Oleh: Arbiah, S.Pd
Indonesia sebagai negara maritim berada ambang resesi. Hal ini di sampaikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kompak mengatakan perekonomian tahun depan makin gelap. Resesi ini diakibatkan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) yang semakin agresif menaikkan suku bunga.
Sebanyak 59 dari 83 ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada November. Kemudian, di Desember, The Fed diperkirakan akan menaikkan lagi sebesar 50 basis poin menjadi 4,25% - 4,5%. Kemudian di awal tahun depan, suku bunga diperkirakan naik lagi menjadi 4,5% - 4,75% atau lebih tinggi lagi. (CNBC Indonesia, 30/09/2022).
Anehnya ketika dikabarkan Indonesia akan berada pada ambang resesi sebaliknya Pemerintah memberlakukan kebijakan berupa pengusulan kenaikan bantuan dana partai politik (parpol) tiga kali lipat. Jumlahnya naik dari Rp 1.000 per suara menjadi Rp 3.000 per suara.
Dan hal ini menimbulkan perdebatan dan penolakan, Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay namun melihat kenaikan dana bantuan parpol di saat krisis seperti saat ini dirasa kurang tepat. Alasannya di tengah kondisi krisis keuangan dan kenaikan BBM, ia melihat seharusnya pemerintah memprioritaskan terlebih dahulu bagi kebutuhan yang langsung dirasakan rakyat. Karena itu kenaikan bantuan parpol, apalagi sampai tiga kali lipat, dirasa kurang pantas. (REPUBLIKA.co.id, 22/09/2022).
Kebijakan ini jelas tidak etis dan menimbulkan kontradiksi sebab pemerintah harus melakukan perbaikan terhadap ekonomi yang berambang pada resesi bukan memberikan dana bantuan kepada parpol. Ancaman resesi terjadi hampir di seluruh penjuru dunia. Anehnya Indonesia justru meningkatkan dana bantuan untuk parpol. Hal ini jelas menunjukkan abainya negara atas nasib rakyat yang terancam hidup sulit. Namun, peduli pada parpol yang akan jadi kendaraan politik meraih kursi.
Demokrasi dicitrakan sebagai antitesis sistem pemerintahan yang diktator. Hal ini dibuktikan secara jelas kepemimpinan oleh rezim saat ini. Kehidupan yang dihimpit oleh kemiskinan, BBM melunjang tinggi kenaikannya, pajak yang begitu mencekik, dll. Seabrek problematika yang dihadapi oleh masyarakat seakan pemimpin menutup mata dan telinga. Sebaliknya membuka mata dengan memberikan dana bantuan kepada para parpol. Slogan yang di agungkan oleh demokrasi "dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat" hanya indah di bibir saja nyatanya slogan ini memihak hanya kepada pemilik modal.
Paradoks ini menunjukkan secara nyata bobroknya sistem kapitalis demokrasi, yang lebih berpihak kepada parpol di banding kelangsungan hidup rakyat. Pemimpin sebagai tumpuan dan harapan masyarakat justru menjadi bumerang bagi rakyat. Lalu kemana rakyat akan bertumpu kalau bukan kepada pemimpin yang memberikan keadilan kesejahteraan tapi nyatanya kesejahteraan itu hanya didapatkan oleh yang berduit.
Berangkat dari problematika ini umat membutuhkan penguasa yang peduli, mengurus kebutuhan rakyat dan memberi kesejahteraan kepada rakyatnya. Hanya Islam lah yang mampu mewujudkan, sebab pemimpin dalam Islam diibaratkan seperti pelayan yang tugasnya meriayah urusan umat di dalam maupun luar negeri dengan syariat Islam.
Sistem pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dll. bersandarkan kepada Al-Qur'an dan Sunnah. Maka tidak heran ketika Islam memimpin dunia selama 1300 tahun lamanya, jarang sekali ditemukan masyarakat yang kekurangan dan jarang terjadi resesi.
Lalu bagaimana dengan sistem kapitalisme? Ekonomi kapitalisme mengalami resesi tidak kurang dari 14 kali sejak abad ke 19 tepatnya tahun 1876 sampai saat ini dan akan terus berkelanjutan. Tetapi Islam mengalami resesi hanya sedikit dan mampu terselesaikan secara cepat contoh saja pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Bagaimana Islam mengatasinya?
Solusi Islam dalam mengatasi krisis ekonomi dan ancaman resesi adalah dengan menerapkan syariat Islam yang diterapkan oleh institusi khilafah, yang bertujuan menghilangkan sebab-sebab krisis yakni menghapus kebebasan kepemilikan, menghapus pendapatan negara yang bertumpu pada pajak dan utang, menghilangkan sistem fiat money (uang kertas) dengan sistem logam, menghapus riba, mengakhiri dominasi dolar Amerika sebagai medium of change perdagangan internasional, dan menghapus transaksi di sektor nonriil yang hakikatnya Big Casino (pasar modal, pasar uang dan pasar komoditi berjangka).
Lalu bagaimana Islam memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya? Pendidikan dan kesehatan diberikan secara gratis, lapangan pekerjaan dibuka secara luas, kebutuhan pokok dan lain-lain diberikan secara merata dan dijamin oleh seorang Khalifah. Contoh saja kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab beliau tidak akan tidur dan merasa tenang sebelum beliau memastikan perut rakyatnya kenyang. Sampai ada beberapa riwayat yang menceritakan kisah Amirul mukminin Umar bin Khattab dengan seorang ibu yang memasak batu. Belum lagi kisah-kisah kepemimpinan Khalifah yang lainnya yang membuat kita takjub dengan kepemimpinannya.
Kenapa pada masa kekhalifahan Islam pemimpinnya peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya? Sebab Islam melahirkan pemimpin yang adil dan peduli terhadap rakyatnya. Sebab mereka memahami bahwa tugas mereka sebagai pelayan yang melayani rakyatnya. Pemimpin seperti ini merupakan pemimpin yang bertakwa kepada Allah, mereka takut kelak Allah meminta pertanggungjawaban terhadap perbuatan mereka. Dan yang akan pertama kali di tanya oleh Allah adalah terkait kepemimpinan mereka. Contoh lain potret pemimpin yang sangat memperhatikan rakyatnya adalah Khalifah Umar Abdul Aziz. Beliau bahkan tidak hanya memperhatikan rakyatnya saja, hewan sekali pun diperhatikan oleh beliau. Ketika ada seekor keledai yang terpental di jalan raya akibat jalan tersebut rusak, beliau memikirkan hal itu sampai beliau tidak bisa tidur. MaaSyaaAllah sebegitu perhatian dan pedulinya seorang pemimpin. Pemimpin yang seperti ini hanya dihasilkan dari penerapan Islam di dalam kehidupan melalui institusi khilafah Islam.
Maka hanya Islam lah yang akan mampu menjamin kesejahteraan dan melindungi umat. Oleh karena itu mari kita sama-sama berada pada baris pejuang Islam untuk mengembalikan kehidupan Islam yang dirindukan.
Wallahu'alam Bishawwab.
Tag Terpopuler
PARADOKS NEGERI INI, TERANCAM RESESI, DANA PARPOL JUSTRU MAKIN TINGGI
PMI
Tuesday, October 11, 2022 | Tuesday, October 11, 2022 WIB
Last Updated
2022-10-11T02:42:19Z
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment