Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rekonsiliasi Menuju Solusi Damai untuk Palestina

Monday, June 10, 2024 | Monday, June 10, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:44:33Z

Oleh: Jelvina Rizka

(Aktivis Dakwah Muslimah)

 

Sejak 7 Oktober 2023 lalu hingga detik ini, konflik yang dicetuskan oleh Zionis Israel terhadap Palestina kian memperpanjang episode penderitaan yang lebih tragis penuh kecaman. Tidak hanya dari umat muslim saja, melainkan seluruh kalangan masyarakat global pun turut serta menyuarakan kebebasan atas Palestina. Seperti yang dilansir dari CNBC Indonesia-Gelombang demo besar-besaran terus meluas. Para akademisi turun ke jalan menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina. Mulai dari Amerika Serikat, Eropa, hingga ke Asia. Seluruh mahasiswa unjuk rasa menuntut pemerintah dunia mengambil tindakan tegas agar Israel berhenti melancarkan operasi militernya di Gaza. Mereka terus menyerukan gerakan agar perguruan tinggi melakukan divestasi dari perusahaan yang mendukung Israel. Mereka meyakini perusahaan-perusahaan itu mendukung dan mendanai serangan Tel Aviv di Gaza.

Hal serupa juga dilakukan oleh koalisi masyarakat yang berunjuk rasa di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat, pada Jumat (31/5/2024). Berdasarkan pantauan Kompas.com sekitar pukul 15.30 WIB, puluhan anak muda telah berkumpul di lokasi sambil membawa isi tuntutan mereka yang ditulis tangan. Poster-poster bertuliskan “All eyes on Rafah” ditempel di beton pembatas jalan yang sudah dipasangi kawat berduri. Begitu pun dengan foto poster Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan mata tertutup. “From the river to the sea. Palestine will be free,” kata massa menyampaikan suara mereka. Selain menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Palestina. Massa juga menyerukan agar Amerika Serikat berhenti memasok senjata ke Israel (Kompas.com, 31-05-2024).

Meskipun kita tahu, bahwa tak ada hal yang mampu membuat penduduk Palestina takut sekalipun kemerdekaan yang senantiasa diserukan oleh berbagai kalangan telah diraih, aksi bela Palestina yang dilakukan oleh berbagai kalangan di seluruh dunia merupakan upaya untuk menghentikan perang biadab kaum zionis Israel. Banyaknya informasi yang diperlihatkan secara nyata bagaimana nasib penduduk Palestina dibunuh, ditembak, dilecehkan, dan berbagai tindakan bengis Israel lainnya, tentu membuat mereka berani untuk menyuarakan pembebasan Palestina. Namun, hal tersebut hanya akan menjadi solusi yang bersifat tambal sulam, sebab organisasi dunia PBB pun tak mampu menyudahi permasalahan yang terjadi.

Adanya jeratan sekularisme dan sikap individualisme adalah fakta memilukan dibalik permasalahan ini. Banyak dari kita yang menganggap bahwa konflik yang terjadi antara Palestina-Israel sebatas masalah teritorial negara, yang menjadikan simpati dari sebagian kalangan hanya berdasarkan asas kemanusiaan semata. Belum lagi adanya sekat nasionalisme antara negeri-negeri Muslim di penjuru dunia yang tersekat oleh asas kepentingan menambah kesuraman konflik ini. Pada akhirnya, masing-masing kepala negara hanya akan terisolasi pada upaya pengecaman tanpa mendalami peran sebagai perisai umat yakni pelayan sekaligus pengayom.

Umat Muslim menjadikan tanah Palestina khususnya kota Yerusalem sebagai tempat suci yang menyimpan sejarah religius. Maka dari itu, penting untuk menemukan jawaban melalui lensa Islam dalam mengupayakan solusi kedamaian penduduk Baitul Maqdis.

Dalam syariat Islam yang memprioritaskan kedamaian, rekonsiliasi menuju solusi damai untuk Palestina harus difokuskan, tidak hanya bagi sebagian kalangan, tetapi seluruh lapisan masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh. Perang yang berkepanjangan ini bukan lagi hanya sekedar persoalan politik atau wilayah, melihat membabi butanya zionis Israel dalam melakukan kejahatan genosida terhadap penduduk Palestina. Diamnya para pemimpin muslim sebab terbelenggunya mereka atas perjanjian dan kerjasama dengan para zionis juga dunia barat, kian menutupi pemahaman umat terkait akar permasalahan penjajahan serta pembantaian penduduk Palestina.

Berbagai kecaman, kutukan ataupun perundingan internasional melalui PBB yang dilakukan terhadap Zionis Israel tidak akan mampu menghentikan kebengisan mereka. Namun, aksi yang dilakukan oleh masyarakat global ini tentunya menjadi sorotan akan pentingnya persatuan dan solidaritas, dalam melawan kaum zionis tersebut.
Islam mengajarkan bahwa membela pihak yang tertindas merupakan sebuah kewajiban moral dan spiritual.

Aksi bela Palestina di berbagai penjuru dunia sarat menjadi alternatif sebagai upaya membangun kesadaran umat bahwa solusi holistik Palestina dan negeri muslim lain yang masih terjajah hanyalah dengan berjihad dan tegaknya Khilafah. Tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah akan kembali membentengi kesatuan dan kebangkitan kekuatan umat Muslim. Dengan Khilafah umat Muslim akan bersatu dibawah satu kepemimpinan yang berkomitmen untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan yang berakar pada syariat Islam. Oleh karena itu, tegaknya Khilafah harus terus digencarkan hingga seluruh umat manusia menyadari pentingnya menjadikan Islam sebagai aturan dalam bernegara.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update