Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

FOMO: Ancaman Nyata bagi Gen-Z

Tuesday, October 29, 2024 | Tuesday, October 29, 2024 WIB

Oleh Ana Yuliana

Aktivis Muslimah

 

FOMO atau fear of missing out adalah gejala sosial yang timbul ketika seseorang tidak ingin ketinggalan dan tidak mau sendirian. Seseorang dapat bersikap FOMO karena pengaruh dari internet dan media sosial. Membuatnya ingin mendapatkan pengalaman yang dimiliki orang lain. FOMO kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian orang FOMO karena ingin mencari perhatian dari orang lain. Menurut Pengamat Sosial Devie Rahmawati, FOMO dapat menyebabkan dampak buruk.

“Kalau kemudian, untuk mengejar perhatian dia menggunakan segala cara yang termasuk menggadaikan kehormaatan. Itu menjadi masalah,” ujarnya ketika diwawancarai Kompas.com, belum lama ini.

Di mana seseorang yang FOMO dapat menggadaikan harga dirinya, keluarga, juga bangsanya untuk mendapatkan hal yang sedang tren. FOMO juga dapat berdampak buruk jika seseorang melakukannya dengan cara yang melanggar hukum. “Jika jalan yang ditempuh untuk FOMO lekat dengan urusan pidana dan melanggar hukum. Itu problem-nya,” jelas Devie.

Karena hal tersebut tentu saja merugikan orang lain dan diri sendiri. Dampak negatif FOMO lainnya diungkapkan oleh Sosiolog Sunyoto Usman, bahwa FOMO dapat membuat seseorang menjadi narsistik. “Dampak negatif FOMO adalah menyebabkan perilaku narsistik,” ungkap Sunyoto pada Kompas.com, belum lama ini. Di mana seseorang merasa dirinya lebih dari orang lain dan kerap menunjukkan kehidupan dan kelebihannya di media sosial. “Ketika mengalami FOMO, seseorang akan merasa harga diri dan statusnya naik. Ia juga jadi mengharapkan pujian yang berlebihan,” ujar Sunyoto. Akhirnya, orang akan merasa dirinya lebih menonjol daripada orang lain, sehingga menimbulkan perilaku narsistik. ( Kompas.com, 21/09/2024 )

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) telah menjadi salah satu tren signifikan di kalangan generasi Z. FOMO mencerminkan dampak besar interaksi berbasis teknologi terhadap psikologi dan perilaku komunikasi individu, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.

Akar munculnya gaya hidup FOMO adalah sistem liberal kapitalisme demokrasi. Sistem rusak ini mengakibatkan gen Z bergaya hidup bebas, hedonistik dan konsumerisme. Semua kesenangan dunia sesaat mendominasi dan menjadi prioritas utama.

Akibatnya terjadi pengabaian potensi gen Z untuk berprestasi dan berkarya yang lebih baik, juga menghalangi potensinya sebagai agen perubahan menuju kebaikan. Apalagi Regulasi dalam sistem hari ini tidak memberikan perlindungan bagi gen Z. Namun, justru menjerumuskan gen Z pada lingkaran materiaslistik melalui sosial media yang menciptakan gaya hidup FOMO.

Dalam Islam pemuda adalah tonggak peradaban. Mereka adalah generasi yang akan memimpin umat menuju kejayaan, bukan sekedar pengikut tren yang tak bermakna.

Sejatinya sebagai umat yang beriman, kita harus ingat bahwa tujuan hidup ini tidaklah sekadar mengejar dunia. Islam datang dengan membawa jalan hidup yang jelas dan mulia. Memandang pemuda termasuk Generasi Z, bukan sebagai konsumen produk kapitalis, tetapi sebagai agen perubahan yang bisa menggerakkan roda kebaikan dan kemuliaan.

Islam memiliki sistem terbaik untuk melejitkan potensi generasi muda. Membekali mereka dengan akidah yang kuat tentang tujuan penciptaan dan keberadaan mereka di dunia. Sehingga setiap pemuda dalam Islam tidak akan hidup dalam kesia-siaan. Mereka akan meghiasi hari-hari mereka dengan ilmu dan kontribusi terbaik dalam Islam.

Hanya dengan kembali pada Islam generasi bisa bangkit dari keterpurukan dan menjalani hidup yang bermakna. Sebagai umat muslim khususnya generasi Z marilah kita berpikir lebih jernih, untuk tidak terbawa arus FOMO yang tidak bermanfaat lebih baik sibukkan diri dengan kebaikan dan hal-hal yg bermakna karena peradaban ini kelak ada di pundakmu. Lepaskan diri dari jeratan kapitalisme dan matrealisme yang menyesatkan.

Islam sebagai agama yang sempurna. Tidak hanya mengatur urusan ibadah saja, tetapi mengatur segala urusan kehidupan. Menawarkan solusi kepada generasi muda untuk FOMO terhadap hal-hal yang bermanfaat dan kebaikan saja agar tidak tenggelam dalam arus dunia yang fana. Pusatkan perhatian pada kehidupan yang lebih baik yaitu akhirat. Arahkan hidup sesuai penciptaan yaitu memaksimalkan potensi sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

Generasi Z, dengan segala potensi dan kekuatannya bisa menjadi agen perubahan yang besar dengan mengajaknya kembali kepada nilai-nilai Islam. Di mana kesederhanaan, kepedulian, dan kerbersamaan lebih diutamakan dari pada kepemilikan materi.

Hanya dengan Islam, mereka akan mampu memainkan peran sebagai pemuda yang membawa perubahan besar untuk dunia di bawah bimbingan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update