Mengisi Tahun Baru Islam Pesantren Darul Fikri ziarah Ke Palembang Agendakan Tiga Kunjungan
Tanggamus (Nusantaranews.net) Lampung,Dalam rangka Ahiru Sanah dan Mengisi Tahun Baru islam,Pesantren Darul Fikri,Sumanda Pugung Kabupaten Tanggamus Lampung, Mengadakan Ziarah ke Palembang dengan Agenda 3 Kunjungan diantaranya
1.Musium Al Qur’an terbesar yang terbuat dari kayu
2. makam Sultan Badarudin kawah tengkurep
3. masjid agung Palembang.Minggu (14/7/2024)
Iwan Ridwan, S.Fil.l menyampaikan Melalui Via Telpon Menjelaskan,Ziarah Ini Memperingati Tahun Baru Islam,1 Muharram 1446 Hijriah Kita Pesantren Darul Fikri Mengadakan Kunjungan Ke 3 tempat Ziarah di palembang.Selama Satu hari Satu malam

Wisata religi museum Al-Quran Al-Akbar menjadi salah satu lokasi kunjungan kita saat datang ke Palembang Kegiatan ini rutin di adakan setiap pergantian Tahun Baru Islam atau setiap memasuki bulan Muharram”jelasnya
Dikutip dari situs Giwang Sumsel, Museum Al-Quran Al-Akbar dikenal sebagai wisata religi dengan pesona kitab suci umat Islam terbesar di dunia. Wisata religi ini dikenal juga dengan nama Museum Bayt Al-Quran Al-Akbar yang berarti tempat wisata Al-Quran raksasa.Sama seperti museum pada umumnya, Bayt Al-Quran Al-Akbar menyuguhkan keindahan yang membuat pengunjung terpana. Apalagi kalau bukan Al-Quran 30 juz yang dipahat atau diukir pada lembar kayu tembesu.
“Lanjut Ridwan Menjelaskan Keunikan tersebut membuat wisata religi Al-Quran Al-Akbar dinyatakan sebagai seni ukiran kayu kaligrafi Islam terbesar di dunia dalam bentuk 30 juz.
Salah satu tempat wisata religi dan sejarah yang dapat dikunjungi saat berada di Palembang adalah Kawah Tengkurep.
Kawah tengkurep merupakan Komplek Pemakaman Para Sultan Palembang Darussalam, yang menjadi bukti bahwa dulu kala Kesultanan Palembang Darussalam itu pernah ada, kawah tengkurep berada di Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Sumatera Selatan, Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau Sultan Mahmud Badaruddin I adalah Sultan ke empat dari Kesultanan Palembang Darussalam, yang memerintah antara 1724 – 1757, Sultan Mahmud Badaruddin 1 dimakamkan di komplek Pemakaman Kawah Tengkurep Palembang.
Keindahan malam Masjid Agung Palembang merupakan bukti nyata kekayaan sejarah dan budaya yang dilestarikan dengan baik. Sejak diresmikan pada tahun 1748, masjid ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga saksi bisu berbagai perubahan zaman. Keberadaannya yang terjaga hingga saat ini menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang, sekaligus simbol harmoni dari berbagai budaya yang berakulturasi di Palembang.tutupnya
Nusantaranews.net.(Rian)
No comments:
Post a Comment