Nusantaranews.net, Payakumbuh - Tidak semua daerah memiliki aset hutan perbukitan dan gua yang indah. Salah satunya kota Payakumbuh yang memiliki kawasan wisata Ngalau Indah di puncak perbukitan dalam kawasan kota.
Tentunya menjadi suatu daya tarik bagi sektor pariwisata. Karenanya sejak dulu Ngalau Indah telah dikembangkan sebagai aset wisata alam bagi para pengunjung di dalam dan luar daerah.
Dulu Ngalau Indah menjadi objek tujuan wisata dengan pengunjung terbanyak. Pernah dijadiian lokasi pembuatan film Jaka Gledek tahun 1983 dan beberapa ajang penampilan artis ibukota.
Objek wisata Ngalau Indah terletak sekitar 4 km dari pusat Kota Payakumbuh atau 31 km dari Bukittinggi. Kawasan ini merupakan sebuah gua alam dengan beberapa mulut gua sebagai akses masuk dan keluar. Di dalam gua besar ini kita dapat melihat keindahan stalagtit dan stalagnit dengan bentuk yang khas dan masih terjaga dengan baik.
Diatas puncak bukit Ngalau Indah pengunjung bisa menikmati panorama yang lebih luas hamparan kawasan Luak Limopuluah.
Dari liputan lapangan ditemui akses jalan yang bagus dan bersih,ada pelataran parkir, fasilitas warung yang tertib, mushala dan taman.
Juga dijumpai fasilitas olahraga pemicu adrenalin Flying Fox yang kabarnya belum pernah di gunakan sejak di bangun. Terlihat fasilitas ini dibuat asal jadi tanpa mempertimbangkan teknis operasional.
Ironisnya, dengan semua fasilitas yang ada di objek wisata Ngalau Indah ini tidak sebanding dengan kunjungan wisatawan baik lokal maupun luar daerah beberapa waktu belakangan.
Dari informasi dilapangan diperoleh keterangan bahwa pengunjung ke objek wisata Ngalau Indah ini hanya pada hari libur saja. Itupun hanya 1- 2 bus yang masuk pada hari Minggu. Kalau hari biasa biasa sangat sepi pengunjung.
Ketika ditanyakan kepada sopir bus yang membawa rombongan ke Ngalau Indah didapatkan jawaban karena objek wisata di Kapalo Banda yang berada di kabupaten Limapuluh Kota sudah penuh.
"Sopir itu mengatakan kalau Ngalau Indah ini tidak masuk dalam paket destinasi wisata yang ditawarkan di biro perjalanan wisata", ujar Epa salah seorang pedagang makanan dan minuman setempat.
Sungguh suatu hal yang miris dimana Ngalau Indah yang dulunya menjadi primadona objek wisata di kota Payakumbuh. Sekarang jumlah pengunjung tidak sebanding dengan fasilitas dan keindahan yang ada dilokasi.
"Nampaknya dinas terkait tidak intens melakukan promosi terhadap kawasan wisata ini. Sehingga banyak orang tidak tahu kalau di kota Payakumbuh ada lokasi wisata yang Indah dengan udara yang segar dan pamandangan bagus dari ketinggian puncak bukit", ujar Indra (40 tahun) - salah seorang pengunjung.
Ketika wartawan mendatangi kantor Dinas Pariwisata di Bukik Sibaluik untuk menanyakan hal ini. Terlihat kantor sepi dan Kepala Dinas sedang keluar. Ketika di hubungi via WA tak ada jawaban. (Rstp)


No comments:
Post a Comment