Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bara Api Pecah di Bangladesh

Saturday, August 10, 2024 | Saturday, August 10, 2024 WIB

Oleh: Sholihati, S. Pd

(Aktivis Muslimah)

 

Bangladesh, negeri dengan populasi kaum muslim terbesar ke-empat di dunia kini sedang membara. Pemantik bara api berasal dari problem akut masyarakat. Yakni, lebih dari 30 juta masyarakat Bangladesh hidup di bawah garis kemiskinan, pengangguran tinggi, jutaan mahasiswa menganggur karena susah mencari pekerjaan, korupsi akut, kondisi ekonomi juga tidak baik, kesenjangan sosial yang sangat tinggi.

 

Fenomena puncak pecahnya bara api tersebut disebabkan kebijakan pemerintah Bangladesh yang menetapkan pembatasan kuota seleksi pegawai negeri sipil (PNS). Sesuai keputusan Mahkamah Agung, pemerintah mengumumkan penurunan kuota pekerjaan publik dari 56% menjadi 7% dengan menambah kuota bagi loyalis pemerintah. Mahasiswa menuntut agar pemerintah Bangladesh menghapus sistem kuota untuk PNS tersebut dan menerapkan skema seleksi berbasis prestasi.

 

Demonstrasi besar-besaran dilakukan oleh mahasiswa, namun berujung kerusuhan yang mengerikan. Banyak mahasiswa dan warga yang akhirnya menjadi korban aksi kekerasan. Dilansir antara news tanggal 28 juli korban jiwa mencapai 211 jiwa dan 1600 jiwa lebih mengalami luka dan menjalani perawatan di rumah sakit. (antaranews.com). Selain itu jumlah penangkapan terhadap demonstran juga melampaui 2500 menurut AFP per 23 Juli lalu (www.beritasatu.com).

 

Polisi di Bangladesh bahkan diperintahkan “tembak di tempat”, bahkan sempat diberlakukan jam malam nasional untuk mengatasi kerusuhan besar tersebut. Pemerintah juga menerapkan pemadaman komunikasi dan menutup akses internet dan media social. Selain itu lebih dari 2000 orang ditangkap di seluruh negri atas tuduhan kdekerasan, sebagian besar dari mereka merupakan penduduk dari partai Nasionalis Bangladesh dan Jamaat-e-Islami yang notabene adalah partai oposisi.

 

Pada Senin (5-8-2024) ketika ribuan demonstran yang marah membanjiri jalanan ibu kota Bangladesh, Dhaka. Maka, pada hari yang sama, Shekh Hasina mundur dari jabatannya dan kabur ke luar negeri. Apakah dengan mundurnya Perdana Menteri Shekh Hasina setelah 15 tahun menjabat, kondisi Bangladesh bisa ideal sesuai harapan masyarakat?

 

Kapitalisme: Bara Api Sesungguhnya 

Bara api yang terjadi di Bangladesh sebenarnya hal jamak yang terjadi di negara-negara lain yang ada di dunia. Hal ini berasal dari penerapan sistem kapitalisme busuk. Kondisi kemiskinan, pengangguran tinggi, jutaan mahasiswa menganggur karena susah mencari pekerjaan, korupsi akut dan kesenjangan sosial yang sangat tinggi merupakan problematika umum yang terjadi di dunia.

 

Hal ini mengingatkan pada situasi di Indonesia tahun 1998. Demonstrasi besar-besaran berujung kerusuhan massal dipicu penerapan kapitalis yang membuahkan kezaliman penguasa. Tragedi dan kerusuhan 1998 dinilai sukses karena berhasil melengserkan presiden soeharto yang berkuasa puluhan tahun. Hal ini menandai berakhirnya kekuasaan rezim orde baru beralih menjadi era reformasi.

 

Adapun tuntutan demonstran saat itu ada 6 poin, salah satunya adalah hapus KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) dan Tegakkan supremasi hukum. Pemerintahan yang baru pengganti rezim orde baru pun diharapkan bisa mewujudkan perubahan sesuai cita-cita reformasi. Namun, fakta berkata lain. Nyatanya perubahan tersebut gagal terwujud. Hingga detik ini, sistem ekonomi semakin liberal, korupsi semakin merajarela, politik dinasti menggurita dan supremasi hukum pun jauh panggang daripada api.

 

Perubahan di Bangladesh 

Menuntut perubahan tapi masih menggunakan sistem kapitalisme niscaya akan terus menemui kegagalan. Tidak akan ada perubahan yang mendasar dan menyeluruh. Yang ada hanyalah perubahan parsial yang tambal sulam dan melanggengkan penjajahan kapitalisme di dunia termasuk negeri muslim.

 

Perubahan hakiki hanya bisa dicapai dengan tuntasnya tiga hal. Pertama, adanya pemahaman terhadap realitas masyarakat yang bobrok berikut akar masalahnya. Kedua, adanya pemahaman mengenai bentuk kehidupan (konstruksi) masyarakat yang ideal yang seharusnya diwujudkan. Ketiga, paham bagaimana peta jalan(road map) perubahan yang harus dilakukan.

 

Perubahan hakiki yang bisa membalik keadaan tentu tak cukup hanya dengan pergantian orang. Harus dengan mencampakkan sistem rusak kapitalis ini dan menggantinya dengan sistem yang benar. Yakni sistem yang tegak di atas akidah sahih, dan darinya lahir aturan yang mampu memecahkan seluruh masalah kehidupan dengan pemecahan yang benar dan mendasar. Itulah sistem atau kepemimpinan Islam.

 

Dengan demikian, menghadirkan sistem Islam haruslah menjadi visi perubahan yang diperjuangkan oleh umat. sehingga dibutuhkan upaya serius dan terarah agar terwujud kesadaran umat akan realitas Islam sebagai sebuah ideologi. Islam tidak boleh hanya dipahami ritual, tetapi sebagai solusi seluruh problematik kehidupan. Islam yang tak hanya bicara urusan ibadah mahdhoh saja, tapi juga mengatur urusan-urusan kehidupan.

Wallahu’alam bi shawab.

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update