Oleh Ummu Hanif
Seorang Pendidik.
“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Kata presiden pertama RI, Ir,. Sukarno.
Bagaimana faktanya sekarang kondisi remaja yang tanpa arah dan tujuan hidupnya?
Polisi mengungkap kronologi tewasnya MZG (18), usai terjadi aksi tawuran remaja di Jalan Raya Wonokusumo, Semampir, Surabaya, Jatim, Kamis (25/4).
Polisi menangkap lima pemuda yang hendak tawuran di Jalan Parang Kusumo, Indrapura. Surabaya, Rabu (19/6/2024) dini hari WIB.(detik.com)
Polres Metro Depok mengamankan tiga pelaku tawuran yang menewaskan satu pelajar SMP Muhammadiyah 2 Rawa Denok berinisial MIM (14). Satu dari tiga pelaku yang diamankan masih berstatus sekolah. Sedangkan dua pelaku lainnya telah dikeluarkan dari sekolah. Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan, tiga pelaku mengeroyok MIM. “Pelaku ada tiga, yang dua ini sudah dikeluarkan dari sekolah dan yang satu ini masih status sekolah, Jumat (Sindownes.14/6/2024).
Seorang remaja berinisial DMS (18) diamankan polisi karena aksinya membubarkan tawuran antar pelajar di sekitar rumahnya dengan melempar balok kayu. Namun balok yang dilempar DMS mengenai anak di bawah umur yang mengakibatkan korban tewas
Kapolsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat Kompol Abdul Jana, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 8 Juni 2024, sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Kamal Raya, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.(sindownes.com/20/6/2024)
Solusi Negara
Terbaru Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan peraturan baru tentang penanganan kekerasan di sekolah untuk jenjang SD hingga SMA yakni Permendikbud No 46 Tahun 2023.
Peraturan ini mengatur tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Permendikbudristek PPKSP). Peraturan ini bertujuan dalam penanganan dan pencegahan kasus kekerasan seksual, perundungan, serta diskriminasi dan intoleransi di sekolah. Perintah Nadiem adalah pembentukkan Tim Pencegahan dan Penangan Kekerasan (TPPK) di sekolah. Permendikbud baru ini juga mengamanatkan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas).
Yang sebelumnya Kemendikbudristek telah membentuk Kelompok Kerja (pokja) Pencegahan dan Pengananan Kekerasan di Bidang Pendidikan yang diresmikan pada 20 Desember 2021, sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 yang diawali aturan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015.
Adapun Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) menggolongkan tawuran atau perkelahian massal sebagai aksi kriminal yang diancam pidana penjara. Aturannya tertera dalam Pasal 170 KUHP dan Pelaku tawuran juga dapat dijerat dengan Pasal 358 KUHP.
Sehubungan dengan itu, Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan bakal memasukkan riwayat pelaku tawuran ke dalam Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).”Karena, setiap mendaftar pekerjaan atau apapun itu pasti membutuhkan SKCK, yang sumbernya dari tindakan sebelumnya. Jadi, apapun yang anak ini (pelaku tawuran) lakukan akan terdata terus dan terbawa,” kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Harun, disiarkan Antara, Jumat (19/5/2023)
Dari berbagai aturan yang dibuat pemerintah, faktanya tawuran antar pelajar dan remaja masih terjadi sampai nyawa melayang, kenapa hal ini terjadi?
Gagalnya Penerapan Sistem Pendidikan Sekuler
Walaupun sederat aturan. Yang sudah dikeluarkan tetapi, masih belum menyelesaikan masalah tawuran pelajar.
Terbukti gagalnya sistem Pemerintahan dalam penerapan hukum dan sistem pendidikan sekuler yang selama ini diterapkan karena masih maraknya tawuran antar pelajar atau remaja terjadi diberbagai daerah bisa dilihat dari peningkatan kasus.
Dari Data KPAI, Tahun 2019 Kepala Bidang Penghayatan dan Pengarahan Imtaq Kemenpora RI, Nur Chairiyah mengatakan, berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Angga tawuran di Indonesia kian meningkat dan naik 1,5 persen menjadi 15,5 persen. Jika dibanding dengan tahun sebelumnya yakni 2017, angka tawuran sebanyak 12,9 persen. Namun di sepanjang 2018 lalu, naik menjadi 14 persen.
Pada tahun 2020- 2022 awal pandemi yang sudah 2 tahun berjalan lebih meningkat lagi, karena pengawasan tidak terkendali karena dengan adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau secara online. Dari sebelumnya pada tahun 2021 mencapai 48 kasus menjadi 32 kasus pada tahun 2022.(komoas/23/1/2023)
Sepanjang 2023, kasus tawuran di wilayah Hukum Polres Metro Tangerang Kota meningkat 36 persen. (Beritasatu.com/29/12/2023 )
Selama semester 1 tahun 2024 sudah terjadi puluhan tawuran pelajar/remaja yang terjadi dibeberapa daerah.
Salah satu alasan terbaru dari para remaja tawuran untuk mencari cuan pada medsos ditayakan secara langsung sebagai konten. Permulaan tawuran awalnya dengan saling ejek antar gang, kampung antar sekolah d sebelumnya saling ejek lewat media social. Dengan tawuran dendam terbalaskan dan ada kepuasan diri kata mereka. Miris sekali remaja sekarang sudah menghalalkan segala cara untuk mencari cuan, tujuan hidupnya hanya bersandar pada materi. Yang berlawanan dalam kehidupan Islam bisa kita lihat pada Al Quran Surat Al Zariyat Ayat 56, artinya “ Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”
Bila dicermati secara teliti ada beberapa aspek penyebab maraknya aksi tawuran remaja diantaranya kurangnya kontroling keluarga, masyarakat, dan Negara dalam membina remaja saat ini.
