Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ironi Sekolah Gratis dalam Sistem Kapitalis

Saturday, August 10, 2024 | Saturday, August 10, 2024 WIB

Oleh : Leha

(Pemerhati Sosial)

Para orangtua di Samarinda kembali menggelar aksi demo mempertanyakan biaya pendidikan yang mahal yaitu biaya seragam, biaya pembangunan, dan harga sejumlah buku yang wajib dibeli anak-anak mereka. Selain itu anak-anak dapat intimidasi dan dibully di sekolah cuma karena tidak bisa membeli buku yang seharusnya gratis dari dana BOS serta ada ancaman tidak akan naik kelas.

Demo yang digelar di depan Kantor Wali Kota Samarinda menyuarakan dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah SD dan SMP Negeri di Samarinda. Aksi demo tersebut justru ditanggapi oleh Asisten 1 Pemkot Samarinda dengan mengatakan bahwa aksi tidak murni, ditunggangi kepentingan. Tentu saja hal itu meyulut emosi para simpatisan demo sehingga terjadi perdebatan dan pada akhirnya Asisten 1 Pemkot minta maaf dan dilakukan negosiasi untuk melakukan rapat ulang dan membuat tim khusus.

Hal ini tentunya tidak bisa dianggap sebagai permasalahan biasa dan dibiarkan begitu saja. Bagaimana generasi yang berkualitas akan bisa terwujud jika biaya pendidikan mahal. Sungguh sekolah gratis yang digaungkan hanya ironi di tengah kekayaan SDAE yang melimpah.

*Kapitalisme Akar Masalah*

Kondisi seperti ini masih akan terus ditemui jika memang sistem pendidikan yang diterapkan menggunakan sistem buatan manusia. Sistem yang berpatokan pada asas materi tidak peduli dengan halal haram. Sistem kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dalam kehidupan sehingga tidak ada keimanan terhadap pertanggungjawaban kelak dihadapan Allah Swt. dalam menjalankan amanah.

Sistem pendidikan kapitalisme juga menjadikan peran negara dalam mengurusi urusan rakyatnya “setengah hati” karena yang dipikirkan adalah keuntungan materi yang akan diperoleh penguasa dan pendukungnya. Padahal pendidikan merupakan tanggung jawab penuh negara. “Bukankah setiap warga negara berhak menerima pendidikan sesuai yang tercantum dalam UUD 45 pasal 31?”

Sedangkan negeri ini sangat kaya dengan sumber daya alam. Jika dikelola dengan baik, pasti dapat memenuhi biaya pendidikan, pembangunan gedung sekolah dan sarana prasarana pendukung lainnya.
Masalahnya sumber daya alam yang dimiliki saat ini banyak dikuasai swasta dan asing sehingga merekalah yang mendapatkan keuntungan, sedangkan untuk rakyat bergantung pada pajak dan utang sehingga jauh dari kesejahteraan.

*Islam Solusi Pendidikan*

Islam menjadikan pendidikan sebagai salah satu kebutuhan primer rakyat yang disediakan negara dengan biaya murah, bahkan gratis. Semua individu rakyat punya kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan pada berbagai jenjang, mulai dari prasekolah, dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi.

Dalam Islam, sumber pembiayaan pendidikan bisa berasal dari sejumlah pihak, yakni dari individu warga secara mandiri, infak/donasi/wakaf umat untuk keperluan pendidikan, serta pembiayaan dari negara. Bagian pembiayaan dari negara inilah yang porsinya terbesar. Islam juga menetapkan sejumlah pos pemasukan negara di baitulmal untuk memenuhi anggaran pendidikan. Di antaranya dari pendapatan kepemilikan umum, seperti tambang minerba dan migas, juga fai, kharaj, jizyah, dan dharibah (pajak). Khusus untuk pajak, diambil hanya dari rakyat saat kas baitulmal kosong dan dikenakan pada orang kaya laki-laki saja.
Juga ada jaminan dan realisasi pembiayaan pendidikan oleh negara, yakni berupa pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana pendidikan, anggaran yang menyejahterakan untuk gaji pegawai dan tenaga pengajar, serta asrama dan kebutuhan hidup para pelajar termasuk uang saku mereka.

Keuangan baitulmal tidak bersumber dari pemungutan pajak dan utang luar negeri. Pendidikan dalam Islam merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi negara, mulai pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Hasil implementasi pendidikan di sistem Islam misalnya untuk antisipasi banjir, para penguasa muslim akan membangun bendungan, terusan, dan alat peringatan dini.

Sebagai contoh hasil dari pendidikan Islam adalah Insinyur Al-Farghani (abad 9 M) telah membangun alat yang disebut nilometer untuk mengukur dan mencatat tinggi air Sungai Nil secara otomatis di berbagai tempat. Setelah bertahun-tahun mengukur, Al-Farghani berhasil memprediksi banjir Sungai Nil baik jangka pendek maupun panjang.

Visi dan tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk kepribadian Islam untuk menjadi pemimpin yang menjaga dan melayani umat, serta memperjuangkan penegakannya dan menerapkannya di tengah umat, serta menjaga dan mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Demikianlah sistem pendidikan dalam Islam gratis dan berkualitas.
Wallahu ‘alam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update