akan menaklukkan kota Roma setelah Konstatinopel. Sebagaimana bisyarah Rasulullah SAW :
سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْمَدِينَتَيْنِ تُفْتَحُ أَوَّلاً قُسْطَنْطِينِيَّةُ أَوْ رُومِيَّةُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَدِينَةُ هِرَقْلَ تُفْتَحُ أَوَّلاً يَعْنِي قُسْطَنْطِينِيَّةَ

Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dahulu, yaitu Konstantinopel.” (HR Ahmad, Ad-Darimi, dan Al-Hakim).

Wahai pemuda dan generasi muslim ayolah bangun. Berjuang lah bersama partai yang shohih yaitu hizbut tahrir. Hentikanlah dan akhirilah sistem demokrasi kapitalisme yang kufur dan merusak ini. Siapkanlah diri Anda untuk dibina mengkaji islam dan menjadi penolong agama Allah. Dalam perjuangan menegakkan islam kaffah. Allahu akbar!.
Wallahu a’lam bisshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update