Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PHK Massal Membuat Nasib Pekerja Fatal

Monday, October 10, 2022 | Monday, October 10, 2022 WIB Last Updated 2022-10-10T05:13:52Z

Oleh : Helmy Agnya

Badai resesi tengah menggelombangi dunia global. World Bank memprediksi 2023 akan terjadi resesi global, tentu berakibat seluruh negara akan jatuh kedalam jurang resesi secara berjamaah.

Salah satu dampak yang sangat serius adalah terjadinya gelombang PHK yang cukup besar. Di Indonesia sendiri, terjadi banyak perusahaan melakukan PHK dengan alasan perubahan strategi dalam rangka beradaptasi dengan kondisi global.

Sebagaimana dilansir di TRIBUNNEWS.COM, tiga perusahaan besar Shopee, Tokocrypto dan Indosat melakukan pemangkasan karyawannya.

Operator telekomunikasi seluler Indosat Ooredoo Hutchison melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap lebih dari 300 karyawannya.

Selain itu kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga menghantam Industri otomotif sepeda motor roda tiga. Menurut laporan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), ada puluhan orang buruh melakukan aksi unjuk rasa di kantor pusat PT. Nozomi Otomotif Indonesia yang terletak di Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).

Menurut Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz, aksi unjuk rasa ini dilakukan untuk menuntut agar 35 orang buruh PT Nozomi Otomotif Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, dipekerjakan kembali karena kena PHK.

PHK massal yang terjadi menjadi bukti lemahnya posisi pekerja dalam kontrak kerja, terlebih kapitalisme senantiasa menekan biaya produksi, dan pekerja dianggap sebagai salah satu bagian dari biaya produksi. Maka PHK menjadi salah satu bentuk efisiensi bagi perusahaan, demi menyelamatkan perusahaan dan mengabaikan pekerja. Nyatanya, UU Omnibuslaw yang dirancang guna memuluskan para pekerja untuk lebih mudah di PHK. Tidak peduli dengan nasib para pekerja, dan menutup mata terhadap kesengsaraan mereka.

PHK massal ini juga merupakan dampak dari resesi ekonomi yang terjadi sebagai akibat dari penerapan sistem ekonomi kapitalis, yang merupakan biang daripada tumbuhnya benih-benih resesi yang mengancam pertumbuhan ekonomi dunia.

PHK jelas meningkatkan angka kemiskinan, juga menambah meningkatnya jumlah pengangguran, saat yang sama kenaikan harga barang akan menambah beban belanja rakyat semakin berat. Terlebih ketika negara tidak memiliki sistem jaminan sosial untuk rakyatnya, sebagaimana yang terjadi dalam sistem kapitalisme.

Jika banyak perusahaan melakukan PHK, jumlah pengangguran akan semakin meningkat. Artinya, jumlah kepala keluarga yang tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk keluarganya juga semakin banyak. Hal demikian akan mengancam tatanan sosial di masyarakat sebab tingkat kemiskinan yang tinggi dapat disertai dengan kriminalitas yang tinggi pula.

Bagi perusahaan, PHK pun bagai mimpi buruk karena dapat menurunkan daya beli masyarakat. Kondisi ini menyebabkan pendapatan perusahaan menurun karena arus kasnya terhambat. Inilah penyebab banyak perusahaan terpaksa gulung tikar.

Badai resesi ini lahir dari penerapan sistem kapitalisme. Dari rahim kapitalisme ini tumbuh perekonomian yang tidak akan pernah jauh dari yang namanya resesi dan inflasi. Sebab, sistem ekonominya adalah sektor nonril. Yang inggredientsnya, adalah ribawi dan bersifat judi.

Jelas di dalam sistem kapitalisme, sistem ekonominya hanya bertumpu pada sektor nonriil. yakni ribawi dan judi, sektor keuangan telah berubah menjadi kompetitor bagi sektor riil dalam menawarkan keuntungan. Akibatnya, jumlah uang meningkat begitu banyak dalam tempo waktu yang sangat singkat. Disisi lain, sektor nonriil kekurangan modal untuk menggerakan mesin produksi. Ini kemudian berdampak kurangnya pasokan barang dan akhirnya berujung pada meledaknya tingkat inflas, hingga kemudian meluluh-lantakkan bangunan ekonomi.

Sejarah telah membuktikan, bahwa hanya dalam penerapan sistem Islam krisis keuangan yang berkepanjangan tidak akan terjadi. Karena Islam bertumpu pada sektor riil. Sistem moneternya menggunakan sistem mata uang emas sehingga stabil dan jarang adanya krisis. Serta tidak menggunakan harta dengan boros apalagi memanfaatkan harta negara secara tak wajar, alias kepentingan pribadi. Maka, barang tentu dari penerapan sistem yang langsung dari wahyu, Allah SWT. akan menghasilkan solusi atas problem dalam kehidupan termasuk dalam mengatur perekonomian.

Ada beberapa sebab sistem mata uang emas bisa menghasilkan ekonomi yang stabil. Pertama, sistem ini stabil karena nilai intrinsik dan nominal yang sama pada mata uang akan menyebabkan tidak adanya manipulasi. Pemerintah tidak akan mencetak uang seenaknya, juga menghilangkan potensi terjadinya inflasi.

Kedua, sistem uang emas memiliki kurs yang stabil antarnegara sehingga dapat mengurangi permasalahan perdagangan internasional. Importir tidak akan khawatir jika barangnya akan lebih mahal karena mata uang negaranya melemah, begitu pun bagi eksportir. Kondisi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, sistem emas akan memelihara kekayaan emas dan perak yang dimiliki setiap negara. Emas dan perak tidak akan lari dari satu negara ke negara lainnya dan tidak akan berpindah, kecuali menjadi harga bagi barang yang diperbolehkan syariat.

Skema pengaturan tersebut akan memberikan jaminan tidak terjadinya inflasi yang bergerak liar seperti yang dilihat sekarang. Keseimbangan antara jumlah uang dan jumlah produksi barang akan senantiasa terjaga. Apalagi dalam sistem ekonomi Islam bersandar pada dinar dan dirham serta melarang melakukan penimbunan harta kekayaan. Standar mata uang tersebut akan memastikan pemerintah dan penguasa tidak bisa mencetak uang untuk menopang kekuasaanya untuk melakukan korup, serta mampu menjaga stabilitas nilai tukar mata uang.

Tidak ada yang diharapkan pada sistem kapitalis. Sebab tuan-tuan yang berkuasa bukan untuk kepentingan mengurusi urusan umatnya, namun ada untuk melayani para oligarki, dan kepentingan pribadi. Maka dari itu, satu-satunya harapan untuk umat saat ini hanya lah kepada sistem Islam itu sendiri. Sebab, sistem Islam pernah mengalami kejayaan dan yang merasakan kesejahteraan itu tidak hanya kaum muslim melainkan nonmuslim pun yang berada di bawah payung kekuasaan Islam pun turut merasakan.

Oleh karena itu, hanya dengan menerapkan Islam lah yang akan mampu mengelola, dan membangun ekonomi yang anti krisis dan berkeadilan bagi seluruh kehidupan umat manusia. Sebab, sistem ekonomi Islam akan mendorong dan menciptakan perekonomian yang diberkahi Illahi.

Wallahualam Bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update