Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Mensolusi Pengangguran

Sunday, August 14, 2022 | Sunday, August 14, 2022 WIB Last Updated 2022-08-14T14:22:21Z

Oleh : Fina Fauziah 
( Aktivis Muslimah )

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna mendorong perusahaan berkontribusi mengurangi angka pengangguran. Bupati Bandung juga mengapresiasi digelarnya job fair oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung yang selama ini terbukti turut berkontribusi dalam menekan angka pengangguran. Menurut Badan Pusat Statistik, angka pengangguran terbuka Kabupaten Bandung mencapai 151.908 jiwa usia produktif, terdiri dari 106.884 laki-laki dan 45.024 perempuan. "Kehadiran job fair seperti ini dapat dijadikan momen untuk menyatukan para pencari kerja yang memiliki kompetensi dengan perusahaan yang membutuhkan. Lebih jauh, job fair juga mampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung," ungkap Bupati Dadang Supriatna saat membuka acara Solokanjeruk (Soljer) Fair di Thee Matic, Majalaya, Kamis (28/7/2022). Bupati Bandung mengapresiasi antusiasme masyarakat Kabupaten Bandung untuk mengisi 600 lowongan kerja di 10 perusahaan.“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dengan penyelenggaraan job fair ini. Diketahui ada sekitar 2.000 orang yang melamar pekerjaan,” ucap bupati yang akrab disapa Kang DS itu. Terlebih, bupati telah menjadikan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai salah satu kunci pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung pasca pandemi Covid-19. “Dalam konteks ekonomi kerakyatan, keberadaan UMKM dan ekonomi kreatif, menempati posisi strategis sebagai lokomotif pembangunan ekonomi kerakyatan. Oleh sebab itu, gerakan memajukan UMKM menjadi salah satu program pemerintah daerah.
Tingginya angka pengangguran fakta yang tdk terbantahkan, terlebih saat pandemi hingga saat ini, sehingga ada acara job fair ini menjadi harapan bg para pencari kerja. Hanya saja jumlah lowongan kerja tdk sesuai dg jumlah pengangguran, shg tidak menjadi solusi yg solutif.

Sungguh memprihatinkan melihat fenomena pengangguran yang sudah menjadi hal biasa di negeri besar ini. Sejak Allah SWT  menciptakan manusia beserta Sumber Daya Alam (SDA) di belahan dunia, termasuk di negeri ini, Allah SWT telah  mengkaruniakan nikmat Sumber Daya Manusia (SDM) yang begitu besar.  Sayangnya, nikmat tersebut disia-siakan oleh mayoritas manusia dengan menyia-nyiakannya. Banyak rakyat dibiarkan menganggur. Pengangguran adalah termasuk problem ketenagakerjaan yang tidak pernah kunjung usai. Jika ingin menyelesaikan persoalan tersebut, apa yang menjadi faktor penyebabnya harus dikaji secara mendalam dahulu. Kemudian mencarikan dan menerapkan solusi untuk mengatasinya. Di era kapitalis sekuler, masalah pengangguran tidak berdiri sendiri. Pengangguran (tuna karya) bukan sekedar disebabkan malas bekerja, tapi juga disebabkan oleh masalah sistemik. Benar. Permasalahan ini berhubungan erat dengan sistem kapitalis sekuler yang diterapkan di negeri ini. Dalam sistem ini, fokus perhatian ekonomi dititikberatkan pada pengembangan sektor ekonomi nonreal, yang menyebabkan turunnya produksi dan investasi di sektor real. Akibatnya, hal itu mendorong kebangkrutan perusahan dan PHK serta pengangguran. 

Negara islam yang dijalankan oleh Rasulullah kurang lebih 14 abad yang lalu telah terbukti mampu mengatasi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja. Secara garis besar ada dua mekanisme yang dilakukan, yaitu mekanisme individu dan sosial ekonomi. 

Dalam mekanisme individu, Khalifah secara langsung memberikan pemahaman kepada individu, terutama melalui sistem pendidikan, tentang wajibnya bekerja dan kedudukan orang-orang yang bekerja di hadapan Allah Swt., serta memberikan keterampilan dan modal bagi mereka yang membutuhkan. Sebagaimana yang juga pernah dilakukan Khalifah Umar ra. ketika mendengar jawaban orang-orang yang berdiam di masjid saat orang-orang sibuk bekerja bahwa mereka sedang bertawakal, “Kalian adalah orang-orang yang malas bekerja, padahal kalian tahu bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak.” Lalu beliau mengusir mereka dari masjid dan memberi mereka setakar biji-bijian.

Selanjutnya mekanisme sosial dan ekonomi. Dalam bidang ekonomi kebijakan Khalifah adalah meningkatkan dan mendatangkan investasi halal untuk dikembangkan di sektor riil baik di bidang pertanian, kelautan, tambang, ataupun perdagangan. Negara tidak akan memberi ruang berkembangnya sektor nonriil seperti penerapan kapitalisme. Sebab, sektor nonriill selain haram juga menyebabkan beredarnya kekayaan di seputar orang kaya saja. 

Dalam iklim investasi dan usaha, Khalifah akan menciptakan iklim yang merangsang untuk membuka usaha melalui birokrasi sederhana, penghapusan pajak, dan melindungi industri dari persaingan yang tidak sehat.Itulah mekanisme Islam tatkala diterapkan negara. Pengangguran mudah diatasi dan lapangan kerja tercipta secara adil. Semua hal ini akan terwujud manakala sistem Islam diterapkan. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update