Polisi akhirnya menangkap satu orang lagi pelaku bully dan penganiayaan terhadap siswa MAN 1 Medan, berinisial MH (14). Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, mengatakan, pelaku yang diamankan ini yakni bernama Ahmad, seorang mahasiswa. "Satu pelaku lagi sudah kita amankan tadi pagi, namanya Ahmad (mahasiswa)," kata Fathir kepada Tribun-medan, Selasa (28/11/2023). Petugas telah mengamankan dua orang pelaku, dimana sebelumnya polisi juga telah menangkap pelaku berinisial MAS (14) yang merupakan tempat sekolah korban.
Belum lagi berita kehamilan diluar nikah, kasus balapan liar, genk, tawuran, pembegalan, mabuk mabukan, kasus narkoba hampir tak pernah sepi dari pemberitaan media setiap pagi, siang dan sore. Astaghfirullah. Bagaimana semua bisa terjadi ? apa yang salah dengan sistem pendidikan negara ini hingga melahirkan generasi yang bersumbu pendek, individualistik, berani berbuat maksiat, ikut ikutan dan bergaya hidup hedonis ini ?Bukankah Pendidikan semestinya menjadi pilar peradaban terbaik?
Sistem pendidikkan yang buruk melahirkan generasi yang buruk karena sistem yang diterapkan saat ini adalah sistem pendidikan sekuler, sekuler adalah sistem pendidikan yang memisahkan agama dari kehidupan. Paradigma sistem sekuler ini telah berhasil menjebak generasi masa kini ke dalam jebakan kapitalisme. Ide kebebasan menjadi senjata bagi generasi atau remaja masa kini untuk bertindak bebas yang pada akhirnya kebablasan.
Saat ini penguasa hanya fokus pada proyek-proyek pengembangan SDM yang siap kerja, siap berusahan yang link and matchnya antara industri dan pendidikan. Seolah-olah pendidikan hanya mencetak pekerja pabrik, yang semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang murah meriah saja. Dan agama hanya terfokus pada ibadah yang sifatnya individualis. Sedang masalah dunia, penguasa mempunyai aturan sendiri yang kemudian dibuatlah suatu undang-undang.
Umat semestinya waspada bahwa agenda sekularisasi pendidikan hakikatnya adalah untuk memuluskan penjajahan. Umat pun harus waspada bahwa dengan gencarnya arus sekularisasi ini generasi masa depan akan semakin kehilangan pegangan, karena mereka makin dijauhkan dari Islam yang justru menjadi kunci kebangkitan.
Pada hakikatnya pendidikan tak hanya sebatas transfer ilmu, melainkan perbaikan akhlak dan sikap agar melahirkan seseorang yang tak hanya pintar dan terampil tapi juga sopan dan santun. Dalam hadits disebutkan, “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” (HR Al-Hakim). Yang dimaksud dengan pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mengacu kepada kaidah-kaidah Islam dan sesuai dengan fitrah manusia, pendidikan yang berlandaskaan tauhid kepada Allah SWT dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan yang wajib ditiru. Sebagaimana yang disampaikan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah al-Ahzab ayat 21 yang artinya, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat dari Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Pendidikan Islam tak hanya megedepankan nilai-nilai agama saja. Allah SWT tidak melarang seseorang mempelajari ilmu umum seperti matematika, kedokteran, geografi atau sains. Hal ini terbukti dari banyaknya ilmuan-ilmuan Islam yang sukses dalam bidangnya, bahkan penemuannya hingga kini dapat dirasakan manfaatnya seperti Ibnu Sina, Al Khawarizmi, Abbas ibn Firnas dan sebagainya. Meskipun begitu para ilmuan terdahulu tidak melupakan nilai-nilai agama. Seperti yang disebutkan dalam hadits, “Barangsiapa hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu.” (HR Ahmad).
Oleh karenanya pendidikan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas suatu negara dan mencapai kesejahteraan manusia adalah pendidikan Islam, yang menekankan pada fitrah manusia, yang mengedepankan perubahan bukan hanya pada pengetahuan dan keterampilan melainkan juga akhlakul karimah sehingga melahirkan generasi yang dapat memimpin dan membawa perubahan positif bagi lingkungannya.
Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:
Post a Comment