Oleh : Junari, S.I.Kom
Harga telur ayam beberapa hari ini menembus Rp30 ribu per kilogram. Lonjakan harga telur ini terkait berbagai faktor, di antaranya pemangkasan populasi ternak yang berimbas pada menurunnya produksi telur. (Liputan6.com, 25-08-2022).
"Iya benar, ini paling tinggi (harga telur) dalam sejarah. Tembus Rp 30.000-an di pasar," kata Alvino dikutip dari Kompas.com, Selasa (23/8/2022).
Menurut Bhima, pemerintah harus mewaspadai kenaikan harga telur ayam, karena dapat mendorong tingkat inflasi harga bahan pangan menjadi lebih tinggi. (Kompas.com, 26-08 2022)
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan jika kenaikan harga telur ayam disebabkan oleh adanya Bantuan Sosial (Bansos). (Kompas.com, 26-08 2022).
Permintaan telur ayam dari Kementerian Sosial untuk keperluan Bansos membuat demand akan telur ayam tinggi, sehingga berpengaruh pada kenaikan harga. (Kompas.com, 26-08 2022).
Lebih lanjut, Zulhas mengaku sejak ia menjadi Mendag pada Juni 2022 harga telur ayam sudah sangat tinggi, hingga mencapai Rp 32.000 per kg. (Liputan6.com, 25-08-2022).
Pernyataan Mendag dan pejabat lainnya tentang kenaikan harga telur mencerminkan tiadanya empati pada kondisi rakyat dan kebutuhan mendesak rakyat terhadap telur. Di sejumlah wilayah bukan saja mengalami kenaikan melainkan stok yang sedikit dan permintaan yang banyak. Ditambah kurangnya pengontrolan penguasa atas kenaikan harga, rakyat yang tidak memiliki penghasilan pada negeri ini akan merasakan tidak bisa memenuhi kebutuhannya.
Kenaikan harga telur di pasaran tidak jauhnya dengan aset kemanfaatan yang diraih oleh kapitalisme. Mereka tidak melihat dari kemampuan rakyat apakah bisa memenuhi kebutuhan pokok atau tidak. Melainkan yang dilihat dari sisi kemanfaatan atas naiknya harga.
Upaya ini tentu sangat merugikan rakyat serta pasaran disebabkan harga selalu melambung tinggi sedangkan berbanding terbalik dengan pendapatan yang di dapatkan rakyat di lapangan. Rakyat tidak memiliki pekerjaan tetap di satu sisi kebutuhan pokok menuntut untuk terpenuhi.
Dengan kekayaan yang melimpah ruah tanah yang subur, dari Sabang sampai Merauke kesuburan tanah menghasilkan kelapa sawit, yang bahkan bukan hanya tumbuhan yang subur bahkan gunung emas pun negeri ini melimpah ruah. Namun tidak membuahkan hasil, seharusnya membuat makmur dan sejahtera rakyatnya. Ironinya kekayaan ini hanyalah melimpah ruah namun hasilnya tidak mampu membuat rakyat sejahtera.
Dominasi pemodal besar atau kapitalis lokal multinasional dalam produksi pangan dari hulu hingga hilir telah berhasil mengendalikan harga pangan dasar bagi rakyat.
Dalam pengendalian kapitalis harga selalu melambung naik jikapun harga menurun tidak secepat dari proses kenaikan harga. Tentu hal ini yang paling utama yang merasakan naiknya harga adalah rakyat kecil yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.
Islam mewajibkan negara menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan publik dengan menata secara fair/adil aktifitas produksi hingga distribusi oleh WN, membatasi keterlibatan aktor asing.
Dalam dunia perekonomian tentu Islam memberikan solusi sempurna yang bisa mencairkan solusi dalam kelonjakan harga. Maka dari itu Islam bukan saja tentang agama spritual akan tetapi Islam menyeluruh mencangkup keseluruhan. maka dari itu Islam sempurna yang datang dari Sang Pencipta.
"Sesungguh kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan dunia agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya (QS Al-Kahfi [18] : 7 ).
Pengelolaan yang wajib dilaksanakan oleh negeri Islam bertanggung jawab atas wilayah dalam negeri yang ditempatinya. Maka pengelolaan harus dikelola oleh negeri sendiri tanpa melibatkan pemilik modal ala kapitalis.
Dalam negeri Islam di bawah kepemimpinan khalifah akan menerapkan syariat secara menyeluruh. Kebijakan maupun tanggung jawab yang wajib dilaksanakan pemimpin untuk rakyatnya, melayani serta memenuhi kebutuhan penduduknya. Oleh sebab itu segala import maupun ekspor adalah kebijakan pemimpin bertujuan untuk mensejahterakan rakyat.
Ketiadaan pemimpin yang menerapkan syariat rakyat dibelenggu, segala kebutuhan rakyat ditekan dari segala arah. Walhasil Islam solusi terbaik memberikan kebijakan terbaiknya, hanya kembali kepada syari'at umat akan sejahtera dan makmur di bawah kepemimpinan Islam (khalifah).
Wallahu'alam Bishawwab.

No comments:
Post a Comment