Oleh Salsabilla Al-Khoir
(Aktivis Muslimah Kalsel)
Bak bola salju, negeri kaya akan sumber daya alam, tetapi stunting angka stunting semakin tinggi. Namun, upaya yang diberikan tak kunjung menyelesaikan persoalan ini. Hal ini menjadi alarm negeri ini untuk mencari solusi sebenarnya dalam menuntaskan persoalan stunting.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggalang kerja sama dengan Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) untuk upaya pencegahan stunting. Kerja sama itu diwujudkan dengan kegiatan bertajuk "Gerakan Makan Telur Bersama" yang diadakan di Lapangan Desa Kebumen, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Demikian sebanyak 15.077 butir telur yang diperoleh dari peternak di Kabupaten Kendal telah disiapkan untuk dimakan bersama dalam kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kendal dan Koperasi Unggas Sejahtera Kendal. (republika.com, 25/9/2022).
Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen menekankan lewat kerja sama seperti inilah intervensi yang bersifat sensitif maupun spesifik dapat berjalan dengan optimal mewujudkan target yang sudah pemerintah tetapkan. Sedangkan, Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari berharap kolaborasi beberapa pihak itu menghasilkan sebuah bukti nyata untuk meningkatkan kesehatan anak-anak bangsa, baik melalui pemberian nutrisi yang cukup maupun tumbuh di lingkungan yang layak serta suportif. (antarajambi.com, 23/9/2022).
Begitu mengkhawatirkan memang problem anak stunting dan kurang gizi masih bermunculan di tengah berlimpahnya kekayaan sumber pangan dan energi di negeri ini. Namun, apakah cukup menggandeng pihak asing dan memberikan solusi dengan makan telur bersama membuat persoalan stunting selesai?
Hal ini telah menunjukkan ada kesalahan dalam tata kelola ekonomi yang di topang oleh sistem perpolitikan negeri. Begitu pula negeri Indonesia merujuk pada sistem ekonomi kapitalisme dan sistem politik mengacu pada demokrasi dalam mengatur negeri ini. Sistem kapitalisme yang hanya berorientasi mementingkan para kapital (pemilik modal) untuk meraup materialistik sedangkan sejalan dengan sistem politik demokrasi saat ini tidak secara nyata slogan, " Dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat" di realisasikan dalam kehidupan.
Sebab nyatanya nyaris para kapital menguasai dan bekerja sama kepada penguasa untuk melancarkan tujuan mereka dalam meraup materialistik. Hal ini di lahirkannya kebijakan-kebijakan merugikan serta mempersulit rakyat. Sistem ini menciptakan kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat yang berpengaruh besar pada berkurangnya ketersediaan dan keterjangkauan makanan bergizi. Begitu juga terganggunya pelayanan kesehatan, gizi dan perlindungan sosial anak.
Adapun sistem ekonomi kapitalisme dengan pasar bebasnya melegalisasi berlakunya hukum rimba dalam kehidupan, sehingga yang kuat akan makin kaya dan lemah akan makin terpinggirkan. Sebagaimana saat ini kondisi masyarakat begitu miris. Negara seakan berlepas tangan dari tanggung jawab sebagai perlindungan dan penjamin rakyat.
Tak ayal bahwa sistem kapitalisme membuat negara yang berlimpah akan sumber daya alam dan menjualnya kepada swasta dan asing korporasi hingga memiskinkan rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, sangat mustahil problem stunting bisa teratasi selama negara masih menerapkan kapitalisme.
Selain itu kerja sama dengan swasta dan asing dalam mengatasi stunting semakin menunjukkan bahwa negara telah berlepas tangan dalam menyejahterakan masyarakat. Bahkan kerja sama dengan asing seperti ini justru berpotensi jadi pintu masuk program-program asing yang mengeksploitasi potensi generasi-generasi dan mengarahkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sesuai kepentingan para kapital asing.
Islam Solusi Stunting
Islam adalah jawaban atas persoalan apapun dalam kehidupan. Islam begitu sempurna dan menyeluruh untuk persoalan kehidupan. Menurut pandangan Islam, negara akan menjamin kesejahteraan bagi rakyatnya hingga mencegah stunting pada balita. Hal ini adalah bentuk perhatian negara pada kualitas generasi. Karena generasi yang akan membangun peradaban masa yang akan datang.
Adapun kesejahteraan yang diwujudkan dalam negara
adalah terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan rakyatnya. Sebab Islam telah menggariskan pemimpin (khalifah) sebagai penanggung jawab atas utusan rakyatnya melalui penerapan syariah Islam secara menyeluruh (kafah).
Adapun beberapa kebijakan dalam Islam yang menjamin kesejahteraan setiap rakyat, antara lain : Pertama, negara menetapkan setiap Muslim laki-laki, khususnya kepala rumah tangga memiliki tanggung jawab untuk bekerja. Suami memberikan nafkah baginya dan keluarga yang jadi tanggung jawabnya. Hal ini di dukung dengan lapangan pekerjaan memadai yang disediakan oleh negara.
Kedua, Islam mengatur ketika masih ada kemiskinan. Maka, Islam menyantuni orang miskin dan mendorong kaum Muslim yang kaya untuk menolong mereka dalam menuntaskan kemiskinan. Ada pula, pula kewajiban zakat yang diperintahkan bagi orang kaya. Demikian salah satu peruntukan zakat untuk fakir - miskin.
Ketiga, melalui dengan sistem ekonomi Islam.
Negara mengelola kekayaan alam yang berlimpah sebagai kepemilikan umum yang telah Allah Swt. tetapkan seperti barang tambang, hutan, laut, sungai, danau dan sebagainya. Sebab, hasil pengelolaannya dikembalikan sepenuhnya kepada rakyat untuk kesejahteraan mereka. Di antaranya seperti layanan pendidikan, kesehatan dan keamanan. Semua layanan tersebut bisa diakses oleh masyarakat tanpa biaya.
Negara tidak boleh menyerahkan pengurusan kesejahteraan rakyat pada pihak swasta apalagi asing korporasi, sebab hal ini akan berpotensi memunculkan intervensi dari pihak swasta yang berorientasi bisnis materialistik. Akan tetapi dengan dukungan sistem kesehatan dan sistem lainnya, maka negara akan mampu memberantas stunting dengan tuntas.
Selain dari hal tersebut, peran keluarga, masyarakat dan negara harus saling bersinergi untuk menyelesaikan persoalan stunting pada generasi. Seperti peran keluarga dalam menjaga gizi keluarga agar tumbuh kembang ibu dan anak baik dan sehat. Begitu pula, masyarakat memberikan pengaruh terhadap persoalan ini dengan melakukan nasihat atau amar maruf nahi munkar. Namun yang tak kalah penting adalah peran negara dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakatnya agar terpenuhi gizi mereka.
Semua ini akan terealisasi tatkala negara menerapkan syariah Islam secara menyeluruh (kafah) dengan sistem khilafah islamiyah.
Wallahu a'lam bishawwab
No comments:
Post a Comment