Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harga Tiket Pesawat Melambung, Yakin Satgas bisa Memberikan Solusi?

Friday, August 09, 2024 | Friday, August 09, 2024 WIB

Oleh : Wakini
Aktivis Muslimah

Transportasi udara saat ini sangat digandrungi oleh masyarakat. Sebab, dengan menggunakan pesawat jarak tempuh dan waktu terasa lebih singkat. Banyak dari Namun, sungguh sangat disayangkan jika momen ini justru diambil manfaat untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Kenaikan tiket pesawat mahal disebabkan oleh biaya operasional pesawat yang semakin tinggi.

Selanjutnya selain biaya operasional, penyebab kenaikan harga penerbangan juga dipengaruhi oleh kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PJPB) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebelumnya ditetapkan pemerintah terhadap pihak maskapai penerbangan. Ditambah lagi adanya iuran wajib asuransi Jasa Raharja dan retribusi bandara yang disebut sebagai biaya pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U).

Melalui pajak dan PJP2U ini dipungutlah biaya dari tiap penumpang atas dalih tambahan beban biaya operasional pemerintah termasuk pembangunan dan perawatan bandara. Semua itu memerlukan biaya yang tinggi yang akhirnya tercermin pada harga tiket yang ditawarkan. Belum lagi karena terbatasnya jumlah maskapai yang aktif beroperasi sehingga mengakibatkan maskapai tersebut memiliki kendali lebih besar atas harga tiket.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas atau satgas penurunan harga tiket pesawat, sebagai upaya untuk menciptakan harga tiket pesawat yang lebih efisien di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan bahwa bukan hanya bahan bakar Avtur saja yang berkontribusi membuat harga tiket pesawat mahal di dalam negeri. Namun terdapat aspek lain seperti beban pajak hingga beban biaya operasional.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan harga tiket pesawat di Indonesia tercatat paling mahal kedua di dunia. Di tingkat global, tingginya harga tiket maskapai udara di Indonesia hanya kalah dari Brasil. Sementara di ASEAN, Indonesia adalah negara yang rata-rata harga tiket pesawatnya paling mahal. (Kompas.com,14/07/2024).

Pemerintah sejauh ini telah melakukan guna merespon berbagai keluhan masyarakat terkait melambungnya harga tiket pesawat, yaitu dengan cara membentuk satuan tugas( satgas). Namun sejatinya Keberadaan satgas tidak serta merta membuat masalah dunia penerbangan teratasi. Sejumlah persoalan dilematis butuh segera mendapatkan solusi. Mulai dari biaya operasional yang tinggi, aturan-aturan penerbangan antar kementrian dan lembaga yang perlu diubah dan disinkronisasi, keinginan maskapai agar ketentuan tarif batas bawah (TBB) dihapus dan tarif batas atas (TBA) direvisi, pajak dan bea masuk yang membebani pihak maskapai, potensi berkurangnya pendapatan negara jika penghapusan pajak dan bea masuk terealisasi, ketergantungan terhadap dollar yang tinggi, termasuk dugaan monopoli di industri aviasi. Kesemuanya menunjukkan harga tiket pesawat murah bagi rakyat semakin mustahil tuk terpenuhi.

Dalam Negara Islam, prinsip pengelolaan transportasi adalah untuk memenuhi kebutuhan publik. Bukan mengambil keuntungan. Sehingga perhitungan biaya operasional dihitung untuk menutup BEP (Break Event Poin) saja.

Jika BEP sudah tercapai, maka dimungkinkan untuk operasional selanjutnya, bahkan bisa digratiskan. Hal ini karena dalam menjalankan sarana transportasi, infrastruktur yang terlibat semuanya adalah milik publik.

Wallahu a’lam bishowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update