Oleh: Kiki Ariyanti
Narkoba merupakan zat atau obat-obatan terlarang yang memiliki dampak bahaya bagi kesehatan. Penyalahgunaan narkoba menyebabkan efek serta dampak negatif bagi tubuh bukan hanya membuat kecanduan tapi juga bisa membuat hilang kesadaran. Walaupun narkoba jelas-jelas obat terlarang jika disalahgunakan, tapi masih banyak saja orang yang berburu untuk bisa mendapatkan obat-obatan ini.
Nampaknya kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Peredaran narkoba semakin merajalela. Bahkan sekarang penduduk dunia bisa dengan mudah mendapatkan narkoba apalagi hari ini dengan kecanggihan tekhnologi barang ini bisa sangat mudah di dapat.
Upaya pemberantasan narkoba sudah sering dilakukan, tapi sayangnya peredaran narkoba nyatanya tak pernah usai. Salah satu kasus yang terjadi kemarin adalah di Bali.
Pengembangan hasil penggerebekan salah satu Vila, di kawasan Canggu, Badung Bali ternyata ada fakta mencengangkan.
Selain kebun ganja hidroponik yang ditanam di lantai 2, di lantai bawah ternyata pabrik produksi narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi alias pil setan.
Benarkah? Penjaga Vila yang masih dirahasiakan namanya itu, menyebut di Vila itu ditempati oleh anak kembar WNA Ukraina bernama, Volovod Nikita dan Volovod Ivan.
Dua anak kembar asal Ukraina Volovod Nikita dan Volovod Ivan diduga sebagai pengantar sekaligus sebagai pemilik mesin produksi narkoba,” ungkap sumber di lingkungan Polres. Dikutip dari radarbali.jawapos.com Rabu,8 Mei 2024
Permasalah narkoba menjadi semakin marak saja di Indonesia. Mirisnya lagi di Indonesia sudah memiliki BNN. Ini membuktikan bahwa kasus narkoba sudah merebak di Indonesia. Dengan berbagai metode aktivitas jual beli narkoba yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tidak dapat dipantau lagi oleh otoritas berwenang. Dan sayangnya, penangkapan oleh pihak berwenang hanya dalam skala kecil saja baik pemakai maupun bandar.
Berbicara mengenai narkoba tidak ada habis-habisnya diperbincangkan di negeri ini. Kalau kita telisik, kasus narkoba yang bertambah subur hingga tidak terputus sampai akarnya terjadi karena diterapkannya sistem sekuler kapitalisme. Sebuah sistem yang sangat menjunjung tinggi sebuah materi dan nilai-nilai liberal. Yang sangat gencar mempromosikan kebebasan dan gaya hidup yang hedonis.
Dengan asasnya sekularisme atau pemisahan agama dari kehidupan, sistem ini menjadikan masyarakat tidak peduli akan konsekuensi perbuatan yang dilakukan. Bahwa nantinya segala perbuatan di dunia akan diminta pertanggung jawaban.
Di sisi lain sistem pendidikan hari ini tidak bisa mencetak generasi tangguh yang berkepribadian kuat. Mereka minim akhlak sehingga generasi sekarang cenderung individualis, lemah, gampang stres akibatnya banyak generasi yang mengidap mental illness. Generasi seperti ini tidak punya tujuan hidup yang jelas. Mereka mudah terpikat oleh gaya hidup hedonis dan rentan melakukan aksi kriminalitas.
Sebenarnya para penyalahguna narkoba adalah mereka yang mengidap masalah mental. Mereka stres, depresi, lalu mereka beranggapan bahwa narkoba bisa dijadikan solusi sebagai obat penenang. Sedangkan tujuan utama dari perdagangan narkoba umumnya adalah untuk mendapatkan keuntungan materi yang sebesar-besarnya.
Pemberantasan korupsi di negeri yang mengusung sistem sekuler kapitalis hanya sebuah ilusi belaka. Selagi sistem ini masih diterapkan maka kasus narkoba tidak akan pernah tuntas karena sekarang halal haram tidak lagi dijadikan tolak ukur, semua yang ada di muka bumi sudah dianggap boleh.
Untuk memutuskan mata rantai peredaran narkoba, kita butuh sistem Islam yang diterapkan secara kaffah. Islam memandang bahwa segala perbuatan manusia harus terikat dengan hukum syara’. Jika dalam Islam sesuatu itu haram hukumnya, maka haram mengonsumsi dan melakukan perbuatan itu.
Seperti narkoba, Islam menetapkan narkoba sama dengan khamar hukumnya haram karena dapat merusak akal. Sebagaimana firman Allah Swt:
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasip dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (Qs. Al-Maidah:90)
Sistem pendidikan dalam Islam juga mampu melahirkan generasi yang kuat mentalnya dan berkepribadian Islam. Generasi yang mempunyai keimanan dan ketakwaan yang kuat kepada Allah Swt. Karena individu yang beriman dan bertakwa tidak mudah tergoda oleh gemerlap dunia dan mereka tidak akan membutuhkan narkoba baik untuk dikonsumsi maupun dijual.
Selain itu negara dalam Islam akan hadir untuk menjaga dan melindungi rakyatnya dengan sepenuh hati. Dengan penerapan sistem sanksi Islam, rakyat yang melanggar aturan Islam seperti pengedar, pemakai, dan produsen narkoba maka akan diberi sanksi yang tegas dan menjerakan berupa takzir.
Demikianlah apabila sistem Islam diterapkan di muka bumi ini, kesejahteraan dan kedamaian masyarakat akan benar-benar terwujud. Wallahu a’lam bishshawab
No comments:
Post a Comment