Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MATINYA NALURI KEMANUSIAAN DI TENGAH MENINGKATNYA KEMISKINAN

Wednesday, October 12, 2022 | Wednesday, October 12, 2022 WIB Last Updated 2022-10-12T10:11:43Z

Oleh: Huruun 
(Pelajar) 

    Lembaga Riset Institute for Demographic And Proverty Studies [IDEAS] memprediksi tingkat kemiskinan Indonesia pada 2022 berpotensi melonjak menjadi 10,81 persen atau setara 29,3 juta penduduk. Angka tersebut membuat Indonesia masuk ke dalam daftar 100  negara termiskin di dunia yang di ukur dari Gross National Income [GNI] atau pendapatan nasional bruto per kapita.

Kemudian  berdasarkan data Badan Pusat Statistik [BPS] jumlah penduduk miskin di Indonesia pada maret 2022 adalah 26,16 juta jiwa sedangkan tingkat kemiskinan Indonesia pada bulan yang sama sebesar 9,54 persen.

   BPS menetapkan garis kemiskinan pada maret 2022 sebesar RP504,469 per kapita per bulan jumlah terdiri dari RP 377.598 per kapita per bulan untuk pengeluaran makanan dan sisanya untuk pengeluaran non makanan. Dengan kata lain,jika pengeluaran seseorang dalam sebulan di bawah garis kemiskinan, maka orang tersebut di kategorikan sebagai penduduk miskin.

   Angka kemiskinan semakin lama semakin meningkat hal ini di tandai dengan masuknya Indonesia ke dalam daftar 100 negara termiskin. Hal tersebut terpicu dari melemahnya anggaran perlindungan nasional yang membuat semakin banyak penduduk miskin yang tidak terlindungi secara ekonomi. Anggaran perlindungan sosial berperan penting dalam menopang keluarga miskin yang terdampak keras oleh pandemi yang terjadi. Pemerintah terlihat berupaya keras setelah pandemi memulihkan perekonomian seperti pembukaan hampir seluruh aktifitas sosial ekonomi, termasuk sekolah dan ajang olahraga,di harapkan akan kembali mendorong konsumsi dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian pola pemulihan ini di dominasi sektor tertentu yang hanya menguntungkan kelas atas saja hal ini mengakibatkan, pada periode 2014-2020 pertumbuhan pengeluaran per kapita antar kelas ekonomi terlihat merata namun hal itu berubah. 

Meskipun angka kemiskinan di Indonesia meningkat ,banyak kalangan atas rakyat Indonesia tampak tidak peduli akan akan hal itu.seperti yang terjadi belum lama ini, range rover generasi 5 baru resmi meluncur di Indonesia yang di banderol mulai RP5,9 miliar. Uniknya, meski mahal dan baru di luncurkan, Range rover yang masuk ke Indonesia melalui PT JLM Auto Indonesia  dan hanya memiliki stok 50 unit ini sudah nyaris habis. Bahkan tak sedikit dari mereka yang telah melakukan pemesanan sebelum melihat,menyentuh apalagi mencoba secara langsung. Padahal di luar sana tak sedikit orang yang  membutuhkan bantuan mereka.

   Hal ini menunjukkan kesenjangan yang semakin lebar antara si kaya yang semakin kaya, si miskin semakin miskin. Ketidak pedulian kalangan atas pun menjadi salah satu sumber kemiskinan karena tidak adanya rasa perhatian yang tercipta dalam diri mereka. Hal inilah yang menjadi bukti bahwa kapitalisme telah sukses mematikan naluri kemanusiaan orang kaya. Kapitalisme juga yang membuat mereka sibuk mengumpulkan harta kekayaan namun enggan membantu yang lain sehingga menyebabkan mereka lebih mencitai dunia dan tidak ingin kehilangannya . Hal ini membuat dunia yang seharusnya beradab kini malah  mengarah pada kebiadaban karena rasa saling tolong menolong meluntur. Mereka lupa bahwa sesungguhnya kekayaan di dunia ini  di hadirkan hanya sebagai bentuk ujian dan tidak akan kekal selamanya.

   Tercabutnya  naluri kemanusiaan dalam iklim kehidupan kapitalistik membuat manusia acuh tak acuh dengan keadaan sekitarnya.  Ia hanya berpikir bagaimana mendapatkan manfaat dan keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa peduli dengan keadaan sekitarnya. Hedonis dan pragmatis menjadi tipikal individu dalam sistem kapitalisme. 

     Oleh karena itulah di butuhkan peran negara untuk menyelesaikan problematika saat ini seperti kemiskinan serta hilangnya rasa kemanusiaan pada diri seseorang. Islam menawarkan beberapa solusi diantaranya : 

Pertama, melalui sistem ekonominya, Islam akan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Kehidupan individu dan kolektif menjadi jaminan negara sehingga setiap masyarakat menjalani hidupnya dengan tenang. 

Kedua, syariat Islam yang diterapkan oleh negara akan mendorong masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap keadaan saudaranya. Bahkan, dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda : 

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

Artinya: Barang siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi. (HR. Muslim no. 2318)

Wujud dari seruan hadits di atas diantaranya adalah dengan mewajibkan  zakat dan menganjurkan sedekah. 

Semua kondisi di atas bisa terwujud jika Islam diterapkan secara kafaah dalam sebuah institusi formal kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Wallahu alam bishshowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update