Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendidikan Kapitalisme: Melahirkan Generasi Materialistik

Sunday, August 14, 2022 | Sunday, August 14, 2022 WIB Last Updated 2022-08-14T14:19:54Z

Oleh : Fina Fauziah 
( Aktivis Muslimah )

Kenyataan yang tidak bisa dibantah, bahwa untuk kesekian kalinya sistem pembelajaran Indonesia terus berganti. Dalihnya adalah dunia mengalami perubahan yang sangat cepat sehingga sistem pembelajaran yang berlaku harus terus di-update dan di-upgrade sesuai kehendak zaman. Dengan konsep link and match, konon akan berpengaruh pada perbaikan kualitas pendidikan tersebut, terkhusus penguasaan keahlian tertentu. Link and match sendiri merupakan penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja ke depan, dengan paradigma orientasi pendidikan tidak lagi supply minded (orientasi jumlah) tapi lebih demand minded (kebutuhan) pasar. Pasalnya, program ini tidak hanya menguntungkan dunia pendidikan dengan menyinergikan antara pendidikan vokasi (termasuk SMK) dengan dunia industri, akan tetapi industri pun dapat merasakan hal yang sama dengan mendapatkan tenaga kerja handal, sekaligus menghemat pengeluaran untuk menjaring SDM baru yang sesuai dengan kebutuhan industri. 

Hal yang harus dipahami adalah adanya perubahan kurikulum yang terjadi, memang menunjukkan bahwa arah pendidikan dalam sistem kapitalisme hanyalah untuk memproduksi sumber daya manusia yang siap kerja, siap untuk diberdayakan oleh sistem kapitalisme. Orientasi berpikir yang dibentuk oleh sistem hanyalah kepentingan materialistik, dan berpengaruh pada pembentuk profil generasi. Adalah hal wajar, generasi yang terbentuk semakin liberal dan berorientasi materi. Inilah yang mengaburkan generasi menuju arah yang shahih, bahkan mengaburkan jati diri mereka sebagai muslim. Miris sekali, keahlian yang dimiliki oleh generasi hanya akan dipergunakan untuk kepentingan industri. Alih-alih bermanfaat bagi orang sekitar, jika sudah mendapatkan pekerjaan yang bonafit tentu semua hanya tentang keinginan pribadi bukan orang lain. dalam paradigma kapitalisme-sekuler ini meniscayakan negara berada dalam cengkraman tentakel korporat, sehingga mengorbankan rakyatnya untuk menjadi operator sekaligus pelayan terbaik bagi para pemodal di atas bayang-bayang rusaknya landasan kehidupan generasi bangsanya. Pelajar diarahkan bagaimana profesional dalam skill, berburu materi sebanyak mungkin, namun kering spiritual dan daya nalar kreatifnya dilumpuhkan dengan bayang-bayang semboyan “kerja, kerja, dan kerja” demi rupiah. Persoalan sistemik inilah penyebab pendidikan bangsa ini tidak mampu diwujudkan sebagaimana harapan bersama, yaitu berilmu, terampil, mandiri dan berkarakter. 

Ada perbedaan mendasar antara sistem pendidikan kapitalisme dengan sistem pendidikan Islam. Tentu asas berdirinya sistem sudah berbeda. Kapitalisme berlandaskan sekulerisme, agama tidak boleh jadi asas, harus dipisahkan. Agama ada, diakui keberadaannya, tapi tidak ada pengaruh yang berarti dalam dunia pendidikan. 

Beda dengan Islam, sistem pendidikan Islam asasnya akidah Islam. Sistem pendidikan Islam bukan menjadikan Islam sekadar nilai seperti pendidikan Islami dalam sistem kapitalisme. Justru islam dijadikan dasar, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan tidak boleh lepas dari syariat Islam, termasuk kurikulum. Pendidikan vokasi dalam sistem Islam dirancang untuk mempersiapkan sekumpulan teknisi spesialis dalam teknologi modern. Seperti spesialis alat elektronik, peralatan komunikasi dan komputer, maupun profesi lainnya yang membutuhkan ilmu pengetahuan lebih mendalam daripada ilmu yang diperlukan untuk keterampilan sederhana.

Selain itu, keilmuan yang akan diajarkan dalam pendidikan vokasi adalah hal-hal yang terkait dengan kemaslahatan umat. Keilmuan dan keahlian bidang vokasi akan memperhatikan kawasan tempat tinggal generasi, apakah di daerah industri, pertanian, pegunungan, pesisir, dataran rendah dan sebagainya.Tujuannya agar anak-anak vokasi ini dididik untuk menjadi ahli yang kompeten dalam ilmu praktek. Nantinya untuk menciptakan berbagai sarana dan teknik yang terus berkembang di sekitar mereka. Begitulah, pendidikan vokasi dalam sistem Islam, ia bukan vokasi yang kita sering temukan di sistem sekarang. Dan hal ini hanya terwujud ketika kita menerapkan Islam secara kaffah. Wallahu a'lam bish shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update