Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TRANSFORMASI PERTANIAN DALAM SYARI'AT ISLAM

Thursday, December 14, 2023 | Thursday, December 14, 2023 WIB


Oleh: Emy
 (Ibu rumah tangga).


Guna mencetak petani milineal dari generasi z, Menteri pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pertanian  saat ini sedang bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju modern, saat melakukan  penyuluhan kepada para petani di Soreang, Jawa Barat kabupaten Bandung, Amran mengatakan petani akan turun manakala menggunakan teknologi dari tradisional menjadi modern.


Amran menjelaskan bahwa transformasi sistem tradisional menuju modern tersebut justru akan menguntungkan petani, karena sudah terbantu oleh sebagian mesin yang dinilai sangat epektif  dan efisien diera saat ini, dan bila sistem ini menguntungkan dengan menggunakan teknologi modern petani melenial maupun generasi z akan turun katanya.


Pertanian kedepan perlu untuk menggunakan teknologi digitalisasi, dimulai dari menggarap hingga penjualan hasil produksi dengan tujuan untuk meningkatkan hasil panen, dan artinya tenaga kerja sektor pertanian menurun tetapi hasil produksinya meningkat. Amran berharap kontribusi petani melinial ini bisa cepat hadir dalam mempercepat transformasi tersebut, tetapi kalau sistem tradisional itu merugikan apalagi produksi susah mungkin para petani melenial tidak akan tertarik.


Kehidupan manusia berjalan dari masa kemasa sesuai dengan zamannya, semuanya akan mengalami perubahan termasuk dalam bidang pertanian juga mengalami perkembangan, dalam masa yang serba teknologi ini dalam kehidupan sehari-haripun taklepas dari ketergantungan teknologi dan tentunya akan membantu aktivitas kehidupan manusia jika itu dipergunakan dengan sebaik- baiknya.


Transformasi tradisional kepetani modern tentunya akan mengubah segalanya, para petani tradisional biasanya hanya memproduksi beberapa tanaman saja dan terfokus pada bahan pokok seperti beras saja, tetapi kalau petani modern akan menanam lebih banyak lagi tanaman lain 

selain bahan pokok, karena ditunjang oleh alat pertanian yang modern, tidak seperti yang dilakukan oleh petani tradisional yang masih menggunakan alat seadanya seperti cangkul, kuku (bajak) yang masih mempergunakan hewan kerbau untuk menariknya.


Walaupun sistem transformasi menguntungkan tetapi dampak dari itu adalah berkurangnya kebutuhan tenaga kerja, yang biasanya semua dikerjakan oleh manusia dan memanfaatkan hewan untuk membajak sawah tetapi dalam masa transformasi sekarang ini otomatis semua pekerjaan itu akan tergantikan oleh alat-alat modern dan canggih seperti traktor,alat pengering dan penggiling padi.


Dalam hal ini otomatis para petani yang biasa bekerja sebagai buruh tani mereka akan kehilangan mata pencaharian atau pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setiap hari, padahal profesi bertani adalah salah satu mata pencaharian sejak zaman dahulu yaitu bercocok tanam secara manual dengan alat seadanya, meskipun begitu hal itu tidak mengurangi rasa bersyukur para petani dengan hasil yang bisa bermanfaat dan dinikmati orang banyak.


Islam memuliakan pekerjaan sebagai petani karena selain mendapatkan manfaat ekonomi  untuk menafkahi keluarganya juga hal itu adalah suatu ibadah. Meskinya hal itu patut ditiru oleh generasi milineal atau generasi z dengan perjuangan dan alat seadanya para petani tradisional mampu memproduksi dengan hasil yang baik walaupun dengan alat pertanian yang seadanya.


Walaupun menteri pertanian memberikan solusi transformasi upaya mencetak petani melinial tetapi itu bukan solusi yang tepat, selagi negeri ini mengadopsi sistem kapitalis, mengingat negeri yang sebutan negeri Agraris yang memiliki tanah yang subur dan lahan yang luas tetapi semua itu tidak dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya karena bahan pangan beras, gula dan kacang kedelai masih menginfor dari negara lain otomatis yang diuntungkan dalam hal ini adalah para pengusaha dan para Oligarki, jadi kemana arahnya hasil pertanian para petani negeri ini.


Hari ini kita bisa melihat betapa lemahnya peran negara dalam soal pertanian ketergantungan pada impor bahan pangan secara terus menerus membuat negeri ini tidak berdaya menyediakan bahan pokok untuk kepentingan rakyatnya sendiri.


Kebijakan negeri ini tidak memihak kepada para petani maka sudah saatnya memerlukan solusi agar kehidupan petani terjamin, karena hasil pertanian adalah sumber pangan untuk keberlangsungan hidup manusia, maka sudah saatnya para pemuda Islam yang berada di negeri yang subur ini mengelola lahan dan memanfaatkan ilmu yang telah ada mengenai pertanian.


Seperti dalam hadits, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Tidaklah seorang muslim yang menanam atau bertani, lalu Ia memakan hasilnya atau orang lain dan binatang ternak yang memakan hasilnya kecuali semua itu dianggap sedekah baginya. (HR. Al Bukhari). Maka dari itu segala sesuatu masalah harus disandarkan pada hukum Alloh SWT, dan hukum syariat Islam yang dapat menyelesaikan segala permasalahan umat.


Wallahu A'lam Bisshowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update