Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DBD Mewabah

Sunday, May 12, 2024 | Sunday, May 12, 2024 WIB Last Updated 2024-05-12T07:32:09Z

 


Oleh : Ummu Khansaa


Dikutip dari Liputan6.com, Jakarta - Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) gencar dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat usai empat warganya meninggal dunia karena terinfeksi demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Adang Mulyana mengatakan, upaya yang dilakukan untuk memberantas sarang nyamuk juga mencakup penyuluhan, larvasida, dan fogging.


Upaya yang dilakukan di lokasi kasus itu penyuluhan, PSN, larvasida, fogging focus," ujar Adang di Bogor, Sabtu, dilansir Antara.

Adang mengungkap, selama periode Januari-Februari 2024, sebanyak 4 orang warganya meninggal dunia karena terjangkit DBD setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Empat orang tersebut berasal dari empat kecamatan berbeda, yakni:

Babakan madang : anak usia 6 tahun

Rancabungur : anak usia 8 tahun

Cijeruk : anak usia 8 tahun

Cibinong : anak usia 13 tahun

"Selama bulan Januari ada 255 kasus dan Februari 137 kasus," kata Adang.

Ia mengimbau warganya untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD )yang mulai marak di sejumlah wilayah.

"Demam berdarah sudah mulai menyerang masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bogor. Maka penting bagi warga untuk waspada," katanya.


Adang pun meminta warga di daerahnya agar menerapkan pola 3M plus untuk mencegah penyakit demam berdarah, yaitu dengan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur dan mendaur ulang barang bekas tidak terpakai yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.


Wabah DBD terus berulang,  bahkan sampai membawa kematian. Hal ini jelas membutuhkan solusi komprehensif dan mendasar

Ada solusi tuntas dipengaruhi banyak factor, terkait berbagai  pihak (individu, Masyarakat maupun negara), juga jenis Upaya baik preventif maupun kuratif.


Sistem kapitalisme yang diterapkan hari ini nyata mempengaruhi terwujudnya solusi  komprehensif dan mendasar. Kapitalisasi Kesehatan (vaksin bayar, layanan kesehatan sesuai dengan uang yang tersedia), keterbatasan kapasitas Rumah Sakit,  kemiskinan yang berpengaruh pada rendahnya literasi kesehatan, daya tahan tubuh adalah sebagian faktor yang berpengaruh.


Islam menjadikan layanan Kesehatan tanggung jawab negara (murah/gratis, mudah diakses dll), juga memaksimalkan upaya preventif dan kuratif yang berkualitas

Negara memaksimalkan berbagai Upaya secara komprehensif dalam berbagai aspek kehidupan, juga dalam berbagai Upaya Kesehatan (preventif dan kuratif) termasuk riset dan penerapan hasilnya di tengah Masyarakat (teknologi terbaru, vaksinasi dll). Wallahu'alam bish ash shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update