Sederet potret buram remaja menjadi bukti kegagalan sistem Kapitalisme yang diterapkan, di antaranya melalui sistem pendidikan generasi saat ini. Sistem pendidikan sekular kapitalis telah menyita sebagian besar waktu dan tenaga siswa untuk mengabaikan aspek pembentukan kepribadian yang kuat. Sekolah sebagai institusi pendidikan alih-alih mencetak remaja yang berkualitas yang memiliki kepribadian yang kuat sesuai dengan tujuan pendidikan, namun justru menghasilkan remaja yang menciptakan banyak masalah. Sekolah yang baik seharusnya mampu membentuk kepribadian yang baik. Sebaliknya, sekolah yang buruk adalah yang abai terhadap hal-hal tersebut. Inilah realita yang terjadi kini.
Sebenarnya Pemerintah telah menetapkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa serta berkembangnya potensi diri secara optimal. Tentu, ini adalah sebuah tujuan yang sangat ideal, dan memang itulah yang diharapkan dari sebuah proses pendidikan. Pendidikan harus melahirkan sosok manusia yang mempunyai kepribadian khas yang muncul dari keimanan dan ketawaan yang tinggi serta memiliki kemampuan berbasis kompetensi yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendidikan diarahkan untuk menempa kepribadian siswa yang kuat dan mengembangkan potensi keterampilan secara optimal.
Peran negara yang seperti ini tentu tidak akan terwujud dalam tatanan sistem yang kapitalis. walupun sudah beberapa kali ganti kurikulum. Hanya negara yang menerapkan Islam secara kaffah-lah yang mampu melaksanakan peran strategis ini. Oleh karena itu, berharap menghapus potret buram remaja dalam tatanan sistem kapitalis saat ini hanyalah mimpi yang takkan terwujud.
Solusi Islam masalah Tawuran Remaja
Asas pendidikan dalam Islam adalah akidah Islam. Pendidikan dalam Islam bertujuan
menguasai tsaqafah Islam, membentuk syakhsiyyah islamiyyah, juga menguasai ilmu kehidupan. Visi pendidikan dalam Islam adalah membangun dan memajukan peradaban Islam. Negara bertanggung jawab penuh dalam mengarahkan potensi peserta didik dan calon intelektual, serta mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah. Sebab, pendidikan merupakan kebutuhan pokok dan menjadikan generasi muslim yang punya berkepribadian tangguh tahu arah dan tujuan hidup untuk meraih Ridho Allah.
Bukti keberhasilan kurikulum yang diterpakan pada masa Kejayaan Islam pada abad pertengahan yakni Pada zaman ini terjadi penaklukan wilayah Andalusia (Spanyol saat ini) oleh panglima perang Thariq Bin Ziyad, penaklukan Konstatinopel (Istambul – Turki saat ini) oleh panglima perang terbaik Muhammad Al fatih. Ilmu pengetahuan berkembang pesat, banyak penemuan dilakukan oleh ilmuan Islam, seperti Al Farabi dengan Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama). Al Battani (sekitar 858-929) dikenal sebagai Albatenius adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia.
Berikut ini strategi Islam dalam mencetak generasi cemerlang berkepribadian Islam melalui sistem pendidikan Islam, yaitu:
Pertama. Sistem pendidikan islam menjadikan akidah Islamiyah sebagai dasarnya.
Sistem pendidikan Islam memfokuskan pada keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia yang akan ditanamkan pada anak didik. Halal haram akan ditanamkan menjadi standar. Dengan begitu anak didik dan masyarakat nantinya akan selalu mengaitkan peristiwa dalam kehidupan mereka dengan keimanan dan ketakwaannya.
Pendidikan Islam akan melahirkan pribadi muslim yang taat kepada Allah, mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Ajaran Islam akan menjadi bukan sekedar hafalan tetapi dipelajari untuk diterapkan, dijadikan standar dan solusi dalam mengatasi seluruh persoalan kehidupan.
Kedua. Sistem pendidikan islam mewajibkan umatnya untuk mengusai sains dan teknologi demi memperbaiki kondisi dan taraf hidup masyarakat bukan untuk mengejar kepentingan dunia.
Jika pendidikan sekuler berorientasi pada materi dan prestasi beda dengan sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Islam berlandaskan pada aqidah yang kuat sehingga ketika disandingkan dengan materi sains, teknologi dan keterampilan, maka hasilnya adalah manusia berkepribadian Islam sekaligus pintar dan terampil.
Namun, kepintaran dan keterampilan yang dimilikinya tersebut tidak untuk mengejar kemewahan duniawi akan tetapi digunakan untuk memperbaiki kondisi dan taraf kehidupan masyarakat.
Ketiga. Sistem pendidikan islam mewajibkan negara untuk menjamin dan menyediakan seluruh fasilitas pendidikan Untuk mewujudkan semua itu, Islam menetapkan bahwa negara wajib menyediakan pendidikan yang baik dan berkualitas secara gratis untuk seluruh rakyatnya yakni dengan system Daulah Islamiyah hal ini menghasilan generasi muda yang cemerlang dan tawuran pelajar tidak tidak akan terjadi. Wallahualam
No comments:
Post a Comment